Pernikahan Upik Abu

Pernikahan Upik Abu
Perdebatan Verrel dan Rara...


__ADS_3

'Hahaha ayolah Jangan bercanda apa kontrakannya sangat besar hingga kau mau tinggal disini.


Lihatlah bahkan motor pun susah melewati jalan kecil itu ucap Handy yang masih tak percaya dan menganggap Sang Sahabat bercanda.'


'Verrel nampak akan segera meledak..


Apa yang kau katakan


Jangan Pernah merendahkanku.


Aku tidak bercanda Handy Permana aku memang tinggal di daerah sini karena Peremouan itu memang hanya mampu mengontrak rumah kecil di sini maka dari itu aku ingin lihat bagaimana cara dia akan memenuhi kebutuhanku dwngan senyum bak Iblis jahat ucap Verrel.'


"Baiiklah segera lah pulang dan Puaskan 'Palu mu itu ' agar punya mu itu menancap di tempat yang tepat.


Dari ceritamu sepertinya Istrimu itu masih 'Ting-Ting' jadi jangan' bermain' seperti selama ini kau 'bermain' dengan mereka selama ini .


Ingat jangan memuji wanita lain di hadapannya semoga bisa menembus "Benteng Takeshi" Istrimu aku pulang dulu.'


"Apa kau sedang mengajariku cara menyenangkan perempuan?

__ADS_1


Kau pasti tau dalam "Bermain " aku selalu menang takk ada peremouan yang mampu menyaingiku ucap Verrel."


"Et santai Boss aku hanya memperingatkanmu saja kau memang ahli dalam" Bermain" tapi itu hanya berlaku untuk yang sudah tidak "Ting-Ting" seperti wanita malam yang kau sewa tapi ini berbeda karena bila benar ini "Pengalaman Pertama " baginya boss harus memastikan ini sebagai sumber kesenangan yang tak terlupakan tanpa melukai hati dan pikirannya ."


"Baiklah akan ku pastikan dia tidak akan melupakan setiap sentuhan ku dan akan menjadikan pengalaman yang pertama baginya sebagai kenikmatan yang tiada tara ucap Verrel berlalu dan meninggalkan Handy.'


Tok..Tok...


Tok.. Tokk..


Ini perempuan kemana sich kok berulang kali aku ketuk tidak di bukakan runtuk Verrel.


Dengan segera Rara membukakan pintu.


*Kamu udah tidur,makanya susah banget bukain pintu tanya Verrel."


"Ya siapa juva yang ga tidur Tuan Verrel ini Udah jam 3 pagi emangnya Tuan Verrel ga bisa liat jam gitu ngetok udah kaya orang nagih utang aja.


Kalo pulang dan ngetok pintu itu mulutnya di pake Tuan Verrel .

__ADS_1


Emang ga bisa gitu ngtok pelan sambil ngucapin


"Assalamualaikum" bukankah anda di ajarkan begitu ketika masih kecil Tuan Verrel ucap Rara ketus .


Mau makan apa ga ? Kali mau makan biar aku panasin lagi lauknya tetap dengan nada Ketusnya."


"Ga perlu saya ga laper ucap Verrel yang kesal menuju kasur tipis yang di miliki Rara.


Siapa yang tidak kesal karena biasanya dia sangat di hormati tapi sekarang lihatlah dia malah di beri Ceramah karena tidak mengucapkan "Assalamualaikum" apa itu sangat penting bagi perempuan yang sudah sah menjadi Istrinya itu tanya Verrel pada dirinya sendiri."


"Kamu dari mana Tuan Verrel,apa kau habis bersenang - senang dengan "Lobang Paku " yang lain tanya Rara masih dengan nada yang sangat ketus karena jujur saja sejak Lelaki yang sudah Sah jadi Suaminya itu membandingkan nya dengan "Perempuan Nakal" di luar sana hatinya sangat hancur dan itu sukses membuat Perasaan Rara kesal tak karuan di tambah ini Malam Pengantin mereka walau nyatanya Tubuh nya gemetar ketika hendak di sentuh Verrel namu di sisi lain dia pun ingin merasakan bagaimana rasanya ketika menyatu dengan seseorang walau tidak mencintai lelaki itu namun keinginan nya juga tidak salah walau tidak ada cinta namun setidaknya ini lebih baik karena melakukannya dengan orang yang jelas-jelas suaminya.


Seperti ketika dia memergoki" Mantan Brengseknya" melakukan penyatuan dengan Sahabatnya sendiri.


Ahh sepertinya luka nya kembali menganga."


"Apa aku harus memberitahu semua kegiatanku Nyonya Carlos.


Apa itu sangat pentibg bagimu? ucap Verrel yang sama masih kesal dengan Istri Mungilnya itu."

__ADS_1


__ADS_2