Pernikahan Upik Abu

Pernikahan Upik Abu
Ketakutan Rara..


__ADS_3

Lihatlah kau akan ku buat menyesal karena hanya menginginlan Pernikah Kontrak ini runtuk Verrel .


Setelah membereskan bekas makanan mereka .


Rara pun melihat Sang Suami sudah tertidur .


Dengan pelan dia tidur dekat Verrel karena entah mengapa hari ini sangat melelahkan baginya.


Hanya karena Sakit Hati dia bahkan menikahi seorang lelaki yang tidak dia ketahui asal-usulnya.


Bagaimana kamu bisa sebodoh itu Rachesti Putra.


Apa kau bisa menanggung biaya hidup seorang lagi sedangkan biaya hidup seorang aja udah mahal eh di tambah menanggung seorang yang bahkan tak lau ketahui macam nya.


Owh Poor Rara runtuknya pada diri sendiri.


Kamu kenapa sayang ?ucap Verrel


Owh **** kenapa dia memanggilku sayang kenapa dia bisa dengan mudah memanggil seseorang pada perempuan asing .


Wajah Rara seketika memerah .


Berhentilah bergerak Sayang disini sempit jangan sampai kau membangunkan 'Jamur Enoki' atau kau memang sudah tidak sabar memberikan hakku sekarang ucap Verrel menggoda Istri barunya itu.


Jangan ngaco kamu.


Aku tidak akan memberikan hak mu ingat ini hanya pernikahan kontrak ucap Rara dia memang belum pernah melakukan hal yang 'Iya-iya' dengan mantan kekasihnya namun dia juga bukan gadis polos yang tidak mengerti omongan suaminya itu.

__ADS_1


Sayangku,ini adalah Malam Pertama kita bagaimana kau tidak memberikan hakku ,bukankah kau berkata akan menanggung kebutuhanku Lahir dan Batin lalu mengapa kau menolak ku ketika ingin meminta hakku ucap Verrel yang mang gemas melihat ekpresi kalut,malu,dan merah dari Sang Istri.


Apapun yang terjadi aku akan mendapatkan hakku malam ini ucap Verrel.


Dia pun memajukan wajahnya pada Sang Istri dan menurunkan wajah tegasnya ketika Sang Istri memang sedang berbaring di sebelahnya dan dia bangun untuk melihat lebih jelas wajah cantik nan mungil istrinya itu.


Rara hanya bisa menutup matanya karena dia sadar betul bahwa kini dia adalah istri yang harus melayani Sang Suami dan walau dia belum siap nun bila Sang Suami mengginginkan tubuhnya maka harus dia berikan.


Apa kau sangat ingin kita berciuman Sayang tanya Verrel.


Perkataan yang di ucapkan Verrel sukses membuat Rara kesal dan dia segera mendorong Verrel dengan tenaga hasil dia mengikuti Karate .


Membuat tubuh Verrel yang tidak siap tiba-tiba terjungkal.


Awhh..apa yang kau lakukan apa ini caramu memperlakukan suami mu.


Walau ini seperti katamu 'Pernikahan Kontrak' tapi bagaimana pun sekarang statusku adalah suamimu jadi apapun keinginanku harus kau penuhi ucap Verrel yang kesal karena baru kali ini seorang perempuan malah mendorongnya hingga terjungkal .


Bukannya aku berniat mendorongmu Tuan Verrel .


Apa pantas seorang lelaki memberikan harapan palsu ketika perempuan itu sudah terbuai akan dirimu tiba-tiba kau bertanya demikian ucap Rara keceplosan.


Owh..Sungguh mulut sialan kenapa malah mengatakan hal yang ada di pikirannya runtuknya sembari menutup mulutnya sendiri dengan tangan mungilnya.


Hhmmm


Nyonya Carlos apa kau sangat menginginkan ciuman dariku.

__ADS_1


Baiklah ayo kita berciuman ucap Verrel kembali mendekat karena tadi ketika kesal dia hendak beranjak dan keluar dari kontrakan itu.


Verel pun mendekat dan mulai menyentuh dagu Sang Istri sembari memeluk pinggang Istrinya itu.


Namun tiba-tiba Verrel berhenti karena merasakan getaran pada pundak Sang Istri yang menandakan dia sangat takut namun matanya tetap dia paksakan melihat Verrel walau terlihat raut takut disana.


Sudahlah aku akan keluar ucap Verrel lalu berdiri hendak keluar.


Apa kau seorang Pengecut Tuan Verrel mengapa kau tidak melanjutkannya tanyang Rara yang memang kesal bagaimana ketika dia berusaha memberanikan diri memberikan hak Sang Suami namun tiba-tiba keberanian itu di hempaskan begitu saja oleh Sang Suami.


Apa pengecut?


Bagaimana aku yang kau katakan Pengecut.


Sedangkan Kau sendiri ketakutan ketika ku sentuh tibuhmu bergetar hebat.


Apa kau tau bila aku memaksakan meminta hakku sedangkan kau ketakutan maka semua kenikmatan yang aku rasakan akan terasa hambar.


Berhentilah bertingkah berani namun tubuhmu mengatakan yang lain aku akan bersabar ketika kau siap melakukanya ucapnya berlalu menuju pintu kontrakan itu.


Mau kemana kau Tuan Verrel ini sudah malam tanya Rara walau masih dengan perasaan takut .


Aku akan keluar untuk melepaskannya ucap Verrel.


Hiks...hiks...


Bagaimana...

__ADS_1


Jangan Lupa Mampir ke Karyaku yang lain.


Jangan Lupa juga Like dan Tambah Favorit...


__ADS_2