
Itu tidak mengganggu wajar saja aku mengajak sahabat suami ku untuk merayakan pernikahanku Tuan Handy bisa datang ucap Rara.
'Terimakasih' kalian nikmatilah sebagai Pengantin Baru.
Aku akan datang lain kali.
Kalo gitu saya permisi ucap Handy.
Jadi Istriku sekarang kita akan kemana ucap Verrel .
Kita akan pulang ke tempatku ucap Rara.
Baiklah aku akan mengikutimu.
Kita akan menikmati Malam Pertama kita ucap Verrel dengan senyum jahat khas miliknya.
Berhentilah mengatakan hal menyebalkan seperti itu dan inget kalo ga mau senyum jangan di paksain senyum ucap Rara.
Apa maksud nya? ucap Verrel.
Ya itu senyummu yang tadi ketika mengatakan hal menjijikan itu .
Senyum kok di paksain kalo ga mau senyum mending diem dari pada ngasih senyum tapi ga iklas buat apa! ucap Rara.
Jadi aku ga boleh senyum gitu ucap Verrel.
Bukannya ga boleh cuma kalo senyum itu yang iklas jangan kaya tadi karena senyum itu bisa jadi sumber kebahagiaan nah kalo senyum kamu yang tadi itu senyum yang bikin ngeri kalo orang lain yang lihat pasti mereka nyangkanya kamu itu jahat,dan berusaha merendahkan orang yang ada di hadapan kamu ucap Rara.
Apa wanita ini selalu mempermasalahkan hal kecil.
Bagaimana sebuah senyum bisa membahagiakan orang.
Sungguh menarik hal apalagi yang akan kau tunjukan padaku Rara ucap Verrel.
__ADS_1
Ya udah ayo kita ke tempatku.
Aku akan memasak sesuatu agar bisa mengisi perut.
Hari ini rasanya sangat melelahkan aku ingin beristirahat.
Baiklah ucap Verrel sembari mengikuti Rara yang sudah berjalan lebih dulu.
Jangan jauh-jauh dari aku takutnya kamu malah nyasar ucap Rara .
Sebenarnya wanita ini kenapa bukankah harusnya dia berjalan di sisiku tapi dia malah mendahului aku.
Sementara wanita lain pasti akan memelukku dan bertingkah manja lah ini malah berbeda sama sekali runtuk Verrel.
Setengah jam Verrel dan Rara menaiki motor matik yang dibkendarai Rara.
Motor itu memasuki sebuah gang kecil.
Kok malah masuk jalan sempit kamu mau bawa saya kemana tanya Verrel yang memang sudah sangat penasaran dwngan tujuan mereka.
Motor itu pun berhenti di depan sebuah rumah dengan pagar biru langit dan nampak rumah itu seperti Rumah Susun.
Wajah kesal Verrel tak dapat di sembunnyikan
Bagaimana wanita ini mengajaknya ke Rumah yang nampak bak Rumah susun sungguh berbeda dengan Rumah dan Apartemen yang dia miliki.
Kenapa itu muka di tekuk.
Jelek tau ini kontrakan yang gue tempati sejak lama.
Ini masih lebih baikkan dari pada kolong jembatan atau Rumah yang kamu tempati sebagai Penggangguran ucap Rara tanpa memfilter ucapannya.
Apa Kolong Jembatan ?
__ADS_1
Apa wanita ini sungguh mengganggap aku miskin?
Ya walau pun pakaian yang aku pakai Made in Pasar dengan harga Tiga Puluh Lima Ribu tapi ini juga ada tujuannya runtuk Verrel yang kembali bertambah kesal atas ucapan yang sangat merendahkannya.
Udah ayo masuk jangan kebayakan ngelamun Kesambet tau rasa loch ucap Rara sembari meninggalkan Verrel di belakang.
Gila ini.
Gimana ciba caranya gue hidup disini udah di kampung ga bisa masuk mobil malah menuju jalan utama jauh.
Kehidupan seperti apa yang di jalani wanita ini.
Bahkan jemuran di pake bareng-bareng.
Verrel hanya bisa meruntuki melihat keadaan rumah yang akan dia tempati bahkan kandang kudanya lebih besar dari tempat ini.
Walau sambil meruntuki temoat yang akan dia tinggali namun Verrel tetap mengikuti Rara menuju tempat tinggalnya.
Cie Pacar baru yah Ra.
Ganteng banget ,yang kemaren sich lewat hahaha ucap Dina yang juga merupakan penyewa di sebelah Rara.
Hehe bisa aja loe.
Gue masuk dulu yah ucap nya pada Dina dengan senyum yang mempesona dan entah apa yang terjadi Dina pun ikut tersenyum.
Senyum yang cantik.
Sepertinya ini maksudnya senyum bisa membuat bahagia terbukti teyangganya pun ikut tersenyum runtuk Verrel kembali.
Ayo masuk kamu duduk dulu geh anggap rumah sendiri ucap Rara.
Ketika Verrel memasuki Kontrakan itu betapa terkejutnya dia.
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit.