Pernikahan Upik Abu

Pernikahan Upik Abu
Perabotan Baru...


__ADS_3

'Halo Pak Bejo,tolong datang ke alamat ini dan tolong kalian ganti semua perabotan termasuk kasur siap kan juga meja makan bagus untuk dua orang yang terlihat kecil namun tidak terlalu membuat ruang makan sempit begitulah telepon


Verrel ke seorang Kepala Butler yang memang sudah melayani Keluarga Carlos sejak Verrel masih di kandungan hingga kini dia berusia 27 tahun sungguh tanggung jawab yang besar karena sudah lama bekerja di kediaman Carlos.'


'Baik Tuan Muda,apa sandi kunci apartement nya ucap Bejo'


'Ga ada sandi Bejo,dan itu bukan Apartement satu lagi ketika kesana minta kuncinya Pada Bu Mira,bilang aja kamu saudara Rara dan jangan beritahu barang itu atas nama Verrel beritahubitu atas nama Rara ucap Verrel'.


'Maaf bos Rara siapa? tanya Bejo.'


'Ga udah bawel cukup kerjakan yang aku bilang dan ganti semua perabot nya ucap Verrel.'


'Baik laksanakan Tuan Muda ucap Bejo.'


'Ini sarapannya bos cuma bisa beli pake ayam goreng kecil ucap Handy.'


Verrel pun memakan nasi uduk yang ada xi atas mejanya dengan lahap tanpa memilih .


'Kenapa masih diri,kembali ke ruanganmu apa kau juga menginginkan nasi uduk ini,maaf saja gue ga sudi berbagi nasi ini karena rasanya enak teryata ucap Verrel.'


Sore Hari...


Rara kaget mendapati semua barang-barang di kontrakannya sudah berubah menjadi warna biru dan barang-barang itu baru karena masih terbungkus plastik lalu dia menutup pintu kontrakan itu .


'Tok..Tok..'


'Maaf Bu Mira ,itu kontrakan saya kenapa yah kok berubah semua perabotannya?tanya Rara dengan nafas terengah-engah karena bergegas menemui Ibu kontrakannya itu setelah pulang kerja.'


'Ada apa Nak Rara,kok kaya kaget gitu ucap Pak Restu suami Bu Mira.'

__ADS_1


'Eh maaf Pak Restu kalo ganggu, Ibu Mira nya ada?ucap Rara'


'Oh,Ibunya lagi ke depan beli Lauk soalnya lagi males masak,masuk dulu nak Rara minum dulu kayanya cape banget trus keringetan lagi ucap Restu.'


'Ah jadi ga enak saya Pak takut jadi gosip kan Bu Miranya ga ada ,saya permisi dulu yah Pak mau bersih-bersih ucap Rara lalu kembali ke kontrakannya dia masih tak percaya pada penglihatannya perabotan usangnya sudah berganti dengan barang-barang baru.'


'Kenapa sich Ra,kok loe bengong aja di luar bukan cepetan masuk sana mandi gih ucap Dina tetangga Rara yang akan berangkat karena sif Malam dari Pabrik nya.'


'Na kayanya gue tidur sambil jalan dech trus salah masuk kontrakan ucap Rara.'


'Ah,kamu ngaco banget orang jelas-jelas loe baru pulang kerja mana bisa tidur sambil jalan sedangkan jarak Halte sama Kontrakan kita hampir dua kilo,heran sakit yah loch udah ke Dokter belum ucap Dina.'


'Na,sini bentar tolong cubit tangan gue biar bangun dari mimpi ini soalnya ini gaungkin banget ucap Rara masih dengan ekpresi kaget dan tak percaya.'


'Aw sakit bet pelan-pelan cubitnya tega bener biru ini tangan ucap Rara protes.'


'Tapi kalo gue ga salah kontrakan trus di dalem itu barang-barang siapa ucap Rara.'


Penasaran Dina pun membuka kontrakan Rara.


'Ra gue mimpi yah itu barangnya bagus banget ,trus tembok nya di cat bagus banget serasa di alam lain gue ucap Dina yang terkejut karena kontrakan yang di tempati Rara berubah 360 derajat salah deng 500 derajat serasa jadi Princess Blue.'


'Berarti kita mimpi yang sama yah ucap Rara membenarkan ucapan Dina.'


'Aw,loe apaan sich kok nyubit gue ucap Dina.'


'Biar impas tadi loe nyubit gue sakit banget ucap Rara.'


'Siaalan kan loe yang nyuruh ucap Dina.'

__ADS_1


'Udah jangan ribut ,kuta berdua dicubit rasanya sakit kan? ucap Rara'


''Heeh' hanya itu yang bisa Dina jawab.'


'Berarti kita ga mimpi kan ini kenyataan donk ucap Rara'


'Hem ucap Dina lalu masuk ke kontrakan Rara dan duduk manis di sofa baru itu.'


'Loe ngapain duduk disana takutnya ada maling lagi karena barang-barang gue raib semua termasuk daster bolong yang gue jemur di depan kontrakan awas ich takut ngilumpet malingnya ucap Rara.'


'Yeh biarin kapan lagi duduk di sofa bau,malah cantik banget warnanya kaya kesukaan loe biru langit bahkan tembok dan segala macam perabotan biru semua kasur juga biru dan empuk enak banget ga kaya kasur gue keras serasa tidur di batu gue,lagi loe ngaco mana ada maling yang ngambil daster bolong ini sich lebih tepatnya di dekorasi ulang dwngan perlengkapan baru ucap Dina.'


'Ya,tapi siapa yang ganti sedangkan keluarga gue buat makan aja susah ga mungkin mereka bela-belain dari kampung cuma buat ganti perabotan gue tanya Rara .'


'Ya udah lah yah,mungkin ada orang baik yang mau gantiin suasana rumah loe lagi ga jelek juga kok udah jangan terlalu di pikirin kalo emang orang nya iklas ngasih ya Allhamdullilah,ya kalo ga iklas nanti juga dateng lagi itu orang buat bawa semua barang-barang ini sekarang nikmatin aja gue berangkat duli yah ucap Dina.'


'Tok..Tok..Tok..'


Sayang buka pintunya aku mau masuk namun yang di panggil tak mendengarkan.


Sekali lagi Verrel mengetuk pintu dan nampaklah Rara dengan penampilan yang sangat menggoda.


'Glek..Glek..'


'Tanpa sadar Verrel menelan salivanya ,melihat Istri mungilnya itu dengan sebuah kain tebal namun tidak memiliki kancing hanya sebuah tali yang nyaris terlepas dari ikatannya.'


Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit.


Mampir ke laryaku yang lain Kak.

__ADS_1


__ADS_2