
'Kenapa Sayang kok berhenti nyuci piring nya apa ada yang a-neh icap Verrel menggoda Rara'
'Tuan Verrel itu ada yang mengenai bagian belakangku ucap Rara sembari menahan malu'
'Apa kau merasakannya Sayang,sepertinya tubuhmu membuatnya tegak,apa kau suka sayang goda Verrel lagi-'
'Ga ,aku ga suka kembalilah ke kamar jangan mengganguku apa abda bisa melihatnya Tuan Verrel aku sedang sibuk ucap Rara'
'Aku tidak aakn pergi sayang ,kau harus bertanggung jawab 'Palu' ku sudah penuh listrik ucap Verel.'
'Dengan sigap Verrel membalikan badan Rara dan mencium sesaat bibir manis yangbsudah menjadi candunya itu'
Bibirmu sangat manis sayang,aku sangat menyukainya ucap Verrel'
'
'BLUSH..seketika wajah Rara memerah akan pujian suami nya itu Rara pun membalikan wajah untuk menutupi wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus..'
'Wajahmu sangat merah sayang apa kau malu sekarang?
Lihat aku sayang..ucap Verrel.'
'Namun Rasa malu Rara masih menguasai dia pun tak ingin membalikan wajahnya'
Verel tak tinggal diam dengan perlahan Verrel memegang wajah Istri mungilnya itu dan kedua mata mereka pun saling menatap dalam nampak gairah sudah terlihat di kedua mata itu merrka ingin merasakan lebih.
'Verrel pun kembali mencium Rara ,pertama sangat lembut dan perlahan semakin menuntut,mereka saling *******,saling menyesap dan bertukar saliva.
sungguh ciuman yang memabukan,Verrel pun menghentikan ciuman itu setelah mereka mulai kehabisan nafas'
__ADS_1
'Bibirmu manis,aku sungguh ingin memilikimu seutuhnya ,lihatlah 'Palu' ku sudah sangat penuh ucap Verrel.'
Dengan sigap Verrel pun menggendong Rara menuju kamar .
Perlahan namun pasti Verrel meletakan Rara dengan hati-hati bak boneka porselen yang akan hancur bila terjatuh.
',Setelah meletakan Rara di ranjang Verrel kembali mencium bibir Rara mereka kembali saling *******,menyesab semakin lama ciuman itu membuat mereka terbakar hasrat dan menginginkan lebih.'
Setelah puas bermain dengan bibir Rara Verrel mebcium leher jenjang Rara dan meninggalkan beberapa tanda keungguan disana.
'Ah..Raa hanya bisa endesah ketika lehernya diciumi oleh suaminya itu ,setelah puas di leher sabg Istri Verrel pun bermain di 'Kedua Aset istrinya yang sangat oas dalam genggamannya,Verrel bak bayi yang sedang menyusu di Ibunya,tak lupa dia memainkan Kedua' baut'kecil disana.'
Ah..Sayang ucap Rara tak mampu menahan suaranya.
'Mendesah lah sayang,itu sangat indah seperti nyanyian yang mpesona ucap Verrel'
Sembari bermain di kedua aset istrinya itu tangan nakal itu sudah turun dan bermain di 'Lobang Paku' Sang Istri.
Akibat sentuhan Sang suami suara Laknat terus keluar dari mulut Rara .'
'Ah ..sayang aku mau sampai ucap Rara yang tak mampu menahan sesuatu yang hendak meledak di bawah sana'
'Keluarkan Sayang ucap Verrel.'
Tubuh Rara menggelinjang akibat pelepasan itu dan membuat tangan nakal suaminya basah.'
'Apa kau menyukainya?
Sekarang aku akan membuatmu lebih menykainya ucap Verrel sembari menurunkan celananya nampak 'Palu '
__ADS_1
itu sudah penuh dan Verrl segera duduk di bawah kaki Sang Istri.'
'Perlahan Verrel berusaha mengoyak mahkota Istrinya itu sangat sulit.'
'Ah,pelanlah itu sakit ucap Rara'
Tenanglah sayang jangan tegang,biarkan aku yang melakukannya ucap Verrel.
'Verrel pun mengeluarkan sedijut tenaga agar pertahanan Istrinya bisa dia tembus'
JLEBBBBB...
'Hiks..hiks..hiks sakit ucap Rara sembari mengeluarka bulir bening dari kedua mata indahnya.'
'Maafkan aku sayang,rasa sakit itu akan terganti.
Verrel mendiamkan 'Palu' nya agar 'Libang Paku' Sang Istri terbiasa dengan Miliknya.'
'Aku akan menggerakannya perlahan tahanlah ucapnya,ini akan nikmat sebentar lagi ucap vereel.'
'Kini di kamar itu hanya terdengar kicauan yang bersaut-sautan mereka menikmati pernyatuan itu,bahkan Verrel dan Rara sudah beberapa kali mencapai Surga Dunia'
Setelah beberapa jam pernyatuan mereka pun berhenti.
Karena keduanya sudah kelelahan.
Mereka terlelap di bawah selimut bahkan tanpa mengenakan sehelai benang pun'
'Jangan Lupa Lije dan Tambah Favorit'
__ADS_1
Mamoir ke karyaku yang lain.