Pernikahan Upik Abu

Pernikahan Upik Abu
Peringatan Rara..


__ADS_3

Senyum yang cantik.


Sepertinya ini maksudnya senyum bisa membuat bahagia terbukti teyangganya pun ikut tersenyum runtuk Verrel kembali.


Ayo masuk kamu duduk dulu geh anggap rumah sendiri ucap Rara.


Ketika Verrel memasuki Kontrakan itu betapa terkejutnya dia.


Duduk?


Dimana saya harus duduk ucap Verrel.


Ya ampun mata Tuan Verrel buta atau gimana!


Kan ada tikar merah disana ya duduk disitu aja.


Apa ?


Apakah disini tidak ada sofa masa saya duduk di tikar yang tipis malah kucel lagi ucap Verrel tak ingin duduk di tikar itu.


Memangnya kenapa kalo di tikar walau kucel tikarnya juga bersih warna nya emang udah luntur karena tikar itu saya bawa dari kampung ucap Rara.


Kampung?


Untuk apa bawa-bawa tikar dari kampung kan bisa beli sofa ucap Verrel tak terima bagaimana seirang Tuan Muda sepertinya duduk beralaskan tikar.


Udah bawel banget sich.


Maaf aja saya ini baru beberapa bulan disini dan dapet kerjaan di Cafe juga gajinya ga seberapa sekedar buat makan aja pas-pasan maklum ini kota besar jadi biaya hidup juga mahal.

__ADS_1


Udah duduk aja ,kalo ga mau duduk di tikar ga papa kalo mau ya silahkan numpang sama tetangga sebelah yang punya sofa,.


Saya mau masak dulu buat makan saya akan masak makanan mahal jadi tunggulah ucap Rara sembari berlalu ke dapur yang masih bisa terlihat dari ruang tamu.


Kontrakan hanya terdiri dari dua ruangan satu dapur dan satu ruanggan lagi untuk kamar tidur di tambah kamar mandi kecil di sudut ruangan itu.


Tidurpun hanya beralaskan single bed dengan seprei biru dan terbilang sederhana.


Oh God!


Bagaimana bisa istirahat ,dan makan di ruangan yang sama bahkan tidur pun sepertinya kaki tidak bisa lurus karena di kelilingi barang-barang.


Seberapa miskinnya peremouan yang kini sudah sah jadi Istrinya itu.


Bagaimana cara peremouan itu akan menanggung hidupku begitulah pikiran yang berkecamuk di pikiran lelaki itu sungguh keadaannya sekarang bak bumi dan langit biasanya dia hidup di rumah mewah dengan banyak ART tapi lihatlah kini bahkan cicak di dingding pun seperti akan menertawakan kehidupannya yang kini di jalani.


Sudahlah sepertinya tikar itu bersih dan tidak mungkin juga dia akan terus berdiri karena kakinya rasanya sudah pegal dan jangan lupakan atap kontrakan itu sangat dekat karena seorang Verrel Carlos memang terbilang tinggi dengan tinggi 180 cm, wajah yang sangat menawan dan sangat di gilai kaum hawa.


Kini hidup Verrel menjadi lelucuan bagi dirinya sendiri.


Verrel pun duduk di tikar kucel itu walau agak risih namun apa daya di kontrakan itu tak terdapat satu pun kursi.


Ow akhirnya duduk juga .


Tunggulah akan aku siapkan makan .


Apa kau ingin minum sesuatu sebelum makan? ucap Rara.


Aku ingin melepas penat dan menghangatkan tubuhku berikan aku bir kaleng ucap Verrel.

__ADS_1


Hah,apa bir kaleng?


Apa kau sudah gila bagaimana kau ingin melepaskan penat dengan bir.


Aku akan membuatkan sesuatu dan itu cocok untuk melepaskan lelah dan membuat badan hangat.


Sekitar 10 menit Rara pun datang dengan segelas teh jahe hangat dengan gelas bergambar stroberi yang hanya di belinya tiga itu pun dia beli di pasar malam dengan harga murah sepuluh ribu tiga.


Apa ini aku minta bir dan kau berikan teh ?


Verrel kesal bukan main permintaannya tak terpenuhi.


Dengarkan aku Tuan Verrel.


Aku ini untuk menghidupi diri sendiri pun pas-pasan .


Dan kau ingin aku memberikan mu bir.


Ingat kehidupanmu aku yang menanggung.


Jadi apapun yang aku berikan kau cukup menerimanya apa kau tak tau harga jahe pun kini mahal jadi untuk membuatnya pun di perlukan usaha lihat untik membuat teh jahe untukmu tanganku kena parutan dan kau masih ada nyali untuk menolak berhentilah meminta hal yang tak bisa ku berikan dengan aku menghidupimu pun aku harus bekerja ektra.


Kalau saja dia tidak melakukan ini aku pun tidak ingin bersama dengan mu Tuan Verrel.


Kini yang harus kamu lakukan adalah menuruti apapun yang aku siapkan jangan membantah apa ini sikap seorang penggangguran.


Duduk diam dan habiskan tehnya aku akan menyajikan makanan mahal ucap Rara berlalu kembali ke dapur.


Perempuan yang menarik akan kulihat masakan mahal apa yang kau sajikan ucap Verrel dengan senyum Jahat.

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit.


__ADS_2