Pernikahan Yang Tak Diingin Kan

Pernikahan Yang Tak Diingin Kan
09.nasi goreng


__ADS_3

selamat membaca


raka mengambil es krim itu dari tangan devana, lalu memakannya sedikit.


"ternyata rasa es krim tidak begitu buruk" gumam Raka saat memakan es krim.


"gimana? enakkan? " tanya devana.


"hmm.. "


"nih orang dingin banget sih" gumam devana kesel karna hanya mendapati jawaban seperti itu.


setelah itu Raka pun melajukan mobilnya menuju mansion nya.


sesampainya di mansion, Raka dan devana menuju kamar nya masing-masing dan membersihkan diri mereka, setelah mereka selesai membersihkan diri mereka, mereka keluar dari dalam kamar bersamaan dan tak sadar bahwa sekarang pandangan mereka sedang bertemu.


"kenapa dengan dia hati ini, kenapa sangat cantik.... ahh aku ini apaan sih" Gumam Raka dalam hati memuji kecantikan devana.


devana dan Raka berjalan bersamaan menuruni tangga namun mereka enggan untuk membuka percakapan satu sama lain.


mereka sama-sama menuju ruang makan, Raka duduk di salah satu kursi makan, sementara devana pergi kedapur untuk memasak makanan.


"kenapa belum ada makanan? " tanya Raka pada devana.


"kamu pikir aku ini jin gitu bisa langsung ngasih makanan, lagian suruh siapa dirumah ini gak ada pembantu" jawab devana sedikit kesal dan berjalan meningal kan Raka.


"huft.. cepat buatkan aku makanan" ucap Raka dengan muka ratanya.


"dasar tau enaknya aja.. kalau mau cepet mending order" ucap devana kesel entah kenapa hari ini mood devana anjlok, hari ini dia sedang ingin memarahi semua orang yang dia lihat, mungkin dia sedang dateng bulan.


"kenapa hari ini kamu sangat berani terhadap ku" ucap Raka seraya mendekati devana.


devana spontan memundurkan langkahnya.


"ka.. kamu mau ngapain, jangan deket-deket" ucap devana seraya terus memundurkan langkahnya, namun sekarang dia telah terpojok oleh tembok.


"bukan kah kamu sangat berani hari ini? bagaimana kalau kita laku kan hal yang lebih" goda Raka dan terus melangkah kan kakinya mendekati devana.


"ahh.. tidak, tadi katanya laper sekarang aku mau buat makanan dulu" ucap devana mengalihkan pembicaraan dan berharap dapat lepas dari Raka.


"gimana kalau makan kamu aja" goda Raka dan kini dia sudah mengunci pergerakan devana.

__ADS_1


"what kenapa dengan dia, apa dia gila, atau karna mandi tadi otak nya kebawa air, atau.. aaa sudah lah bisa gila aku memikirkan ini semua" Gumam devana dalam hati.


"ak.. aku, kamu gila deh kayaknya" ucap devana.


"kenapa istriku" ucap Raka menekankan kata istriku.


"ahh sudah lah aku mau masak" ucap devana dan mendorong pelan tubuh Raka.


Raka sengaja mengalah karna dia sudah melihat muka devana yang seperti kepiting rebus itu, dia memperhatikan devana sambil menyenderkan badannya ketembok.


entah mengapa sekarang menggoda devana adalah suatu hobi baru baginya.


devana yang terus di perhatikan oleh Raka merasa risih sendiri.


"kenapa kamu melihat ku seperti itu" tanya devana tanpa melihat ke Raka dan terus meneruskan aktivitas memasaknya.


"kenapa apakah aku tidak boleh memperhatikan istri ku sendiri" ucap Raka sambil terus mengamati devana.


"aku risih jika terus dipandangi begitu" jawab devana.


"kenapa gak boleh sayang? " tanya raka lagi-lagi menggoda devana.


"kamu gak papa" ucap Raka memegang tangan devana, lalu dia mengisap luka devana, devana terus memperhatikan wajah Raka melihat betapa khawatir nya Raka saat dia terluka, namun dia tidak ingin terlalu ke pd an mungkin saja Raka melakukan itu karna dia reflek.


Raka melepaskan tangan devana lalu pergi entah kemana.


"mau kemana dia, biarkan lah" Gumam devana dalam hati sambil terus memperhatikan raka.


tak lama kemudian Raka dateng dengan membawa kotak obat.


Raka kembali merebut tangan devana yang terluka dan mengobatinya dengan telaten dan sangat lembut.


"dia tampan saat sedang seperti ini, coba saja ini pernikahan sungguhan maka aku pasti sudah jatuh cinta dengan nya dari dulu" Gumam devana dalam hati memuji ketampanan Raka.


"sudah, kamu duduk aja di meja makan, aku yang akan memasak" ucap Raka menyuruh devana untuk tidak memasak.


"emang kamu bisa masak? " tanya devana tidak mempercayai bahwa Raka bisa memasak.


"kamu meragukan ku? " tanya Raka.


"ahh.. baik lah aku percaya" jawab devana lalu pergi kemeja makan.

__ADS_1


Raka melakukan aksinya, dia memasak dengan handal walaupun sebenarnya dia sedikit agak bingung.


setelah sekian lama akhir nya raka selesa memasak dan membawanya ke meja makan, dia hanya membuat 1 porsi nasi goreng dengan tirisan telur diatasnya dan timun.


"wahh seperti nya enak, aku baru tahu kamu bisa masak" puji devana saat melihat makanan yang dibuat raka.


"jangan pernah meragukan aku " ucap Raka percaya diri.


"ahh baik lah" ucap devana dan memakan makanan yang dibuat Raka.


"owek.. " devana mengeluarkan makanan yang dia makan.


"ahh penampilannya aja cantik tapi rasanya gak" ucap devana mengeritik makanan yang dibuat Raka.


Raka langsung mengambil sendok dan mencobanya juga.


"makanan macam apa ini rasanya tidak enak" ucap Raka dalam hati padahal itu makanan dia yang buat tapi malah dia yang mengeritik nya.


"lebih baik kita order makanan aja" ucap Raka.


"mubazir nasi goreng nya" ucap devana tidak menyetujui perkataan Raka.


"lalu kamu mau makan nasi goreng ini" tanya Raka karna sebenarnya dia sendiri tidak mau memakan makanan itu.


"karna udah jadi ya berati kita harus makan, karna ini kamu yang buat jadi kamu juga harus ikut makan" ucap devana yang berhasil membuat mata raka melotot sempurna.


"aku? ahh.. mending kita beli aja yah" tawar raka lagi karna tidak ingin memakan nasi goreng yang tidak tahu rasa nya apa itu.


"udah lah nikmatin aja" ucap devana lalu menyendok nasi goreng itu.


karna raka tidak bisa berbuat apa-apa dia juga kini ikut memakan nasi goreng itu, entah mengapa saat mereka makan bersamaan raa nasi goreng itu yang tadinya tidak enak kini malah mereka bisa memakannya hingga habis.


.


.


.


bersambung..


jangan lupa like, komen, and vote

__ADS_1


__ADS_2