
Sania bangun pukul 05.30 dia kaget karna saat bangun dia melihat ada Raka disamping nya.
"aaa.. cabul!! kamu ngapain di kamar aku" devana mendorong Raka.
"semalam kan kamu yang minta aku tidur dengan kamu karna takut gelap" jawab Raka seraya duduk.
"hah?!... ohh iya maaf kan aku" devana menjawab dengan malu.
"huh.. sudah lah cepat siap kan aku makan, baju ganti aku mau mandi" Raka keluar dari kamar devana.
"yah.. aku harus jadi lebih baik lagi, banyak orang diluar sana yang awalnya tidak saling cinta ujung-ujungnya saling mencintai makan aku harus bisa mengambil hati lelaki itu tapi gimana caranya yah?..... hmm udah lah tidak penting" pikir devana dalam hati sambil menuju kamar mandi.
selesai mandi devana berjalan kekamar Raka menyiapkan baju ganti, lalu dia ke dapur untuk memasak sarapan.
Raka menuruni tangga dengan memakai baju kerjanya dan menuju meja makan.
devana menaruh makanan di meja makan, lalu mengambil makanan untuk raka dan dirinya.
"Raka" panggil devana menghentikan aktivitas makan nya.
"kenapa" tanya Raka tidak melihat sedikit pun ke arah devana.
"apa aku boleh kuliah? " tanya devana menatap Raka.
"seterah kamu" jawab Raka acuh.
lalu mereka memakan sarapan mereka masing-masing tanpa ada sepatah kata pun.
Raka sudah berjalan keluar menuju rehan yang sudah menunggunya di mobil, namun langkahnya terhenti saat ada yang memanggilnya.
devana mengambil tangan Raka dan menyalami nya.
" aku akan melakukan ini setiap hari"ucap devana melepas saliman nya.
"ya, kalau begitu aku berangkat dulu"
__ADS_1
"semoga seiring waktu kamu menerima keberadaan aku walaupun itu mungkin membutuhkan waktu yang lama" ucap devana dalam hati.
devana kembali lagi kedalam, dia membersihkan piring-piring kotor, setelah itu dia berjalan jalan disekeliling rumah Raka.
dia berhenti di sebuah taman yang agak berantakan tetapi sangat asri, dengan pepohonan yang rindang, bunga bunga walaupun agak layu karna tidak terurus, dan kursi taman.
"wahh.. kemarin aku tidak melihat taman ini, ternyata rumah ini banyak taman nya, tapi kenapa taman yang ini tidak terurus, tidak seperti taman yang kemarin" ucap devana melihat sekeliling nya.
devana mengambil sapu lidi dan menyapu halaman taman hingga bersih, lalu memotong bagian daun yang kering, menyiram bunga, mengatur bunga-bunga di tempatnya, dia menyulap taman yang tidak terurus menjadi taman yang cantik seperti semula.
"huh.. kalau begini kan cantik, aku akan kesini setiap hari" devana duduk dikursi taman.
---
Raka pulang lebih awal hari ini, dia sampai di rumah pukul 13.00.
saat dia sampai rumah dia tidak menemukan istrinya, dia mencari devana di kamarnya namun tidak ada, dia mencari di kamar mandi lagi lagi tidak ada.
"kemana wanita itu, atau dia kabur, apa gak dia bersihin rumah lagi" tanya Raka sambil terus mencari devana.
Raka sudah mencari devana disemua ruangan rumah tapi dia tidak menemukan devana.
mata Raka terbelalak saat melihat taman belakang yang awalnya tidak terurus tidak ada yang mengurus, kini menjadi taman yang sangat cantik dan indah, dia melihat devana sedang memejamkan matanya di kursi taman.
"wanita ini dia tidak bisa apa diam sebentar saja" gumam Raka seraya tersenyum memandangi devana.
"heii... apa kah kamu yang beresin taman ini" tanya Raka duduk disamping devana.
"hmm.. kenapa, tumben kamu pulang cepat? " tanya devana masih memejamkan matanya.
"kenapa? kamu gak seneng aku pulang cepat? "
"bukan begitu, bisanya kamu pul.. " ucap devana terpotong.
"aduh... kalian sweet banget sih" terdengar suara wanita yang tidak asing buat Raka dan devana.
__ADS_1
"aaa.. kakak ipar cantik banget" ucap Sania memeluk devana.
"aku devana"
"aduh kak, dapet daun muda dari mana? " tanya Sania.
"gak tau" ucap Raka pergi meninggalkan mereka semua.
devana dan keluarga Raka masuk ke dalam rumah, devana mamah dan Sania memasak untuk makan siang, papah dan Raka sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Raka kapan kamu kasih mamah papah cucu" tanya mamah ke Raka.
"iya kak, kalian udah itu kan" tanya Sania.
"belum" jawab Raka acuh.
"heii anak kurang ajar kapan kamu mau beri mamah cucu kalau belum melakukan itu" kesel mamah.
"Raka kamu tau kan mamah papah udah gak muda" ucap papah.
"nanti aku akan kasih, tapi gak sekarang" ucap Raka.
"lalu kapan kak" tanya Sania.
"kamu bocah gak usah ikut campur" jawab Raka datar.
"huh.. selalu aja anggap aku masih kecil, liat aja bentar lagi juga aku nikah" jawab Sania kesal.
.
.
.
bersambung..
__ADS_1
jangan lupa like, vote, and komen.
happy readings 🌷