
mereka makan bersama setelah percakapan tadi.
setelah makan keluarga Raka kembali mengumpul di ruang keluarga.
"devana keluarga kamu kemana nak, kenapa saat pernikahan mereka tidak datang" tanya mamah Raka.
"mm.. itu mah keluarga aku mereka sudah meninggal saat aku masih kecil " ucap devana sedih.
"maaf sayang, mamah tidak bermaksud membuat mu sedih" ucap mamah memeluk menantunya itu.
"kak keluarga kakak kenapa bisa meninggal " tanya Sania ikut merangkul devana.
" papah ku dulu seorang pengusaha, walaupun usahanya tidak begitu besar, tapi paman dan bibi ku selalu ingin harta keluarga ku, hari itu keluarga ku pergi keluar negri aku tidak ikut karna aku sedang sakit, saat ingin menuju Indonesia pesawat mereka mengalami kecelakaan.
saat aku tau keluarga ku mengalami kecelakaan paman dan bibi ku mengambil perusahan papah dan menendangku dari rumah"ucap devana menangis.
" ternyata dia punya kisah hidup yang menyedihkan kasihan sekali" Raka ikut sedih dalam hati.
"yang sabar yah sayang" mamah Raka memeluk devana menenangkan nya.
"kak.. tenang aja, kakak aku yang gak ada akhlak ini bakal mencari tahu penyebab kecelakaan itu, karna menurut aku kecelakaan itu tidak masuk akal" ucap Sania memegang tangan kakak iparnya.
"anak durhaka, istri mu sedang sedih bukannya kamu tenangin malah diam saja, aku melahirkan kamu bukan untuk diam saja!! " kesal mamah Raka.
"aku tidak apa apa mah" ucap devana.
"huh.. anak gak tau diri, jika sudah kehilangan baru merasa kehilangan, jika masih ada saja di sia siakan" cibir mamah Raka kesal.
"sudahlah sayng ayok kita pulang, biarkan ini rumah tangga mereka tidak usah banyak ikut campur" ucap papah Raka mengajak istri dan anak nya pulang.
"huh.. anak sama bapak sama aja sama sama tidak punya ekspresi" mamah Raka kesal lalu berlalu pergi.
"dada kakak, jangan sedih lagi ya, aku pulang dulu" pamit Sania.
setelah keluarga Raka pulang devana kedapur untuk membersihkan bekas makan mereka.
__ADS_1
Raka memandangi devana dari belakang sambil tersenyum kecil.
" aku pikir kau wanita beda tapi aku belum menyukaimu " kata Raka dalam hatinya.
"Raka apa boleh nanti sore aku pergi keluar sebentar? " tanya devana sambil terus mencuci piring.
"mau kemana? "
"aku mau kepantai liat sunset seraya memenangi pikiran" devana menatap Raka.
"aku temani"
"gak usah aku bisa ke pantai sendiri" tolak devana.
"aku tidak menerima penolakan" kukuh Raka.
"huh.. serah kamu lah" pasrah devana jika dia lawan dia juga pasti akan kalah.
"kamu akan kuliah dimana" tanya Raka.
"aku tidak tahu, tapi teman ku sudah mendaftarkan nya".
"hah?! tapi jangan kamu pikir aku wanita yang mengharapkan uang mu, aku juga bisa Membiayayakan kuliah ku sendiri" kukuh devana kesal.
"kamu istriku kamu tanggung jawab aku sekarang jadi tidak usah berpikir macam macam" jawab Raka berjalan ke kamar.
----
kini waktu menunjukkan pukul 16.00 devana bersiap siap untuk ke pantai.
dia menggunakan sweater panjang warna putih dan juga celana lepis panjang warna hitam, sepatu putih, dan rambutnya yang bergelombang dibiarkan terurai.
setelah devana siap dia mengambil tas ransel kecil berwarna hitam, lalu dia pergi kekamar suaminya.
__ADS_1
saat dikamar Raka devana melihat Raka yang tertidur di sofa dengan leptop berada di pahanya.
" sungguh aku akan mencintaimu kalau kamu tidak semenjengkel kan sekarang" devana menatap wajah Raka.
"Raka.. bangun jadi tidak mengantarkan aku ke pantai?! " teriak devana seraya mengguncang guncang badan Raka.
"hmm.. iya aku mandi dulu bentar" jawab Raka pergi kekamar mandi.
devana mengambil baju untuk Raka, dia mengambil kemeja tangan panjang berwarna hitam lalu menaruhnya di kasur.
devana menunggu Raka di ruang keluarga sambil memainkan HP nya.
Raka turun dengan sangat ganteng dengan kemeja hitamnya yang dipadukan dengan celana panjang hitam dan rambut yang disisir rapih.
"itu dia kah, dia tampan sekali seperti malaikat, ehh tunggu untuk apa aku memuji nya" bengong devana saat melihat Raka.
"jadi tidak"
"ya ayok kita berangkat" jawab devana menarik tangan Raka.
--
setelah sampai di pantai devana jalan mendului Raka, dia menatap sunset dan berhenti ditepi pantai, rambutnya yang panjang bergelombang itu tertiup angin membuatnya tambah cantik.
"kamu suka sunset? " tanya Raka berdiri di samping devana.
"aku menyukai angin pantai, pantai dan sunset, hanya sunset yang mengerti perasaan aku, saat aku sedih aku pasti akan ke sini untuk curhat ke sunset" jawab devana masih tetap menatap sunset.
"kenapa kamu tidak curhat dengan sahabat mu saja" Raka bertanya kembali.
"aku tidak mau membuat mereka memikirkan masalah ku, biarkan aku dan semesta saja yang tahu apa masalah ku" jelas devana.
ucapan devana tadi membuat Raka terdiam.
__ADS_1
jangan lupa like, vote, and komen.
happy readings🌷