
kini matahari telah berganti menjadi bulan,, bertanda malam telah tiba.
namun devana tetap asik dengan teman-teman nya, yah dia emang selalu lupa waktu kalau sedang bersama sahabat-sahabtnya
"wihh masih kepikiran gua tadi pangeran gua jalan sama siapa" tanya tifani.
"yah paling pacarnya, orang kayak mah pasti banyak cewek simpenannya" celetuk aulia.
"yoi, cowok mah emang gitu" tambah Safira.
"ihh tapi itu gua yakin ceweknya yang ke ganjenan" sahut tifani.
"jual badan kali, mangkanya dia bisa jalan sama orang terkaya,, haha" celetuk Aulia.
"woi devana,, diem aja lu.. gak seru banget" tanya Safira.
"ya gua harus ngomong apa,, harus gitu gua ikutan ngegibah bareng kalian?,, gak ikutan ngegibah aja udah dapet dosa apa lagi ikutan" kesel devana.
"kita itu gak gibah! " jawab Safira, Aulia, dan tifani bersamaan.
"wihh keren,, abis makan apaan kalian bisa kompak banget" tanya devana.
"makan hati gara-gara lu **** banget" celetuk Aulia.
"haha..
kini jam sudah menunjukkan pukul 21.00
__ADS_1
" oyy balik kuy, udah malem nih" ucap Aulia mengingat kan kalau kini sudah malam.
"yukk..
---
devana memasuki perkarangan rumah yang sangat besar, yah rumah raka yang sekarang rumah dia juga.
" kenapa perasaan gua gak enak yah" gumam devana dalam hati.
devana membuka pintu rumah pelan-pelan dia berharap si boneka es gila itu tidak ada dirumahnya.
"haha,, lampu udah pada mati berarti tuh boneka es udah tidur, aman" pikir devana seraya mengelus dadanya merasa lega.
ceklekk~
seketika keadaan rumah menjadi terang, dan memperlihatkan raka yang sedang berdiri berdacak pinggang seraya menyenderkan badannya ke dinding seperti sedang marah.
"dari mana" tanya raka dengan ekspresi nya yang sangat dingin.
"dari luar" jawab devana santai, sebenarnya dalam hatinya dia sangat-sangat gelisah dan takut.
"ngapain?!,, apa kau sudah mendapat ijin untuk keluar rumah?! " tanya raka yang sudah mulai marah dan sedikit meninggikan suaranya.
"maaf.. aku hanya bertemu dengan teman-teman ku, karna aku merasa bosan jika di rumah terus" jawab devana seraya menundukkan kepalanya karna dia merasa bersalah sudah pergi tidak bilang dan pulang malam.
"jika kau butuh uang aku punya bahkan lebih banyak dari semua cowok yang pernah kamu ajak jalan" ucap raka dengan tatapan membunuhnya.
__ADS_1
devana mendongakkan kepalanya menatap raka yang menurutnya mengucapkan hal yang bahkan dirinya tidak pernah lakukan.
"yah,, kau emang orang kaya tidak seperti diriku tapi aku tidak pernah menjual diriku demi mendapatkan uang, sedikit pun tidak pernah terpikir dengan ku tentang hal semenjijikan itu,, dan satu lagi kau orang yang berpendidikan kan jadi tolong jaga lisan anda dalam berbicara" jawab devana penuh dengan kemarahan, karna dia paling tidak suka jika seseorang berkata tidak-tidak tentang dirinya, setelah berkata itu devana langsung berjalan menuju kamarnya, meninggalkan raka yang masih terdiam mencerna perkataan devana.
"siapa yang menyuruh mu pergi" tanya raka tanpa melihat devana sedikit pun dan menghentikan langkah deva.
"mau apa lagi dia?! " kesal devana.
"kenapa, aku lelah jika tidak penting lebih baik besok saja " jawab devana tanpa membalikkan badannya dan langsung melanjutkannya langkahnya kembali.
devana memasuki kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya, dia merebahkan badannya kekasur yang sangat-sangat empuk dan nyaman.
"kenapa aku tidak pernah merasakan bahagia, disaat aku bahagia selalu ada kesedihan, bukankah setiap hujan pasti akan berhenti dan akan berganti dengan matahari, badai juga akan berhenti, tapi kenapa kesedihan ku tak pernah berhenti,, dari keluarga ku pergi aku tidak pernah bahagia apa hidupku hanya untuk kesedihan saja" ucap devana seraya menangis, menangis hidupnya yang miris.
"ibu ayah aku rindu, aku ingin kumpul dengan kalian lagi dan tolong genggam tangan ku jangan lepaskan genggaman kalian lagi" sambung devana masih menangis.
sementara raka, dia masih terdiam memikirkan perkataan devana.
"apa aku salah berkata,, haih sudahlah" cuman raka lalu pergi menuju kamarnya, saat raka ingin memasuki kamarnya tidak sengaja dia mendengar suara tangisan wanita.
"malem-malem ada suara wanita? atau jangan-jangan... " gumam raka.
"kok merinding yah,, apa jangan-jangan kuntilanak.. huaaa" sambung raka dan langsung memasuki kamarnya.
bersambung..
jan lupa like, komen, and vote kakak..
__ADS_1
maaf jika ada kesalahan dalam menulis..
dan maaf juga karna alur ceritanya mungkin terlalu terburu-buru 🙏🙏