
"sepertinya tidak usah yah. yah panji masih ada kerjaan dulu. assalamualaikum "ucap panji.
"Baiklah,waalaikumssala"ucap opa Dimas.
* * * *
Jam sudah menunjukan pukul 09.00 sudah waktunya Rayhan istirahat. Semua anak mengluarkan makanan bekal yang dibawa dari rumah. Rayhanpun mengluarkan bekal yang sudah disiapkan langsung oleh omanya.
"Hai Rayhan kau bawa apa?"ucap anak 1
"Nasi goreng nugget"seperti biasa rayhan menjawabnya dengan wajah datar.
"kau ingin makananku? " tanya anak 1
"tidak terima kasih" jawab Rayhan
"Hai kenapa kau berbicara dengan anak tidak punya ibu itu".ucap anak 2
"Benar Rayhan kan tidak punya ibu untuk apa makan bareng dengannya"ucap anak 3
"Hay kalian tidak boleh seperti itu. kata mamahku kita harus berteman dengan siapa saja"ucap anak 1
"Tapi kata mamahku kita tidak boleh berteman dengan anak itu,nanti sial ibunya saja meninggal saat melahirkannya"ucap anak 2 yang ayahnya pernah kalah tender oleh panji. mungkin karena itu orang tuanya mengajarkannya menjauhi Rayhan.
dekk. "apa aku anak pembawa sial? tapi kalo iya kenapa ayah tidak membenciku atas kepergian ibu."ucap batin Rayhan.
Rayhan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak tumpah ia tidak mau kelihatan lemah didepan siapapun. perkataan itu mampu membuat dadanya sesak. dadanya mulai naik turun menahan kesakitan hatinya. Rayhan langsung pergi begitu saja dari teman temannya ia pergi menuju taman bermain yang terletak di samping sekolah.
Rayhan duduk dibelakang pohon yang lumayan besar , ia menekuk kedua kakinya dengan tanggan bertumpuk diatas kakinya lalu menyembunyikan wajah tampannya disanah.
"salahkah aku tuhan karena lahir didunia ini hiks hiks. salahkah jika aku ingin bahagia. aku ingin seperti yang lain yang bahagia dengan ayah ibu mereka tuhan hiks hiks hika".ucap rayhan didalam hati.
hiks hiks
__ADS_1
Rayhan berusaha memberhentikan air matanya namun tidak berhasil juga. bagaimanapun ia hanya anak kecil yang berusia lima tahun. Perkataan temannya masih teringat jelas diingatannya.
puk suara tepukan dibahu rayhan. rayhan menghapus air matanya dan mendongak keatas melihat siapa yang menepuk pundaknya.
"Apa kau masih sedih"ucap anak 1 tadi
"tidak"ucap rayhan menunjukan sifat dinginnya
"kau tidak bisa berbohong matamu mengatakan segalanya"ucap anak 1
"jangan sok tau".ucap rayhan datar
"aku memang tau xixixi".ucap anak 1 itu lalu duduk disamping rayhan.
"kau tau rayhan tidak semua orang bahagia. apa yang kau lihat belum mesti itu yang terjadi seperti dipikiranmu"ucap anak 1
"kau pernah lihat anak anak yang berada dipinggir jalan. mereka berkerja untuk mencari makan ,mereka mempunyai kedua orang tua tapi hidup mereka masih penuh derita".lanjut ucap anak 1
"Sudahlah tidak usah kau pikirkan ucapan mereka, kau makan tidak minta mereka jadi tidak usah kau hiraukan. Ku tebak rayhan kau tidak mengatahui namaku"tanya anak 1 mengalihkan pembicaraan.
"memang, apa itu penting"tanya balik rayhan
"hay tentu itu penting, kau tau aku ini calon penyanyi papan atas"ucap anak 1 dengan mencondongkan sedikit dadanya.
hahahahah.. tawa rayhan pecah mendengar tingkat kepercayaan diri dari anak 1 yang begitu tinggi.kesedihannya sirna entah kemana,anak yang baru ia kenal berhasil membuatnya tertawa lepas. Anak ke 1 hanya memperhatikan rayhan dengan tersenyum.
"hentikan tawamu yang menyebalkan itu"ucap anak 1 pura pura kesal. padahal dalam hatinya ia bersyukur melihat rayhan tidak sedih lagi.
"hahaha .Baiklah baiklah"ucap rayhan sambil menghentikan tawanya.
"siapa namamu?"tanya rayhan kali ini dengan tersenyum .
"Wisnu agatha.kau bisa memanggilku dengan wisnu"jawab ana 1
__ADS_1
"Baiklah wisnu aku rayhan"ucap rayhan
"sudah tau siapa yang tak kenal dengan rayhan si supet dingin"ucap wisnu dengan memutar bola matanya jengah.
"Sudahlah kita bicara lagi nanti. sekarang masuk kelas yuk istirahat sudah selesai"ajak wisnu.
"ok "jawab rayhan jelas singkat padat.
Kedua anak itu berbicara sudah layaknya orang dewasa karena keadaan yang membuatnya. masa masa yang mereka lalui penuh dengan cibiran masyarakat. Kisah hidup wisnu tidak jauh berbeda dengan rayhan.
Ayah wisnu meninggal karena kecelakaan bruntut dijalan tol saat ia masih didalam kandungan ibunya yang berusia 4 bulan.
saat itu ayah wisnu baru pulang dari luar kota karena urusan perkerjaan. namum naas nasibnya harus meninggal ditengah perjalanan pulang. semenjak saat itu istrinya berkerja banting tulang menghidupi wisnu yang saat itu masih didalam kandungan.Menolak bantuan dari kedua orang tua, karena menganggap dirinya masih mampu.
Berjualan kue keliling kampung sampai selama 3 tahun akhirnya bisa membuat toko kue kecil kecilan dipinggir jalan.sampai saat ini sudah mempunyai 2 cabang dijakarta.
*
*
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
kisah lisa dan panji dimulai 1/2 bab lagi yak..
ππ
Hai kakak kakak ayo berbagi like, comen and votenyaπππππ
Bersambung..
__ADS_1