Player Game

Player Game
keluarga tobi


__ADS_3

Ibukota sky ini adalah salah satu kota besar di benua utama. Tempat yang indah mewah dan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi.


Masih di bagian benua utama. Kota besar bernama wind. Salah satu kota besar di benua utama yang memilik sekitar puluhan juta pemain di kota ini. Kota ini hampir sama deng kota sky, di mana kota ini di keliling hutan yang sangat luas.


Jutaan pemain memadati kota. Banyak pemain yang baru-baru ini memasuki kota besar, mereka semua mayoritas pemain indipenden/solo.


Hanya ada beberpa guild di sini, karena hanya mereka yang dapat bertahan. Setiap guild di kota ini di dukung perusahaan besar, anggota mereka di lengkapi equip berkualitas tinggi rata-rata pemain inti mereka menggunakan equip peringkat dark gold.


Guild ini bernama Black summer.


"Pemimpin guild dion. Kami telah meyelesaikan tugas, guild bernama rocks sudah kami musnakan"


"Bagus jane. Kamu memang bisa di andalkan. Sekarang selidiki area sekitar kota ini, basmi guild yang tidak ingin tunduk, semtara tiga guild yang lain akan kami hancurkan pelan-pelan"


"Baik tuan dion"


Guild black summer memiliki 15rb anggota, mereka berkuasa di kota wind. Mereka bertujuan ingin mengusai benua utama.


Tampa iya sadari banyak perusahaan besar ikut terjun di game ini dan akan menjadi lawan tangguh.


Di kota wind rata-rata pemain hanya membuat team, mereka takut membentuk guild karena persaingan sangat ketat. setiap guild baru terbentuk akan di musnakan bersama pemain yang mengikuti guild tersebut.


Kota wind sangat kejam bahkan pemain selalu di rampok saat leveling. Ini adalah kota neraka bagi para pemain, mereka tidak bisa apa-apa karena jarak antara kota besar lain sangat jauh, bahkan jika mereka nekat, mereka harus melewati monster berlevel tinggi.


Ibukota sky.


Violet masih bersedih karena takut guild akan d bubarkan. Guild miracle sudah bisa jadi penopang perusahaan, karena penghasilannya yang besar dan mitranya yang bisa di andalkan.


Miracle sekarang bisa berdiri sendiri berkat buku desan yang bisa membuat item tiruan, bahkan bisa lebih bagus. Tidak lama lagi miracle akan jadi perusahaan raksasa pertama di negara ini, dan akan menghasilkan sumberdaya yang banyak.


Tetapi ada banyak masalah saat ini menimpahnya, yang membuat violet harus menunda renaca besarnya


Setelah emosi violet meredah. Aku menyuruhnya mengumpulkan semua jenis item langka.


Aku juga mengarahkan beberapa team memasuki dungeon lv 20, yang dapat menghasilkan equip dan item-item langkah, utuk parah pemain di bawa level 25.


Di kota sky, banyak dungueon yang bisa pemain masuki. Dungeon tersebut banyak jenis dan level yang berbeda yang mana tingkat kesulitan juga sangat tinggi.


Hanya pemain yang belevel sama atau di atasnya yang bisa memasuki dungeon. Jika pemain beruntung mereka akan mendapatkan barang yang berkelas tinggi, kualitas barang yang di jatuhkan monster sangat berpengaruh pada tingkat kesulitan yang pemain pilih.


Di tingkatan normal rata-rata barang yang di jatuhkan moster berada di tingka perunggu atau silver yang peringkat paling tinggi.


Di tingkat hard rata-rata barang yang di jatuhkan monster berada di tingkat silver atau emas yang yang peringkat paling tinggu.


Di tingkat hell mode berbeda dari 2 tingkat sebelumnya, karena tingkat kesulitan hell mode sangat tinggi unutuk level yang sama dengan dungeon. Tetapi untuk barang yang di jatuhkan monster kualitasnya sangat tinggi, ada ke mungkinan menjatuhkan barang peringkat epic.


Aku menghubugi zooe, dan memintanya menemaniku bertemu seseorang di dunia nyata. Sayang zooe sibuk saat ini, karena dia sedang menjalankan tugas memata-matai perusahaan besar di kota wind. Zooe berjanji akan menemaniku minggu depan.


"Aku merasah lelah, sepertinya cairan nuttrisiku sudah habis. Aku harus logout."

__ADS_1


Aku keluar dari kabin game dan akan memulai aktifitas latihan.


Matahari bersinar cerah, hari ini sangat bagus untuk latihan berlari di luar.


Sebelum aku memulai aktifitas aku mengganti botol cairan kabinku terlebi dahulu. Setelah itu aku berjalan ke lif dan turun kelantai dasar.


Latihanku pagi ini ku mulai dengan berlari di area sekitar kota. Saat berlari, aku mengingat orang tuaku, aku merasa rindu ingin bertemu.


Mungkin setelah latiham ini aku ingin berkujung ke rumah orang tuaku.


"Tubuhku saat ini benar-benar ringan. Bahkan setelah lari 5 km


Aku masih blum merasa lelah sedikitpun."


Setelah berlari jauh, aku singgah di restoran untuk mengisi perutku yang sudah lapar, beberapa menit kemudian aku selesai dan membayar kekasir. Saat selesai aku mengcek ponsel ku. Ada notifikas dari bank yang meberihtahukan jumbla saldo ku. 1,1M.


Aku kaget sambil mulutku mengnga-nga, aku menggosok mataku berulang-ulang dan menapar pipiku.


"Auh.. sakit. Ini bukan mimpi"


Aku sangat bahagia melihat rekeningku terisi 1,1M. Biasanya paling banyak 500rb tapi kalini bahkan bisa membeli mobil.


Aku kembali ke gedung violet. Berjalan masuk ke tempat latihan.


Latihan sebenarnya ada di sini.


Aku memulai dengan pemanasan di bagian otot-ototku dlu. Taklama setela itu, ada seorang laki-laki paruh baya yang memiliki postur tubuh yang bagus, jika di lihat dari tubuhnya dia tidak tampak seperti orang tua. Dia adalah instruktur belah diri di tempat ini benama young


"Owh tuan instruktur saya arif,saya baru keluar dari kabin game"


Instruktur beladiri ini merasakan aura yang kuat keluar dari tubuhku, dia mengira aku ahlibela diri.


"Anak muda tidakah kamu ingin memperlihatkan teknik bertarung mu kepada aku"


"Aku bukan ahli beladiri maaf hehe"


"Jangan merendah, ayo aku hanya ingin melihar gerakan kamu"


Instruktur memaksaku untuk bertanding, aku menolak tetapi dia memaksa terus-terusan, aku akhirnya menerima setelah dia mengatakan, akan mengajari mengendalikan kekuatanku.


"Baiklah ayo kita mulai"


Aku tidak punya sedikitpun ke ahlian bertarung di dunia nyata, berbada dengan game, di dalam game tubuh virtual kita sudah di desain sesuai job karakter dan hanya menyusaikan gerakan saja.


Aku mencoba mengikuti gerakan di game yang sudah aku kuasai, aku mencoba mengamati situasi.


Stelah yakin, aku mulai gerakan menggertak dengan lari zig-zag agar bisa mengecohnya.


Aku memacing ke arah kiri, lalu berpindah ke kanan dan mengicar kakinya. Dia melompat dan melakun serangan udara, awalnya dia sangat cepat menghindar. Entah kenapa aku tiba-tiba melihat semua pergerkanya sangat lanbat, aku menghindari tendanannya dan lasung memegang kakinya.

__ADS_1


Dia terkejut dan merasakan aurah nembunuh yang kuat. Aku memegang kakinya dengan 1 tangan, instruktur berusaha melepaskan kakinya. Aku merasa sulit untuk mengedalikan diriku, di otak terdengar suara.


Bunuh.. bunuh..bunuh...


Aku menekan aurahku sekuat mungkin dan melepaskan kaki kepala instruktur.


Aku tidak menyangka efek dari game akan sebesar ini, akan sangat berbahaya jika tidak dapat mengedalikannya. Untungnya dalam game virtual ini sangsulit mencapai sesuatu, jika tidak ada pengetahuan di dalamnya.


"Maafkan saya kepala instruktur"


Instruktur membunkuk lalu berkata.


"Saya yang salah, karna tidak yakin dengan kekutan kamu. Sesekali mampir lah di perguruanku untuk memperdalam ilmu"


"Baiklah kepala instrustur"


Setelah latihan bertarung, aku berbicang dengan instruktur dan menberiku saran tentang gerakan mengontrol kukuatan.


Aku mencoba gerakan yang diajarkan instruktur.


Menarik nafas dan mencoba mengirim energi keseluruh tubuhku. Tiba-tiba tubuhku beruap dan meneteskan keringat, aku merasa jauh lebih tenang saat mengontrol pergerakan tubuhku.


Rasanya otakku berada dalam genggamanku.


Setiap intruksi yang ku kirim ke seluruh panca idraku, semu di respon sangat cepat.


Hari itu aku banyak di ajarkan gerakan beladiri, dan sesekali belajar teknik menguatkan fisik.


Setela latihan, aku berangka ke rumah orang tuaku. Aku tidak sabar melihat expresi mereka, aku berharap ayah tidak memarahi ku karena tidak pulang ber minggu-mingu.


Setelah sampai di perumahan aku mencari nomor rumahnya. Melihat rumah yang sangat besar, dan halamnya luas. "Apakah aku tidak salah nomor," aku mengeceknya lagi dan benar ini rumahnya.


Aku membunyikan bel.


Tingnung..


Keluar seorang wanita menggendong anak.


"Hei ana"


"Hei dari mana saja kamu. Aku kira kamu menjual organ tubuhmu untuk membeli rumah"


Saudariku meneteskan air mata bahagia, karna melihatku baik-baik saja.


Aku masuk ke rumah, tiba-tiba suasana jadi tegang tak ada suara. Ayah dan ibu menatapku deng mata tak percaya. Dia berfikir aku benar-benar sudah mati, saat orang suruhan violet datang menjempu mereka, dan meberi rumah dan uang.


Tampa sepata katapun suruhan violet lasung pergi. Ayahku lasung berfikir ada sesuatu yang terjadi padaku. Bahkan aku tak pulang berminggu-mingu.


Mereka lasung memeluku dan menangis melihatku baik-baik saja.

__ADS_1


"Ayah dan ibu bahagia melihatmu baik-baik saja nak"


Tak lama setelah itu violet menghubungiku.


__ADS_2