
*Piiiiipp*
Bunyi kloson motor a
Angga, tanda dia sudah menunggu di depan rumah..
"Heii Arif cepat bergegas nanti kita ke habisan. antriannya sangat panjang, ini hari terakhir mereka menjual gamenya."
kata Angga yang sudah tidak sabar lagi utuk mencoba game yang baru-baru ini di rilis.
Setelah aku keluar dari rumah, aku lasung menghampiri motor Angga, lalu bergegeas untuk naik dan berangkat.
Angga lasung tancap gass dengan sangat terburu-buru, sampai-sampai aku memegangnya sangat erat...
Setelah 15 menit perjalanan akhirnya kami tiba di lokasi yang kami tujuh, kami langsung masuk antrian yang panjang. aku penasaran bagai mana bentuk dari game virtual ini.
biasanya aku ahanya bermain game PC, menggukan keyboard dan mouse sebagai alat bermain. ini yang pertama kali aku mencoba bermain game menggukan helem virtual.
aku sangat penasaran bagai mana rasanya bermain game tampa keyboard dan mous.
"Angga: kamu kenapa melamun??
Pasti kamu tidak sabar yah untuk mencobanya haha.. dasar maniak game.."
"Arif: klo aku maniak game, kamu sahabatnya maniak game hahaha
Kita sama sajah, tidak usah saling menghina."
Aku menjulur kan lidah ku ke Angga, dan dia hanya membalasnya dengan tertawa sambil mulutnya menga-nga..
1 jam berlalu. antrian belum kunjung berkurang, aku sudah kepanasan menunggu dan saling berdesak-desakan. perutku mulai lapar, efek tidak sarapan di pagi hari tadi.
Sekilas aku berbalik, dan melihat sosok wanita cantik, putih, mudah dan tubuh atletis dengan rambut di ikat ke atas.
Aku menegurnya..
"Arif: hai ibu Rena."
Dia melirik ke arah ku yang melambaikan tangan di tangah-tengah antrian, dia tersenyum dan menjawab
"Rena: hai Arif kamu juga ingin membeli game virtual ini?"
"Arif: iya ibu Rena, aku dan Angga mau mencoba game ini"
"Rena:kenap kalian tidak bilang sebelunya, ayo sini ikut aku, kamu tidak usah mengantri, pemilik toko ini pamanku.."
"Arif:ah syukur lah klo begitu, ayo Angga kita ikuti ibu Rena"
__ADS_1
"Angga: ayo.."
Dalam hati ku mengucap syukur..
"Untung ada ibu Rena yang membantu, kalau tidak kita akan mengantri sempanjang hari di sini "
Angga menyahut.
"Iya untung banget, huuuu.."
Setelah mengikuti Rena menerobos antrian yang begitu panjang. akhirnya kami tiba di dalam tokoh yang sangat besar dan luas, seperti lapangang sepak bola dan terdiri dari 5 latai, di lantai pertama di pajang beraneka ragam peralatan permainan game, dalam hatiku berkata, betapa kayanya pemilik tokoh ini, semua jenis peralatan game, sampai jenis alat untuk mepercantik komputer semua ada.
"wah luar biasa"
Tapi aku sama sekali tidak meliahat alat game virtual yang sepeti aku lihat di brosur .
Tidak lama kemudian Rena memanggil kami, ke arah tangga yang menuju ke lantai dua,setelah kami melewati tangga yang menuju ke lantai dua, kami terkejut melihat alat yang begitu indah, berbenbtuk seperti sofa yang bisa di setel naik turun, dan di kelilingnya kaca yang bisa menutup sendiri.
Setelah Rena menyaksikan expresi kami yang terkagum-kagum dia tersenyum lalu menjelaskan.
"Ini adalah kabin game virtual,kalau kalian menggunakan ini kalian akan merasakan 95% kemiripan game ini seperti dunianyata. bahkan akan merangsang panca indra kalian agar dapat merasakan apa yang kalian rasakan di dalam game ini, seperti nyata.."
Aku dan Angga terkaget mendengar kata-kata dari Rena. bukan cuman krna kabinnya yang sangant bagus, tetapi harganya membuat mata kami hampir keluar.
Harganya 150jt, ini setara dengan mobil yang paling termurah, itu membuat kami merasa kecewa..
"Hahahaa.hei kalian. aku mengajak kalian kesini bukan kabin ini yang ingin ku perlihatkan, tetapi tujuna kita ada di bagian belakang ayo ikuti aku..."
Dengan hati yang berat kami mengikuti rena, yang dengan semangat membawa kami ke bagian belakang toko yang begitu luas.
Setelah sampai di ruangan yang di tujuh oleh rena. kami bergegas masuk dan di sambut oleh seorang pelayan wanita, yang tinggi dan mengunakan pakean rapi seperti seorang pekrja kantoran.
Dia menyambut kami, dan mengarahkan kami memasuki ruangan yang cukup luas itu.
Setelah kami masuk, kami melihat banyak helem game virtual, yang sesuai gambar di brosur yang aku lihat kemarin. dan ini edisi terbaru yang hanya tersisa beberapa unit, untung lah kita di arahkan oleh wanita cantik dan baik hati ini, setelah melihat-lihat kami mencoba bertanya pada pelayan yang membawa kami, berapa harga dari helem virtual ini? dan pelayan menjawab.
"10 jt." kami sekali lagi tersentak kaget karena harga yang sngat mahal.
Bagi kami penikmat game gratisan,sekali lgi kami di kecewakan oleh harga yang fantastik. T_T..
Kami bergegas keluar dan berbicara ke sahabatku.
"angga sebaiknya kita berhenti berhayal untuk memiliki helem virtual itu."
Angga menjawab.
" iyah aku juga merasa putus asah mendengar harganya,ayo kita pulang.."
__ADS_1
Tak lama seteleh kami melewati pintu. rena mengejar dan berteriak ke arah kami..
"Heii kalian mau kemana. kembali kesini, apa kalian tidak ingin memiliki helem virtual ini!!"
Aku menjawabnya dengan teriakan.
"Kami tidak sanggup mebelinya, kami akan pulng dan tidak ingin bermimpi memilikinya.."
Lalu rena menjawab.
"Kalau kalian mau, aku bisa membelinya untuk kalian, ayo kesini."
Sesat kemudian aku mendengar teriakan rena, aku berbalik dan berlari ke arahnya.aku berkata.
"Apakah aku tidak salah mendengar, perkataan kamu barusan haaa?"
"Rena: iya aku akan membili 3 sekaligus untuk kita. tapi.. ada syaratnya. kalian harus membimbing aku sampai mahir bermain game, dan membantu aku naik level.. bagai mana, setuju??"
"Angga: langsung teriak dengan semangat..
Setujuuuuuuuu..."
Dan akhirnya kami berhasil memiliki helem game virtual ini, aku berseru dalam hati "yesssss akhirnya aku bisa bermain game virtual juga."
Setelah itu kami bergegas kembali kerumah,tetapi tak lama kemudian rena memanggil kami ber dua.
"hei kalin harus tepati janji kalian yah.. dan untuk berjaga-jaga jika kalian nantinya mengabaikan aku, kalian hanya bisa bermain di warnet aku, dan helem virtulalnya di pasang di sebelah ruanganku.. ok. Ayo kita nencobanya."
Aku mengumpat dalam hatiku.
"Dasar wanita licik, dia tidak seperti wajahnya yang canti, hatinya seperti iblis yang hanya bisa memamfaatkan kami uhhhh.." cuman bisah pasrah.
tetapi aku sangant beruntung karena bertemu dengan rena, berkat dia aku bisa bermain game virtual ini.
walaupun sbenarnya aku benci mengatakannyan, tetapi ini adalah fakta, bahwa dia sangat cantik.
ditambah lagi dia kaya dan baik hati, pasti banyak pria yang menyukainya.
"ahhhhhh.. kenapa aku ini, malah melamun yang tidak jelas, sadar lah, dia sekarang boss mu, ada perbedaan jauh yang tidak bisa kau gapai"
arif berbicara kepada dirinya sendiri.
**HAI SEMUA PARA PEMBACA. TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG DI NOVEL KU, JIKA ADA KESALAHAN KATA, TANDA BACA. MOHON MAAF YAH.
JANGAN LUPA KALAU ADA MASUKAN KOMENT AJAH, BIAR KEDEPANYA PARA PEMBACA BISA LEBIH ENAK MEMBACA.
JANGAN LUPA. KOMENT, LIKE, VOTE, RATING BINTA 5. KALAU BISA SHARE JUGA YA.
__ADS_1
TERIMAKASIH SEBANYAK-BANYAKNYA**.