Player Game

Player Game
Logout


__ADS_3

Pagi yang cerah di kota sky.


Banyak pemain yang memadati kota sesaat setelah berita tentang kemenangan miracle dalam perang baru-baru ini.


Miracle saat ini dikenal sebagai guild terkuat di ibukota sky, tidak ada guild yang berani menyinggung pemain miracle saat di dalam kota maupun di area leveling.


Saat ini miracle berada di posisi puncak dan banyak pemain berbodong-bondong mengikuti tes untuk menjadi anggota miracle.


Bahkan banyak pemain dari kota lain mamasuki ibukota sky untuk mengikuti tes agar dapat menjadi anggota miracle.


Pemain ini sangat bersemangat untuk ikut tes, karena miracle memberikan manfaat yang menguntungkan bagi para pemain indipenden.


Walaupun tes yang di berikan sulit mereka tetap mencoba terus, samapai bisa lolos seleksi menjadi anggota baru miracle. Mereka tau miracle tidak hanya kuat tetapi juga loyal terhadap membernya, bahkan jika mereka meberikan kontribusi besar kepada guild akan di berikan bonus tiap kontribusi yang mereka berikan ke guild.


Sebagian beranggapan bahwa apa yang di janjikan miracle hanya sebuah rumor belaka, tetapi pada saat miracle merekrut besar-besaran pemain baru ia mengumumkan bahwa rumor yang beredar ke pemain itu benar dan tidak mengada-ada.


Para pemain miracle yang memimpin seleksi memperlihatkan betapa loyalnya miracle terhadap pemain yang meberika kotribusi.


Mereka juga mengatakan bahwa miracle memberikan pelatihan di setiap member yang berhasil mencapai elit, setiap pemain miracle memiliki kekuatan individu yang kuat, itu berkat latihan yang di berikan di dunia nyata.


Setiap pemain yang mengikuti latihan khusus harus menandatangani perjajian ke rahasian informasi guild, ini adalah salah satu cara mengikat pemain agar tidak membeberkan rahasia kekuatan miracle.


Saat ini miracle mulai membuat tempat pelatihan rahasia untuk team utama dan team inti, mereka harus merahasiakan kekuatan utama miracle, karena baru-baru ini miracle telah mengekspos pemain tangguhnya.


Di sisilain ibukoya sky, Tobi yang sibuk mecari lokasi strategis untuk kota guild telah menetapkannya, ia memilih area level 45-50 di bukit air terjun.


"Tuan, lokasi ini tidak cocok untuk level anda saat ini. Mohon untuk berfikir lagi"


Tobi menjawab ketua asosiasi pembangunan.


"Iya saya yakin memilih lokasi tersebut"


"Baiklah tuan, untuk biaya pembangunan kota anda adalah 200rb emas dan penambahan biaya untuk pejaga kota sementara, silahkan pilih penjaga kota anda"


Penjaga kota di bagi menjadi lima tingkatan, perunggu, silver, emas, emas hitam, epic.


Masing-masing penjaga memiliki harga sewa yang berbeda, karena level dan tingkatanya juga berbanding jauh.


Penjaga perunggu berharga 1 gold perminggunya, penjaga ini rata-rata berlevel 50 maximal tigkatan yang bisa dia capai adalah T2, penjaga ini hanya bisa di gunakan sampai pemain berlevel 50, karena di T2 level 50 pemain akan sangat jauh berbeda di bandikan pejaga T2.


Penjaga silver berhaga 3 gold perminggunya, jumlah penjaga ini sedikit terbatas di karenakan mereka cukup sulit untuk di temukan, penjaga peringkat siver memiliki pontensi untuk berkembang walaupun hanyanya mampu naik satu peringkat itu sudah sangat luarbiasa di bandingkan degan penjaga perunggu. Level penjaga silver berada di lv 80 dan peringkat T3

__ADS_1


Penjaga emas berhaga 5 gold perminggunya, penjaga emas sangat langkah hanya tersedia beberapa di setiap kota dan berlevel 100 di tingkat T3, potensi perkembangannya sangat tinggi bahkan bisa mencapai T5.


Sedangkan penjaga yang tersisa seperti tingkat emas gelap dan epic itu hanya ada 1 di setiap kota dan tidak akan mungkin pemain bisa menyewahnya, harga dari penjaga tersebut adalah 1000 gold perminggunya.


Harga ini sangat fantastis bagi pemain guild apa lagi pemain biasa itu sangat mustahil.


Tobi memutuskan memilih 100 penjaga tingkat perunggu, 50 penjaga tigkat silver dan 10 penjaga tigkat gold, dan mulai melakukan transaksi.


Tobi menghabiskan biaya 200rb lebih emas untuk transaksi pembangunan kota dan menerima gulungan kepemilikan.


"Tuan, kami akan segera melakukan pembanguna kota anda dan akan menyerahkan emblem hak mililk setelah kota di bangun. Kota anda akan selesain lima hari lagi, silahkan menunggu."


Setelah transaksi, Tobi bergegas keluar dan menuju kediaman guild miracle untuk menempa item dan mengubahnya menjadi equip.


"Saat ini Violet sangat butuh uang untuk membangun perusahaan guild agar dapat berdiri sendiri. Aku tidak perna menyangkan akan terlibat sejauh ini di masalah perusahaan Violet. Padahal kalau di ingat-ingat aku cuman seorang player game yang ingin bersenang-senang, kenapa aku sampai ikut campur yah.


Apa ini jalan yang di tunjukan padaku agar bisa merubah nasib keluargaku?.


Haaaaaa.. dunia ini penuh misteri"


Tak lama setelah itu, tiba-tiba sisitem bergemah di seluruh benua.


Sistem. Pembaruan game akan segera di mulai, mohon untuk para pemain yang berada dalam game untuk logut dalam waktu 10 min untuk menghidari eror pada karakter anda.


Para pemain yang mendengar pengumuman sistes bergegas keluar dari game, adapun pemain yang berada di area leveling mulai mencari tempat aman untuk logout, karena sangat berbahaya jika mereka login dan lasung di serang monster.


Tobi juga mulai bergegas dan logout dari game.


Cahaya matahari masuk melalu jendela ruang kabin Tobi dan menembus kaca pelindung kabin. Tobi mulai membuka matanya dan bangkit dari kabin game, jam menunjukka pukul 10 pagi di dunia nyata.


Saat ini game VR yang di mainakan Tobi sedang mengalami pembaruan sistem, jadi secara otomatis pemain harus logout dari game dan menuggu sampai waktu yang di tentukan game tersebut.


Tobi yang bangki dari kabin meresa fisiknya agak sedikit kaku, ia mulai berjalan menuju tempat latihan yang biasa ia gunakan.


Setelah Tobi tiba di pintu ruang pelatihan, ia di sambut lasung oleh kepala instruktur beladiri.


"Selamat pagi tuan, maafkan aku seblumnya jika pertemuan petama kita, aku sedikit lancang kepada anda."


Tobi tersenyum dan berkata.


"Aku lebih senang kamu yang dulu, jadi tolong jangan berlebihan menghormati ku"

__ADS_1


"Baiklah tuan"


Kepala instruktur terseyum dan mengajak Tobi latihan ringan.


Di tempat latihan ini, para pemain inti dan komandan berkupul untuk latihan. Untuk pemain elit dan di bawahnnya mempunya kawasan tersendiri, ini kami lakukan untuk menjaga kerahasian informasi team inti guild.


Setelah pelatihan ringan, Tobi mulai melatih gerakan bela diri, ia mulai dari memukul alat penghitung berat tinju.


Tobi mengambil ancang-acang, menarik nafas dan sedikit melepaskan tinjunya.


Pengeeeee


350 kg.


Seketikan muncul angka dan suara pukulan yang seperti tabrakan antara sesama besi. tiang dari alat tinju tersebut bergetar hebat dan salah satu baut pengikat tiang lepas.


Tobi terherang melihat kekuatan yang di lepaskannya, ia tidak percaya dengan hasil yang mumcul dan tiang yang bergetar akibat dari pukulan yang baru saja ia lepaskan.


Semua orang yang berada di ruangan pelatihan mefokuskan pandangannya ke arah sumber suara. Apa yang mereka lihat adalah Tobi yang baru saja memukul alat pengukur tinju dan mebuat tiangnya bergetar hebat.


Orang-orang yang menyasikan pukulan Tobi tak bersuara, mereka hanya melihat Tobi sambil mengnga-nga karena terheran.


Untuk ukuran berat tinju orang biasa, maximal 150 sampai 200, pukulan atlit biasa 200 sampai 250, ukuran atlit tinju atau beladiri senior akan mencapai 300 sampai 350 dan ukuran berat tinju yang lebih besar itu sudah mencapai tingkat master. Tingkat atlit tinju atau beladiri yang dapat menerobos pukulan 350 tidak dapat menggetarkan tiang alat tersebut.


Bahakan instruktur yang melitih mereka berperikat master dan dapat memukul dengan berat tinju sebesar 380 masih belum bisa mengetarkan tiang alat tersebut.


"Siap dia, kenapa begitu kuat, pukulanya hanya 350 tetapi dia bisa mengetarkan tiang!!. Dia luar biasa, mungkin kah dia komandan baru?"


Para pemain yang menyaksikan kejadian ini tidak berhenti menatap Tobi, mereka semua mebicarakn Tobi.


Hanya dalam waktu beberapa menit Tobi menjadi bahan perbincangan para anggota inti miracle.


Disislain di ruangan pelatihan, instruktur melatih Angga dan komandan lainnya.


Angga dan komdan lainya sudah jauh berbeda dari awal mereka memulai latihan ini


Mereka sekarang memilik aurah membunuh yang kuat, bahkan gerakaan reflek mereka jauh di atas rata-rata.


Tidak cuman beladiri yang mereka pelajari, bahkan kontrol aurah dan dan stamina mereka sangat stabil, miracle telah melatih mesin pembunuh yang kuat, bahkan saat ini Tobi merasa ketinggalan jauh di dunia nyata.


Tobi menyaksikan latihan para komandan miracle takjub melihat kehebatan mereka.

__ADS_1


Tobi yang ke asikan menonton latihan kawannya, tak meresakan kehadiran seorang wanita di belakangnya yang tiba-tiba memeluknya..


__ADS_2