
Kembali ke hutan terdalam di sekitaran kota ruins.
Gemuruh yang kuat terdeangar dari kejauhan. sehingga pemain yang berada di sekitarnya, menjauh dari suara gemuru dan ledakan itu.
Tebasan dewa angin... wusss duarrrr
Angin hitam.. wurrrrrr
Tiga tebasan.. peng.. peng..
3 monster ber lv 15 mati seketika, dan di dekat moster berdiri seorang pria memegang pedang hitam panjang.. dia adalah tobi.
Aku sekarang ber lv 14 sedikit lagi naik ke lv 15
Yang lain juga sudah ber lv 11, kalau kecepatan leveling kami begini terus besok kami akan masuk ke ibukota. sepertinya aku harus kluar, karena di dunia nyata sudah pagi, dan aku harus mengurus perpindahanku ke perusahaan violet. setelah sampai di kota ruins aku menuju ke penginapan terdekat dan kluar dari game.
Setelah keluar dari game. aku bergegas mandi dan bersiap-siap ketemu violet, adapun bos rena, aku sudah memberi tahukan situasinya. kami ber3 sepakat akan ikut bergabung di guild bersama-sama, dan memperkuatnya.
Setelah bersiap-siap aku keluar dari warnet. aku melihat mobil sedan hitam terparkir diepan, dua orang pria tinggi turun dari mobi, 1orang berjalan menghampiriku, yang seorang lgi berjaga di pintu mobil.
"Tuan tobi, nyonya menunggu anda di mobil."
Aku berjalan mengikuti pria itu, lalu yang satunya mebuka pintu dan mempersilahkan masuk.
Setelah masuk. aku di sambut dengan senyum manis dari seorang wanita cantik, berambut hitam terurai dan bergelobang, bertubuh seksi, dengan bibir merahnya yang mempesona, dan berpakain rapi. kira-kira umurnya sekitar 28 tahun.
"Aku tidak menyangka orang yang aku ajak kerja sama, ternyata masih sangat muda dan lumayan tampan, violet memuji dengan lembut"
Aku bertanya ke violet,
"bagai mana persiapanya.!!"
"Kami sudah mempersiapkan semuanya, tinggal menunggu kamu untuk memulainya.
Selangkah lagi kita akan jadi pengusah di game virtual ini."
Seyum yang licik muncul di wajah violet.
Setelah kami berbincang. Kami langsung berangkat ke kota tujuan.
Kami tiba di sebuah gedung besar di pusat kota.
Aku dan violet turun dari mobil, melihat di sekitar area yang luas dan gedung pencakar langit mengelilingi tempat ini.
Violet mengajak ku masuk ke gedung besar di depan ku, dia mengajak ke bagian belakang gedung, setelah sampai, bawahan violet membuka pintu dan mempersilahkan masuk.
Aku masuk dan terkejut. Di ruangan yang begitu luas terdap banyak peralatan olahraga.
"Aku melihat banya pemuda yang berolaraga disini, apakah meraka orang yang kamu rekrut?"
"Kamu sangat bagus dlam menganalisa." Sambil senyum dia berkata. " iya. mereka calon angota guild kita, sementara aku mencari instruktur untuk mereka, apakah kamu bisa menjadi istruktur sementara?
"Baiklah.."
__ADS_1
"Kapan instruktur nya tiba?"
"Besok dia sudah tiba, dia adalah atlit belah diri no 1 di kota ini, aku yakin dia bisa melahirkan pemuda berbakat untuk guild kita"
Aku mencoba sedikit olaharaga di tempat pelahitihan ini, aku merasa tubuh sangat ringan dari sebelumya. seperti yang aku duga efek dari game virtual ini berpengaruh di dunia nyata. Aku mencoba berlari dan mengetes batasan nafas ku, sambil menyuruh salah satu anggota violet untuk menghitung kecepatan lari ku.
Aku memulai berlari di lintasa 100 meter. semua mata tertuju padaku. dan.
wusss..
Mereka terkeju melihat kecepatan berlariku.
Dan torehan waktu lari yang kudapatkan.
9.detik..
Apa aku tidak salah lihat. Dia sangant cepat, Bahkan violet terkejut melihatnya.
Violet berkata dalam hati.
"Apah ini efek dari game virtual?
Baru beberapa hari saja dia sudah kelihatan menonjol, bakat yang luar biasa."
Aku berteriak ke semua orang yang ada di tempat pelatihan..
"Aku tau kalian terkejut melihat kecepatanku, tapi ini bukan sesuatu yang mustahil untuk kalian capai. Aku ingin kalian nantinya lulus tes pelatihan, setelah itu aku akan mengajari kalian teknik berlari."
Setelah berbicang tentang pelatihan, aku di ajak lasung ke lif dan menuju lantai paling atas.
Sepajang perjalan aku merasa ada sesuatu yang aneh di tubuh ku. Semua indraku terasa aktif dan merespon setiap gerakan dan suara.
Aku berfikir sejenak. Setelah aku bermain game semalam, aku mulai merasakan hal aneh seperti saat berjalan. seakan-akan tubuh ku seperti kapas yang tidak meberikan beban ke kaki ku. Aku harus mencoba melati tubuh ku agar terbiasa.
Untung gedung ini meyediankan semua yang aku butuhkan, mulai dari tempat latihan dan suplemen untuk membantu fisik agar tetap bugar.
Setelah sampai di lantai atas, aku melihat ribuan kabin game yang berhaga ratusan juta.
Ini sesuatu yang tidak mampu aku lakukan, aku merasa ini pemborosan, andaikan uanganya untuk ku, aku bisa membeli rumah baru untuk keluarga ku hehe..
"Maafkan aku jika kamu merasa ini terlalu sedikit, karena kabin game ini stoknya sangat terbatas. aku berjanji akan membeli lebih banyak lagi nanti."
"Nyonya violet ini sudah lebih dari harapanku.
Bahkan aku berfikir bahawa ini terlalu berlebihan jika hanya utuk bermain game."
Violet terseyum, dan berkata.
"Aku ingin hasil yang terbaik, dan untuk mencapainya, harus ada yang di korbankan. jadi aku meyiapkan kabin ini untuk pemain terbaik seperti kamu.
Aku ingin kamu membantuku, memperlihatkan kepada orang-orang sombong hasil yang kita capai di masa depan."
Setelah melihat-lihat kabin, violet mengajak aku berjalan-jalan di pusat kota, untuk membelikan ku pakaian dan sedikit cuci mata.
__ADS_1
"Setelah smapai di toko baju aku bertanya. Bagai mana pendapatmu tentang penampilan ku nyonya?"
"Bagus. Sekarang kamu layak berdiri di sampingku."
Vioelt menarik ku lalu menyadarkan bahuku ku ke dadanya. Aku terkejut dengan perilakunya yang tiba-tiba.
Dia hanya tersenyum.
Setelah berkeliling di pusat kota, kami kembali ke gedung. aku memuali latihan untuk meyegarkan fisik ku, setelah latihan aku merasa aurah dari tubuh ku makin tidak terbendung, sensai yang sangat luar bisa..
Aku mulai melangkah menuju kabin yang berda di ruang kusus. Kabin game ini sangat berbeda dari helem yang biasa ku gunakan.
Di kabin ini, ada botol cairan nutrisi yang mampu megantikan asupan nutrisi yang di butuhkan tubuh. Jadi kabin ini bisa dugunakan berhari-hari tampa harus kluar dari game.
Kabin terbuka otomatis dan mulai menyala.
Aku masuk dan berbaring, kabin menutup dan mulai mengeluarkan cahaya yang menyapu tubuhku.
[Sistem]: komfismasi ID selesai
Aku masuk ke game. Kenap sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya. Tubuh jauh lebih ringan, aurahku menarik perhatian orang-orang.
Aku mulai jadi pusat perhatin, dan berusaha menekan aurah yang keluar.
Aku berjalan ke tokoh equip dengan cepat, dan membeli jubah penekan aurah dan dapat menyembuyikan lv. Lalu aku berjalan menuju restoran tempat biasa kami bertemu.
Mereka sudah berkumpul. Violet sudah berhasil merekrut 3 rubu anggota, mereka semua dikirim ke hutan bagian dalam untuk leveling.
Violet melirik dan melambaikan tangan.
"Tobi... aku disini."
"Hei.. nyonya violet."
"Apa recanamu hari ini?"
"Kita akan menyerang dungeon lv 10.
Aku butuh 50 orang ber lv 10"
Violet mengrutkan alisnya dan berkata.
"Dimana kamu menemukan porta dungeon.
Orang-orang ku sudah mencari informasi, tapi tidak menemukan portal."
"Anda tenang saja, hanya aku yang tau portal ini.. ayo"
Setah mengumpulkan 50 anggota tim, aku membagikan equip lv 10 ke mereka dan langsung ke portal.
Angga,rena,dan violet ikut serta di party team.
"Ayo msuk." Semua mulai ikuti memasuki portal dan aku memilih kesulitan hell mode..
__ADS_1