Plot Twist Transmigration

Plot Twist Transmigration
Bagian 1: awal mula


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


"Aubrey!"


Seorang wanita berambut pendek itu menoleh, dia tersenyum dan berlari mendekati para teman-temannya.


Namun naas, saat dirinya sedang berlari tiba-tiba saja seseorang mendorongnya sehingga dia tercebur ke dalam kolam renang.


BYUR!


"AUBREY!"


Bisa Aubrey lihat, mereka mendekati kolam renang dengan menatap Aubrey khawatir. Tidak ada yang menolong nya sama sekali, sampai akhirnya ada seorang pria yang menceburkan dirinya.


Aubrey ingat dengan jelas pria itu, walau samar-samar tapi dia paham siapa pria tersebut.


"Bara."


Setelah menggumamkan nama itu kesadaran Aubrey terenggut.


***


"HAH ... HAH ... HAH!"


Aubrey terbangun dengan nafas tersenggal, dia menduduki dirinya dan langsung melihat ke sekitar kamar itu.


"Ini ... Dimana?" Gumam Aubrey.


Aubrey pun melirik ke arah pintu yang sedang di buka, netranya mengernyit bingung ketika melihat seorang pria masuk sambil menatap datar ke arahnya.


"Cepatlah bersiap, kita akan berangkat sehabis ini," ujar pria itu dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban Audrey.


Aubrey sedikit bingung, ia menatap sekeliling. Tubuhnya terasa berbeda, tatapannya pun beralih pada perutnya.


"I ... Ini, kok bisa gede? Gue melendung ama siapa?!"


Aubrey pun mulai panik, wajahnya semakin pucat. Kegelisahan melanda dirinya, sampai saat matanya menatap cermin rias dan melihat pantulan wajahnya di sana.


"AAAAAA!"


CKLEK!


"Apa-apaan kau teriak seperti itu?!" Sentak pria itu sambil mendekati ranjang Aubrey dengan sedikit kesal.


Aubrey menatap takut pria itu, dia memundurkan badannya sampai menubruk kepala ranjang.


Keringat sebiji jagung membasahi pelipisnya, wajahnya pun terlihat sangat pucat.


"Hei, kau kenapa?" ujar pria itu dengan panik.


Pria itu tambah khawatir saat Aubrey mencengkram kuat perutnya, pria itu langsung menarik tangan Aubrey yang mencengkram perut buncitnya.


Tak lama kesadaran Aubrey menghilang, dengan sigap pria itu menahan tubuhnya yang akan limblung.


Pria itu bingung, tatapannya beralih menatap pintu dan berteriak.


"VICTOR! CEPAT KESINI!"


Setelah berteriak, tak lama masuklah seorang pria bernama Victor. Pria itu memakai jas dokter serta kaca mata berjalan menghampiri pria tersebut.

__ADS_1


"Kenapa dia seperti ini lagi? Apa kau kembali menekannya hah?!" Sentak Victor.


"Kau kira aku akan melakukan kesalahan dua kali huh?" Kesal pria tersebut.


Victor mendengus sebal, dia mengusir pria tersebut dan merebahkan Aubrey.


"Nyatanya kau selalu mengulang kesalahan," ujar Victor menyindir pria itu.


Sedangkan di alam sadar Aubrey, dia tengah berada di sebuah taman. Entah dimana, Aubrey pun tidak tahu.


"Dimana lagi ini gue," ujar Aubrey dengan nada lirih.


Saat Aubrey berjalan, dia melihat seorang wanita berpakaian bagus sedang berlarian tak tentu arah.


Aubrey semakin merinding, apalagi ketika tangannya di genggam oleh seseorang.


"HAAA!"


"Husstt, tenanglah. ini aku,"


Aubrey masih memegang dadanya karena terkejut, apalagi ketika melihat tangannya yang di pegang oleh wanita itu.


"Jangan takut, aku tak akan menyakiti mu," ujar wanita itu.


"Setan?" Tanya Aubrey.


Tiba-tiba saja wanita itu tertawa, Audrey yang melihat keanehan pun sedikit menjauh.


"Aku Alana, salam kenal Aubrey," ujar wanita itu.


"Ngapa ni setan jadi kenalan ama guee ....," Gumam Audrey.


"Aku titip Revan padamu, ku mohon sayangi dia. Maaf telah membuatmu berada di posisi sekarang, tapi sungguh aku melihat aura berbeda darimu sehingga aku bisa menarikmu untuk menjaga Revan," ujar wanita itu dengan suara sedih.


"Revan siapa?" Heran Aubrey.


Bukannya menjawab, wanita itu malah mendekati Aubrey dan mengetuk keningnya.


Mata Aubrey terpejam, dia kembali terbangun dan ternyata ia sudah berada di ruangan tadi kembali.


"Cepatlah bangun, kau merepotkan!" ujar pria tadi dengan ketus.


"THEO!" peringat Victor.


Audrey menatap pria bernama Theo itu, dia heran dengan siapa pria yang berkata ketus padanya.


"Bara,"


Aubrey tersadar, ia mencari Bara di sekeliling ruangan. Bara adalah adiknya, hanya saja dia membenci adiknya karena orang tuanya yang lebih sayang pada Bara di bandingkan Aubrey.


Terlihat, wajah Victor dan Theo terkejut. Mereka saling tatap dan kembali menatap Aubrey yang kini telah duduk.


"Selingkuhanmu?" Tanya Theo sambil menaikkan satu alisnya.


Aubrey mendelik menatap Theo, pacar pun dia tidak punya.


"Adikku!" Bentak Audrey.


Theo mengerutkan alisnya. " Adik? Perasaan kau anak tunggal, adik dari mana? Apa kau tahu dia punya adik?" bingung Theo dan bertanya pada Victor.

__ADS_1


Victor menggeleng, dia pun mendekati Aubrey dan mengecek keningnya menggunakan telapak tangan.


"Apakah masih pusing?" Tanya Victor.


"Enggak, bawa gue pulang. Gue gak mau disini!" ujar Audrey dengan lirih.


"Ya ini kita mau pulang, pake acara jatuh di kamar mandi ... Ngerepotinkan jadinya!" Sindir Theo.


Aubrey yang mendengar itu semakin bingung, dia teringat jika wajahnya berbeda di tambah mimlinya tadi.


"Enggak, gue enggak jatuh di kamar mandi. Tapi gue kecebur ke kolam," ujar Audrey.


Theo semakin bingung, karena tak biasanya Audrey memakai bahasa lu-gue padanya.


"Inget namamu siapa?" Tanya Victor yang berusaha memahami kondisi Aubrey.


Aubrey tak menjawab, dia melihat sekelilingnya memastikan sesuatu.


"Bener nih, fiks gak salah lagi. Gue transmigrasi, terus ... Jawabnya apa dong?"


Aubrey tambah di buat linglung, melihat hal itu Victor menghela nafasnya dan menatap Theo dengan pasrah.


"Amnesia, istri lu amnesia," ujar Victor.


Mendengar kata istri seketika ia melihat Theo, tatapan keduanya bertemu. Entah mengapa Aubrey merasakan debaran di jantungnya, tetapi wanita itu tak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Oke, Alana ... Nama kamu Alana," ujar Victor menerangkan namanya.


Aubrey mengangguk paham, biarlah mereka menyangka jika Aubrey amnesia. Yang penting dirinya bisa menjauh dari pertanyaan keduanya.


"Victor, ikut gue!" Titah Theo dan menarik Victor keluar dari kamar itu.


Setelah kepergian dia pria itu, Aubrey turun dari ranjang. Dia mendekati cermin dan menatap pantulan dirinya di sana.


"Emang mirip sih ama tubuh asli gue, ya 11 12 lah," ujar Aubrey.


"Tapi di mimpi gue, bukan ni cewe yang nemuin gue. siapa yah?" Bingung Aubrey sambil mengetuk dagunya.


Aubrey teringat akan pesan wanita itu, dia menyuruhnya untuk menjaga Revan.


"Revan, Revan siapa sih? Pacar? Sua ...,"


"WAIT! Suami, tadi ... Cowok tadi ... Hahaha bercanda, gak mungkinlah. masa umurnya masih muda begitu, kayak anak kuliahan. Eh tapi muka gue ini masih muda juga loh, tapi perasaan tuh cowok namanya Theo deh kalau gak salah. Terus, Revan siapa lagi?"


Aubrey mengacak rambutnya, dia bingung sebenarnya dia ada dimana. Bagaimana nasib tubuhnya dan juga mengapa ia berada disini.


"Mau pulang hiks ... Mau ketemu Bara," ujar Aubrey dengan lirih.


"Udah selesai ngomongnya?"


Aubrey terkejut, sontak saja ia membalikkan badannya dan melihat Theo yang sedang menatapnya datar.


"Aku bosan melihat kau melamun," ujar Theo dan berjalan masuk.


Aubrey menjauhi Theo, hal itu membuat pria itu kebingungan. Karena tak biasanya istrinya itu menjauh, tetapi ia tak tahu jika Aubrey yang tengah menempati raga itu.


"Ada apa denganmu? Apa karena aku membentakmu jadi kau marah dan menjatuhkan diri di kamar mandi? Bukan hanya otakmu yang bergeser, tapi tingkah lakumu juga membuat otakku ikut bergeser," ujar Theo.


Aubrey mengerucutkan bibirnya, Theo yang melihat itu mendadak terdiam. Kenapa wajah Aubrey sangatlah lucu dan imut, apalagi dengan tubuh yang berisi karena kehamilan.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" Batin Theo.


__ADS_2