Possesive Jung Jaehyun

Possesive Jung Jaehyun
Bagian 24: Taeyong Vs Jaehyun


__ADS_3

Tanpa kalian ketahui ada seseorang dari arah pintu ruang tamu menatap nyakang ke arah mereka berdua


"lepaskan tangan anda dari pacar saya" Ucap Seseorang itu dengan dingin


Sontak mereka berdua melihat ke arah dan mendapatkan Jaehyun yang sedang berdiri tegak dengan muka yang sangat dingin dan datar


Dinda dapat merasakan aurah dari mereka berdua benar-benar menakutkan


"Om Jaehyun? " Gumam Dinda menatap ke arah Jaehyun yang berjalan ke arah nya


****


Dinda langsung mencoba melepaskan cengkeraman tangan Taeyong di bahunya dan akhirnya berhasil


Sesampainya Jaehyun di depan Dinda dia langsung menarik tangan Dinda untuk berdiri di belakang nya


"Siapa anda dengan beraninya menyuruh pacar saya untuk menjauhi saya? " Tanya Jaehyun datar


Taeyong lebih memilih tidak menjawab pertanyaan dari Jaehyun itu" Dinda sini kamu, gak usah dekat-dekat lelaki berengsek seperti dia" Ucap Taeyong ketus dan mencoba menarik tangan Dinda untuk berdiri di sisinya


Jaehyun tidak membiarkan Taeyong menyentuh tangan Dinda, dia langsung menepis kasar tangan Taeyong


"SUDAH SAYA BILANG JANGAN SENTUH PACAR SAYA " Bentak Jaehyun dengan muka yang memerah menahan emosi


"LO CUMA PACAR DINDA SEDANGKAN GUE SAHABAT DINDA DARI SEJAK DIA PINDAH KOREA "Bentak Taeyong tak kalah keras juga


Jaehyun tersenyum remeh mendengar penjelasan dari Taeyong" Sahabat yang suka dengan sahabatnya sendiri, dengar ya lo itu gak pantes buat Dinda, bahkan jadi sahabatnya pun lo gak cocok" Jelas Jaehyun dengan sinis


Muka Taeyong memerah mendengar ucapan Jaehyun " Kurang ajar! " Ucap Taeyong


BUG


Dengan tiba-tiba Taeyong meninju rahang Jaehyun, sedangkan Jaehyun yang tidak siap menerima pukulan pun terjatuh


"OM JAEHYUN" Pekik Dinda saat Jaehyun mendapatkan pukulan dan membantu Jaehyun berdiri


"Gak usah khawatir, aku ngak apa-apa" Ucap Jaehyun saat berhasil berdiri


Pukulan Taeyong emang cukup kuat tapi bagi seorang Jung Jaehyun pukulan tadi belum seberapa baginya


BUG


BUG


Jaehyun langsung meninju rahang Taeyong sangat keras dan Taeyong yang tidak mau kalah pun balik memukul Jaehyun


Dan posisi mereka sekarang sudah tertidur di lantai dengan Taeyong yang di bawah, posisi Taeyong sangat mengkhawatirkan


"OM JAEHYUN, TAEYONG CUKUP " Teriak Dinda dengan kencang


Dinda mencoba menarik Jaehyun menjauh dari Taeyong, pasalnya keadaan Taeyong sudah benar-benar kacau


"LEPASIN SAYANG AKU MASIH MAU NGEHAJAR DIA" Teriak Jaehyun dan mendorong badan Dinda untuk menjauh dari nya dan berhasil


BUG


Sekali lagi pukulan Jaehyun mendarat di perut Taeyong dan langsung membuat Taeyong terbatuk-batuk

__ADS_1


"TAEYONG!! " Teriak Dinda dan menghampiri Taeyong yang sudah tergeletak dengan lemah


"Ngapain kamu nolong dia Dinda! " Bentak Jaehyun tidak terima kalo Dinda membantu Taeyong


"Om bener-bener udah gila ternyata, tega banget om ngehajar Taeyong sampai segininya" Ucap Dinda menatap Jaehyun tidak suka


Dinda meletakkan kepala Taeyong ke pangkuan nya " Taeyong jangan pingsan " Ucap Dinda sambil menepuk pipi Taeyong dengan pelan


"DINDA SINI KAMU! " Teriak Jaehyun mendekat ke arah Dinda dan mencoba menarik tangan Dinda


"Lepasin om!" Ucap Dinda menyentak tangan Jaehyun dengan kencang


Dari arah lantai dua terlihat Mama Anita dan Papa Jaerim yang berlari menuruni anak tangga untuk menghampiri kalian


"ASTAGA ADA APA INI? " Teriak Papa Jaerim terkejut saat melihat keadaan mereka bertiga yang benar-benar kacau


Jaehyun hanya diam dengan tangan mengepal dan mukanya masih memancarkan emosi


"Dinda kamu bawa Taeyong ke kamar kamu nanti Mama telpon dokter pribadi kita " Ucap Mama Anita


"Iya ma" Dinda menganggukan kepalanya dan mencoba membawa Taeyong ke kamar nya


"Nanti kamu turun ke bawah lagi, Papa mau minta penjelasan dengan kalian berdua " Ucap Papa Jaerim


****


Dinda langsung berjalan dan memapa Taeyong untuk di bawa ke kamar nya


"Taeyong aku mohon jangan tutup dulu mata kamu, kita sebentar lagi sampai di kamar aku" Ucap Dinda khawatir saat melihat mata Taeyong yang hampir terpejam


Dengan cepat Dinda membuka pintu kamar nya dan langsung menidurkan Taeyong di atas kasur nya dengan pelan


Dinda menangis melihat Taeyong yang tidak mau membuka mata nya, dia takut kalo Taeyong akan meninggalkan nya


"Kamu tunggu dulu aku mau turun ke bawah sebentar " Ucap Dinda sambil mencium dahimu Taeyong


Dinda berlari menuju lantai satu dia benar-benar khawatir dengan keadaan Taeyong sekarang


"MAMA MANA DOKTER NYA" Teriak Dinda saat sampai di ruang keluarga


"Iya sayang tunggu dulu sebentar ya, dokter Kim sebentar lagi dateng kok" Ucap Mama Anita menenangkan Dinda


"Kamu tenang dulu Dinda" Ucap Papa Jaerim


"Gimana aku bisa tenang kalo keadaan Taeyong sekarang " Ucapan Dinda terputus karena dia tidka dapat melanjutkan kata-kata nya


Mama Anita yang melihat Dinda seprustasi itu langsung memeluk nya dengan erat" Sayang tenang dulu" Ucap Mama Anita


Jaehyun hanya diam sedari tadi, dia masih mengatur emosi nya pasalnya dia masih saja emosi


Tiba-tiba dari arah pintu terdapat Supir pribadi Papa Jaerim dengan seseorang berseragam putih yang tak lain adalah Dokter Kim


"Dokter ayo cepet kita keatas" Ucap Dinda berdiri dari duduknya dan menghampiri Dokter Kim


"Iya kamu tenang dulu Dinda " Ucap Dokter Kim sambil menenangkan Dinda


"Sayang kamu tunggu disini aja sama Papa biar Mama yang nemenin Dokter Kim" Ucap Mama Anita

__ADS_1


"Ngak mau aku mau nemenin Taeyong" Tolak Dinda dna Jaehyun menatap nyalang Dinda


"Dinda di sini aja sama aku! " Perintah Jaehyun yang sedari tadi diam dengan nada bicara yang dingin dan datar


dinda yang mendengar ucapan dari Jaehyun pun tersadar kalo masih ada Jaehyun di rumah nya" INI SEMUA GARA-GARA OM TAU GAK" Bentak Dinda kepada Jaehyun


"kenapa salah saya? Slain temen kamu itu yang udah ngehasut kamu buat ngejauh dari aku" Jawab Jaehyun


"DASAR OM-OM GAK PUNYA HATI" Teriak Dinda kencang dan Jaehyun hanya menaikan bahunya dan bersikap acuh


"Tenang Dinda tenang, kamu tunggu disini ya" Ucap Mama Anita


Dengan terpaksa Dinda menuruti permintaan Mama Anita untuk tetap tinggal di ruang keluarga dan duduk di samping Papa Jaerim


Papa Jaerim mengelus bahu anaknya supaya lebih tenang " Tarik napas terus buang" Perintah Papa Jaerim dan Dinda menurut


"udah lebih tenang sayang? " Tanya Papa Jaerim dan Dinda menganggukkan kepalanya


"Jaehyun sekarang coba kamu jelasin ke saya, kenapa kamu bisa ngehajar Taeyong sampai segitunya? " Tanya Papa Jaerim


Jaehyun menghembuskan nafas nya sebelum memulai caerita" Jadi gini, saya mendengar kalo lelaki itu"


Ucapan Jaehyun terpotong karena Dinda "Dia yang om sebut itu ada nama, namanya Taeyong bukan lelaki itu" Ucap Dinda ketus dan Jaehyun menatap tajam ke arah Dinda


"sayang kamu diam dulu ya, biarin Jaehyun jelasin ke Papa" Ucap Papa Jaerim


" Saya mendengar kalo dia Taeyong sahabat Dinda itu sudah ngehasut Dinda untuk menjauhi saya dan dia tidak terima kalo Dinda memilik hubungan dengan saya" Jelas Jaehyun


"Terus? " Ucap Papa Jaerim


"Saya gak terima dengan omongan dia" Ucap Jaehyun


"Ya om juga harus mikir dong, keadaan Taeyong tadi udah gak bisa melawan om lagi dan om malahan mukul dia terus menerus " Ucap Dinda ketus


"Kok kamu jadi ketus gini jawab nya, aku gak suka ya Dinda " Ucap Jaehyun tidak terima


"Sudah-sudah kalian diam pusing Papa lama-lama" Ucap Papa Jaerim


Didna mendengus kesal dan mengalihkan pandangan nya ke arah tangan rumah nya dan tak lama itu terlihat Mama Anita turun bersama Dokter Kim


Dengan cepat Dinda menghampiri Mama Anita yang masih di tangan " Mama gimana keadaan Taeyong?" Tanya Dinda


"Mendingan kamu dengar langsung dari Dokter Kim" Ucap Mama Anita berjalan menghampiri Suaminya


Dinda mengalihkan pandangan nya ke arah Dokter Kim" Dokter Kim gimana keadaan Taeyong, dia ngak apa-apa kan? "Tanya Dinda cemas


"Luka di tubuh Taeyong cukup banyak Dinda dan cukup parah apalagi ada luka dalam nya yang ada di dada nya, sepertinya dia habis tertabrak mobil atau terjatuh dari motor? " Jelas Dokter Kim


"Iya Dokter sebelum Taeyong ke sini tadi dia jatuh dari motor, tapi dia gak bilang ke saya kalo dia ada luka di dadanya " Ucap Dinda yang sudah menangis


"Sebaiknya Taeyong di bawa ke rumah sakit agar keadaan nya cepat membaik " Ucap Dokter Kim


"Tapi Dokter, Taeyong itu gak suka di bawa ke rumah sakit kalo dia lagi terluka ataupun sakit" Ucap Dinda


"Ini demi kebaikan Taeyong Dinda" Ucap Dokter Kim


"Yaudah Dokter, ayo kita bawa Taeyong ke rumah sakit" Ucap Dinda

__ADS_1


Dokter Kim mengganguk senang" Bagus, Dokter akan telpon pihak rumah sakit untuk menyiapkan ruangan untuk Taeyong" Makasih Dokter


"sama-sama Dinda, kalo gitu Dokter permisi pulang dulu" Ucap Dokter Kim


__ADS_2