Possesive Jung Jaehyun

Possesive Jung Jaehyun
Bagian 6: Menangis


__ADS_3

Setelah mendengarkan cerita Dinda tadi emosi Taeyong sudah tidak bisa di bendung lagi


"Kasih tau aku alamat rumah om itu" Ucap Taeyong sambil menahan emosi


"Ehh. Mau apa? " Tanya Dinda bingung


"Aku mau ngehajar tu om-om,berani banget dia ngancam kamu kayak gitu" Ucap Taeyong


"Gak usah Taeyong" Dinda tau Taeyong bakalan kalah kalo melawan Jaehyun


"Aku gak terima Dinda! " Bentak Taeyong dengan keras


Semua yang ada di situ kaget melihat Taeyong yang begitu emosian


"Lo kenapa sih, lo enggak pernah sampe se emosi ini" Tanya Jennie, Taeyong hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Jennie tangannya mengepel siap untuk memukul orang dan jangan lupa dengan nafas yang memburu


"Udah biar aku aja yang ngurus masalah ini" Ucap Dinda berusaha menenangkan emosi Taeyong


"Tapi Dinda dia itu udah kelewatan sama kamu, baru ketemu aja udah main ngancam dan itu.. " Ucapan Taeyong terpotong saat Dinda menggenggam salah satu tangan Taeyong yang mengepel itu dan mengusap lembut hanya itu yang bisa membuat Taeyong tidak emosi lagi


"Kamu tenang aja ya, aku gak bakal lemah cuma gara-gara ancaman om itu " Ucap Dinda berusaha meyakinkan Taeyong


"Tapi Dinda kamu gak bakal bisa ngelawan dia sendiri " Ucap Taeyong menatap mata Dinda sendu ada ke khawatiran yang dapat Dinda Lihat di mata Taeyong


"Kamu percaya kan kalo aku gak bakal lemah" Tanya Dinda


Taeyong hanya menghela nafas dengan kasar dan menggangukan kepalanya " Aku percaya sama kamu tapi kamu harus hati-hati, aku gak mau kamu kenapa napa"


Dinda hanya menganggukkan kepala "Percaya sama aku oke"Ucap Dinda dan membuat teman-teman nya menatap heran


Taeyong dan Dinda itu sangat dekat bahkan banyak yang mengira kalo mereka berdua itu pacaran karena gaya bahasa mereka berdua dan keromantisan mereka saat bersama


****


"Eh sayang udah pulang, sini duduk dulu di samping mama" Ucap Mama Anita dan Dinda langsung duduk di samping mamanya


"Gimana kuliahnya? " Tanya Mama Anita


"Enggak gimana-gimana ma, kayak gitu aja" Jawab Dinda


"Mama mau ngomong sama kamu " Ucap Mama Anita dengan serius


"Dari tadi mama udah ngomong loh" Ucap Dinda sambil memakan kue kering yang ada di atas meja tersebut


"Mama lagi serius loh sayang" Ucap Mama Anita


" Iya-iya mama mau ngomong apa? " Tanya Dinda sambil menatap ke arah mama nya dan masih memakan kue kering tersebut


"Mama mau kamu lebih dekat lagi sama Jaehyun " Ucap Mama Anita


Mendengar ucapan mama Anita barusan , membuat Dinda langsung terbatuk " Deket gimana maksud mama? " Tanya Dinda


"Iya mama mau kamu lebih mengenal Jaehyun pacaran misalnya " Jawab Mama Anita


Dinda berdecak kesal "Ma aku gak mau lagi berurusan sama itu om-om" Saut Dinda dengan kesal


"Sayang"Panggil Mama Anita


"Gak mau ma, yaudah aku mau ke atas dulu mau istirahat "Ucap Didna dan langsung pergi meninggalkan Mama Anita sendirian


Mama Anita hanya menghela nafas saat Dinda menolak permintaan nya


Sesampainya di dalam kamar Dinda langsung menidurkan badan nya di kasur sambil berbicara


"Apaan sih mama, udah tau kalo gue udah kesel banget tu sama om-om" Omel Dinda saat sudah masuk ke dalam kamar


"Siapa lagi ini yang chat" Ucap Dinda sambil membuka Hp nya dan langsung membulatkan mata saat melihat siapa yang mengirimkan pesan dirinya .


"Ini om-om kenapa suka banget ngeganggu sih, gak yau apa kalo gue capek" Ucap Dinda


Via whatsapp


Om-om pedofil


• Sekarang saya mau kamu siap-siap


Dinda

__ADS_1


•Siap-siap apaan sih om, gak jelas tau banget


Om-om pedofil


• Aku kasih waktu 5 menit buat kamu udah siap-siap


•Kalo lebih dari 5 menit aku bakalan ngehajar teman kamu yang berusaha berurusan dengan saya


Dinda


•Maksud om apaan sih?


Om-om pedofil


• Tik tok waktu kamu terus berjalan loh


Dinda langsung melemparkan ponsel nya ke sembarang arah


"Sial banget ni om-om" Ucap Dinda tanpa membalas pesan dari Jaehyun , yah yang mengirimkan pesan itu adalah Jaehyun dan Dinda menamai kontak nya dengan nama 'om-om pedofil'


Dinda angsung bersiap-siap, ia tidak mau kalo teman teman nya juga berurusan dengan Jaehyun cukup dia saja jangan temannnya, itu yang ada di pikiran Dinda


Setelah selesai Dinda langsung turun kebawa dan melihat Jaehyun yang sudah duduk di samping mama Anita sambil mengobrol


"Sayang kok lama banget sih, ini Jaehyun udah lama nunggu kamu ?" Tanya Mama Anita


"Gak apa tan Baru 10 menit kok, gak masalah nunggu aku mah nunggu Dinda lama-lama" Jaehyun menjawab ucapan Mama Anita dan matannya menatap ke arah Didna


"Yaudah sana kalian pergi nanti keburu malem" Ucap Mama Dinda


"Kalo gitu kita berdua pergi dulu" Ucap Jaehyun berpamitan


"Aku pergi dulu ya ma" Ucap Dinda sambil berpamitan kepada mama Anita


Sekarang Dinda dan Jaehyun sedang dalam perjalanan entah menuju ke mana soalnya Jaehyun tidak memberi tau Dinda mau pergi ke mana


"Mau kemana sih om? " Tanya Dinda dengan kesal saat sudah duduk di samping Jaehyun


"Nanti kamu juga tau" Jawab Jaehyun. Dinda hanya berdecak kesal dan langsung menyandarkan badannya kursi di mobil


Sekitar satu jam pelajaran akhirnya kalian sampai di depan rumah Jaehyun " Loh kok ke rumah om sih? " Tanya Dinda bingung


"Kamu mau tetap di mobil apa turun? mobil nya mau saya kunci" Sambung Jaehyun dari luar mobil


Dengan cepat Dinda keluar dari mobil Jaehyun


" Ihh dasar om-om ngeselin" Gumam Dinda sambil menyusul Jaehyun yang sudah masuk ke dalam rumah nya


Setelah masuk ke dalam rumah Jaehyun Dinda dapat melihat Jaehyun yang sedang duduk santai sambil menonton acara yang sedang di siarkan


" Buatkan makanan, aku lapar" Perintah Jaehyun


"Masak sendiri apa susahnya, gue bukan Pembantu lo ya om" Jawab Dinda dan duduk di sofa yang sedikit jauh dari Jaehyun


"Masakin saya makanan atau kamu saya cium" Ucap Jaehyun sambil tersenyum smirk


"Dih jijik najis gue om" Ucap Dinda


"Mulut kamu ini, yaudah kamu tinggal pilih mau masakin aku atau kamu aku cium " Ucap Jaehyun


"Yaudah" Jawab Dinda


"Yaudah apa? Kamu milih saya cium" Goda Jaehyun menaik turunkan alisnya


"Shitt! Gue lebih memilih masak dari pada lo cium" Jawab Dinda dengan kasar dan berdiri


"Bener-bener mau saya cium mulut kasar kamu itu" Ucap Jaehyun sambil berdiri


Dinda memutar kan kedua mata nya dengan malas saat mendengar ucapan Jaehyun


"Mana dapur nya" Tanya Dinda dan Jaehyun langsung menunjukkan arah dapur


Dinda berjalan menghentaki kaki dengan kesal. Setelah sampai di dapur Dinda langsung membuka kulkas punya Jaehyun dan memasak bahan yang ada didalam kulkas


Satu jam sudah Dinda berkutik di dapur membuay makanan tapi kamu juga belum selesai memasak entah apa yang Dinda masa samoai lama begitu


"Lama banget sih" Teriak Jaehyun yang masih duduk di sofa ruang keluarga

__ADS_1


"Sabar dong om" Balas Dinda dengan teriak, Jaehyun hanya menghela nafas pasalnya dia sudah lapar dari tadi


sekitar 10 menitan akhirnya Dinda selesai memasak an membawa masakaknya ke atas meja


"Om aku udah selesai " Ucap Dinda dengan teriak, mendengar teriakan Dinda yang begitu nyaring Jaehyun langsung melangkah menghampiri Dinda


"Satu jam lebih kamu masak, tapi kamu cuma buat ini aja ?" Tanya Jaehyun sambil menunjuk masakan Dinda


"Apa salahnya coba? Yaudah kalo om gak mau makan biar aku buang masakan aku? " Ucap Dinda sambil menggabil masakan nya tadi dan hendak membuang masakan nya tersebut


"Apaan kamu, main buang aja, sini aku makan udah laper banget ini" Ucap Jaehyun menahan tangan Dinda yang hendak membuang masakan yang sudah di buat tadi


Jaehyun langsung memakan masakan yang Dinda buat tadi dan enak itu yang di rasakan oleh Jaehyun , tapi terbesit di pikirannya untuk mengerjai Dinda mengatakan makanannya tidak enak


"Apaan ini gak enak banget" Ucap Jaehyun dengan ketus sambil berpura-pura memuntahkan masakan Dinda tadi


Seperti nya Jaehyun sudah melupakan fakta kalo Dinda itu paling tidak suka kalo masakanya di komentari apalagi di hina karena baginya makanan itu rezeki dan masih banyak orang yang bahkan tidak bisa makan dengan layak


Dinda yang melihat kelakuan Jaehyun yang seperti itu langsung kesal dan Dinda merasa kalo hati nya sakit saat mendengar ucapan Jaehyun tadi


Dinda itu paling tidak suka saat ada orang yang menghina masakan nya dan dia bisa langsung nenangis saat ada orang yang menghina masakan nya. padahal itu adalah masakan yang paling sering ia buat untuk mama dan papa nya saat mereka meminta mu untuk memasak tapi dengan seenak nya Jaehyun bilang begitu


"Kan udah di bilang dari tadi kalo gak suka masakan gue biar gue buang aja!! " Bentak Dinda dengan keras


Jaehyun terkejut saat Dinda membentaknya dan melihat mata Dinda yang sudah berkaca-kaca


"Gue mau pulang " Ucap Dinda sambil berdiri dan pergi meninggalkan ruang makan


Jaehyun langsung panik saat Dinda mau pulang " Dinda kamu mau kemana, kamu belum makan masakan kamu itu" Ucap Jaehyun


Dinda hanya diam dan mengambil masakannya dan membuangnya ke dalam kotak sampah yang ada di dekat dapur


Jaehyun terkejut melihat tindakan Dinda tersebut, dia baru ingat kalo Dinda tidak suka msakannya di komentari


"Hei Dinda biar saya antar kamu pulang " Ucap Jaehyun sambil menahan tangan Dinda yang berjalan menuju pintu utama


"GUE BILANG GAK PERLU YA GAK PERLU " Teriak Dinda sambil menatap ke arah Jaehyun dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipi nya


"Hey kok nangis sih" Ucap Jaehyun sambil mencoba menghapus air mata Dinda, tapi langsung ia tepis kasar tangan Jaehyun yang mencoba menghapus air matanya


"Lepasin tangan lo dari tangan gue " Ucap Dinda dengan datar dan dingin


"Aku cuma bercanda kok, masakan kamu enak" Ucap Jaehyun, Jaehyun merasa sangat bersalah saat mengerjai Dinda


"Gue gak butuh pujian dari lo" Ucap Dinda menghempaskan tangan Jaehyun dengan kasar dan pergi berlari meninggalkan rumah Mewah Jaehyun


Melihat Dinda pergi meninggalkan rumahnya sambil menangis Jaehyun langsung mengejar nya sampai ke depan


"Dinda aku minta maaf, aku cuma bercanda tadi, masakan kamu enak kok, saya minta maaf ya,please Dinda kamu jangan nagis" Ucap Jaehyun


Dinda hanya diam sambil menunggu Taeyong yang menjemput nya tadi Dinda sudah mengirim pesan ke Taeyong untuk menjemput nya


"Olease Dinda kamu jangan marah sama saya " lagi-lagi Dinda hanya diam dan menghiraukan ucapan Taeyong


Melihat mobil Taeyong yang sudah datang Dinda langsung cepat-celat masuk ke dalan mobil Taeyong dan menyuruh nya untuk jalan dan meninggalkan rumah Jaehyun


"Shitt!! Gue udah keterlaluan ngerjain dia" Ucap Jaehyun sambil berlari mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah Dinda


****


Seperjalanan pulang Dinda hanya diam dan masih terisak dan hal tersebut membuat Taeyong kebingungan


"Kamu kenapa Dinda" Tanya Taeyong tapi Dinda hanya menggelengkan kepala nya, Taeyong menghembuskan nafas nya dan tangan kanan nya mengusap kepala Dinda dengan lembut


"Yaudah kalo kamu gak mau cerita sama aku" Ucap Taeyong


Sebenarnya Taeyong sudah tau apa akar dari permasalahan yang membuat Dinda menangis seperti ini, hanya masakannya di hina Dinda bakal menangis


Sesampainya di rumah, Dinda langsung turun dari mobil Taeyong dan mengucapkan terima kasih kepadanya " Taeyong makasih udah mau ngantar aku pulang " Ucap Dinda


"Gak masalah apapun buat kamu,udah sana masuk kedalam rumah udah malam ini " Suruh Taeyong dan Dinda mengganggu kepalanya dan berjalan ke dalam rumah


Sesudah memastikan Dinda masuk ke dalam rumah Taeyong langsung menjalankan mobil nya kedepan sekira 5meter dan sampai ke depan rumah nya


Mama Anita yang sedang meminum pun terkejut saat melihat Dinda menangis


"Sayang kok kamu nangis sih " Tanya Mama Anita khawatir

__ADS_1


"Aku gak papa kok ma, aku capek aku mau istirahat dulu " Ucap Dinda mencium pipi mamanya dan menuju kamar


Tidak lama Dinda pergi ke kamar, Jaehyun datang dengan tergesah-gesah dengan mukanya yang sangat gelisah dan mengetuk pintu rumah Dinda dengan brutal


__ADS_2