
happy reading guys
" biarin aj sih Han , sekali kali " ucap Dhani pada Hana yang langsung mendapat pelototan dari Hana
" jangan di biasain ntr dianya manja , " ucap Hana lagi
Dhani hanya diam karna takut klo dia gk nurutin Hana kabur lagi dari hidupnya cukup sekali dia kehilangan hananya
Ketika mereka selesai makan Dhani langsung mengajak Hana mengemasi barang barang nya di kontrakan , klo untuk kepindahan farel di sekolahnya sudah di urus oleh dhavi
" beneran kita mau ninggalin rumah ini ma " ucap farel ketika melihat mamanya memasukkan bajunya ke dalam tas
" iya sayang , sebenarnya mama ngerasa berat tapi mungkin udah jalannya kita pulang " ucap Hana yang merasa berat untuk meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan ini
" kita pulang ke rumah aku dulu ya sayang , mama pasti seneng liat kamu , setelah itu kita pulang ke rumah kamu "Hana diam tak menjawab pertanyaan Dhani tersebut karna jujur saja dirinya belum siap untuk bertemu keluarganya , Hana malu karna sudah mencoreng nama baik keluarga besar nya
Dhani yang faham tentang itu langsung memeluk Hana dan menguatkan Hana kalau tidak akan terjadi apaapa , meskipun hatinya juga ragu tapi Dhani akan menanggung semua nya toh ini kesalahan Dhani seutuhnya seandainya dulu dirinya tidak mabuk mungkin Hana sekarang berkumpul dengan keluarga nya dan temannya bukan malah menjadi single parents selama ini
tapi Dhani berjanji akan mendampingi Hana setiap saat , Hana terus menguat kan dirinya di depan Dhani agar tak terlihat lemah , meskipun Dhani tahu bahwa dirinya hanya pura" tegar didepannya saja
" kita tinggal di hotel dulu ya baru besok kita berangkat nya " ucap Dhani sambil menggandeng tangan farel setelah meletakkan semua tas di bagasi mobilnya
setelah Hana pamitan pada orang yang punya kontrakan karna orang itu udah baik selama ini padanya Dhani langsung mengajaknya ke hotel tempat menginap nya
" pa berarti farel harus pindah sekolah donk " ucap anak laki-laki itu pada papa nya yang dijawab anggukan oleh Dhani dan usapan pada pipi tembem nya
farel langsung mendesah kecewa karna jujur saja dia sudah nyaman sekolah disini
" dari umur berapa sih Han farel sekolah nya" tanya Dhani pada Hana sambil memfokuskan pandangannya ke depan
" umur 3 setengah tahunan mas " jawab Hana
" emang papa disini gk punya rumah " tanya farel
" rencana mau beli klo kesini gk usah kehotel tapi yang Deket am kantor tempatnya lagi gk ad sayang " jawab Dhani karna skrg saja dia sudah tidak nyaman untuk menginap di hotel ditambah lagi sekarang ad keluarga kecilnya
setelah sampai di hotel Hana meminta di check in nin kamar sama Dhani . Dhani langsung mengiyakan ketika di kamar farel langsung menanyakan hal yang tak terduga pada hana
" mama sama papa koq gk tidur bareng " ucap anak kecil itu bingung
" gk bisa sayang mama sama papa harus nikah dulu " ucap Hana memberi pengertian pada farel
" nikah itu apa " tanya anak laki-laki nya dengan wajah yang penuh penasaran
"hm itu nikah itu anu sayang " Hana bingung mau jelasin apa ke anak nya
jangan salahkan Hana yang tak bisa menjawab karena anakny ini terlalu pintar di usia yang lima tahun
" nikah itu gini sayang " ucap Dhani yang memperlihatkan handphone nya pada farel setelah mendengar Hana TK bisa menjawab dia sudah ada di depan pintu setelah mengurus semua keperluan nya dengan dhavi
farel hanya manggut-manggut saja ketika melihat gambar itu dia tidak menanyakan lagi
" makasih udah bantuin Hana jawab " ucap Hana menundukkan kepalanya
" itu udah tugas aku han " ucap Dhani melihat Hana hanya menunduk dia merasa bersalah seandainya dulu dia tidak menyia- nyiakan Hana mungkin dia gk akan semenyesal ini
Dia menyesal karena dulu pernah berkata kasar pada perempuan yang sudah rela mengorbankan nyawa dan hidupnya demi anak kandungnya
" mah farel pengen ngemil mah " ucap anak laki-laki itu pada mama nya karena merasa bosan tak melakukan apapun
" hmm iya ini " ucap Hana mengambil Pocky dalam slin bag nya
" makasih mama cantik " ucap farel pada Hana yang membuat Hana tersenyum sambil mengangguk
Dhani langsung tersenyum mendengar pernyataan farel pada hana
Dhani akui Hana berhasil mendidik farel dengan baik hanya melihat hal sesederhana seperti ini membuat dia bahagia kenapa tidak dari dulu saja dia menemukan Hana dan farel , mungkin hidupnya akan berwarna seperti sekarang bukan abu abu
malam pun tiba
" Han udah mandi Lom " ucap Dhani sambil masuk ke kamar Hana
" bisa ketok pintu dulu gk sih mas " ucap Hana yang masih kaget atas kemunculan Dhani di kamarnya
" iya iya sorry " mengeluarkan cengiran kudanya pada Hana
dan beranjak langsung menghampiri farel di tengah ranjang hotel itu
" hmm anak papa udah wangi " Dhani yang mencium semua wajah anaknya karena gemas
__ADS_1
"iya donk kan farel udah mandi , coba papa cium mama pasti lebih wangi daripada farel " ucap anak laki-laki itu sambil nunjuk Hana yang duduk di dekat jendela kamar nya
Hana dan Dhani hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" boleh gk sih han " ucap Dhani sambil tersenyum mendengar pernyataan farel tadi
" apaan gk ya , jgn macem macem deh mas " ucap Hana pada Dhani setelah menetralkan degup jantungnya
jujur saja dia masih merasa takut pada Dhani mengingat dia dulu melakukan pada Hana sangat kasar jadi Hana mungkin merasa trauma
" gmn klo kita makan di luar sambil jalan jalan " ucap Dhani ketika melihat Hana yang melamun dia tau klo Hana merasa takut padanya dari cara pandangnya pada Dhani
" ok ayo mam" ucap farel menggandeng tangan Hana mengajak keluar dari kamarnya
" hmm ayo " ucap Hana sambil berjalan
sampai di lift banyak orang dan mereka tetap masuk meski berdempetan dengan tamu yang lain
" ntr kita ke mall ya kita ke time zone ya pa" ucap farel
" iya sayang " jawab Dhani sambil mengacak rambutnya
"anak nya ya mas " ucap seorang perempuan yang sepertinya gemas dengan farel
" iya " jawab Dhani sekenanya
Hana langsung menyenggol lengan Dhani karena merasa kesal dengan pria tersebut yang terlalu dingin dan cuex menurut Hana
" apa sih sayang " ucap Dhani
" kamu tuh jgn kyk gitu " jawab Hana dengan ketus
" biarin orang mbaknya yg sok akrab " jawab Dhani LG
" serah "
setelah sampai di lobby hotel dhani langsung menuju ke parkiran dan menyuruh Hana menunggu di depan hotel
" eh Hana ya " ucap cowok tinggi agak kurus memakai kaos putih celana jeans robek
" eh iya , mas Septian kan " jawab Hana dengan senyuman
" gk lah mas , iy udah lima tahun terakhir aku disini mas " jawab Hana
"hm koq gk prnh ketemu ya aku juga lama tinggal disini han , di apartemen sebelah sana " ucap Septian menunjuk ke arah gedung pencakar langit di sebrang nya
Hana menjawab hanya mengangguk saja
" eh ini anak siapa " tanya Septian pada farel
" kenalin om aku anaknya mama Hana sama papa Dhani " ucapa farel sambil menyalami tangan Septian dan mencium nya
" eh udah punya suami Han " ucap Septian karena jujur saja dia tidak tau dan dulu ketika sering ke rumah Hana , Hana Lom berkeluarga
belum Hana menjawab Dhani sudah muncul dan menggendong anaknya dan membawa Hana naik ke mobilnya
" eh tunggu Han minta nomor telepon dulu donk" ucap Septian mengejar Hana , Hana langsung mengambil hp Septian dan mengetik nmrnya , Lom sempat Hana berbicara setelah mengembalikan hp Septian Dhani sudah menancap gas untung dirinya tidak bersandar pada mobilnya Dhani
" wih gila tuh suami Hana posesif amat " ucap Septian sambil geleng-geleng kepala melihat mobil Dhani yang menjauh
Septian merasa bingung karena setahunya Hana belum menikah kalaupun Hana menikah pasti bokapnya akan memberi undangan pada ayahnya . nthlah nanti saja dia menanyakan pada ayahnya
di dalam mobil
" bisa gk mas gk usah kyk tadi gitu " ucap Hana kesal karena Dhani yg menjalankan mobilnya sebelum dia berbicara banyak dengan Septian
" terserah aku dong" ucap Dhani dgn tampang tanpa dosa
" emang kamu gk inget dia itu siapa" tanya Hana karena setahunya dulu mereka suka kumpul bareng waktu ada acara keluarga di rumahnya
" gk tuh " jawab Dhani ketus
setelah mendengar kata Dhani Hana jadi kesal
" dia itu mas Septian anaknya pakde Agus mas " kata Hana menjelaskan bahwa Septian adalah sepupunya
" denger ya han meskipun Septian itu anaknya pakde Agus anaknya buklek Ais aku gk peduli " jawab Dhani lagi karena dia ingat siapa Septian tapi dia marah saat Hana berbicara dengan lelaki lain
terserah Hana mau bilang ap padanya posesif. , egois lah terserah itu kata Dhani
__ADS_1
setelah sampai di parkiran mereka melihat bangku belakang dan farel ketiduran pantas saja dari tadi anak mereka tidak ikut campur dalam pembicaraan mereka
" liat farel tidur damai bgt ya Han jadi gk tega bangunin dia " ucap Dhani menatap farel yang tidur
" ayok lah mas aku bangunin dia aja biar gk kemaleman juga disini " jawab Hana
. setelah Hana membangunkan farel mereka bertiga masuk ke restoran dan duduk di Deket jendela karn menurut Hana seneng saja liat orang yg masuk ke dalam
setelah Dhani memesan selagi menunggu pesanan datang mereka berbincang dulu
" sekarang kamu udh gk ngantuk gk boy " tanya Dhani pada farel
" masih pah matanya itu loh susah di buat melek " jawab farel dengan mata setengah terpejam
" makan dulu ya sayang abis itu lanjut tidur lagi " ucap Hana yang tak tega membiarkan anaknya tidur kelaparan
farel hanya mengangguk sambil tersenyum dan menunggu pesanan datang
setelah pesenan mereka bertiga datang mereka langsung memakannya dengan khidmat tanpa pembicaraan sama sekali
setelah farel menghabiskan makanannya dia langsung naik ke pangkuan ibunya dan tertidur pulas di pangkuan hana
" farel klo ngantuk gk tau tempat ya Han , kyk kamu " ucap Dhani sambil terkekeh dgn kelakuan anaknya yg mirip sekali dgn hana
Hana hanya melirik saja tak ada niatan menanggapi
setelah selesai membayar mereka langsung pulang ke hotel dan masuk ke kamar masing-masing
keesokan paginya Hana dan Dhani berangkat ke kota M setelah sarapan di restoran hotel dengan mobil yang dikendarai oleh Dhavi sedangkan Dhani brd di samping Dhavi, Hana dan farel dibelakang
" om Dhavi punya cewek gak " tanya farel pada Dhavi
" belum boy , emang knp " jawab Dhavi sambil fokus menyetir
" yah om kalah dong sama farel " ucap farel sambil tersenyum
" kalah apanya sayang " tanya Dhani sedangkan Hana hanya mendengarkan mereka bertiga
" aku kn udah punya pacar pah disekolah cantik lagi " ucap farel sambil melirik Dhavi dgn bangga yang keliatan shok
" seriusan loe boy punya cewek " tanya Dhavi sambil terkekeh
" iya donk namanya Ara om , tapi sayang aku harus pergi sebelum beri tahu dia dulu om " ucapnya bersemangat sebelum digantikan dengan ekspresi wajahnya yg sedih
" ntar kirim email aj koq susah sih sayang " jawab Dhani enteng
ad gurat bahagia di wajah farel setelah mendengar kata vitamin dari ayahnya
" Han kamu gk enak badan ya " tanya Dhani sambil menolehkan kepalanya ke belakang
" gk koq cuma males ngomong aj " ucap Hana sekenanya
" mungkin sariawan kali dia boss" jawab Dhavi yang cengengesan
" emang bener Han kamu sariawan " tanya Dhani dengan wajah khawatir
" gk koq " hanya kata kata pendek yang Hana beri pada Dhani
Dhani hanya menghela nafas saja mungkin Hana sedang tidak mood banyak bicara pikirnya
Hana sedang memikirkan bagaimana tanggapan orang rumah ntr dia sudah pulang tapi dengan seorang anak lelaki yang sangat mirip dengan wajah Dhani
yang ada dipikirannya bagaimana caranya memberi tahukan mereka tentang farel tapi di sembunyikan kasian farel, dia tidak mau menyiksa farel dgn tanggapan orang rumah ntr
setelah sampai di tengah perjalanan Dhavi gantian dengan Dhani sedangkan Hana dan farel sudah tidur di belakang dengan kasur yang Dhani buat tempat duduk itu supaya mereka tidur dengan nyenyak
"" gmn ya Dhav tanggapan orang rumah ntr " jawab Dhani tentu dia sangat cemas bagaiman respon orang tuanya tentang Hana yang pulang membawa Dhani versi kecil
"ya loe harus tenang dan menjelaskan semuanya bahwa ini semua salah loe , dan jangan pernah sedikitpun menyalahkan Hana dalam masalah ini kayak yang loe bilang dulu , AP loe gk merasa menyesal Dhan dulu loe udh ngehina hana . lihat dia sekarang Dhan dia kurus gk terawat yg dulunya mukanya bersih sekarang kusam dia harus banting tulang buat ngehidupin Anak yang dulu suruh loe gugurin ke Hana dia tetap mempertahankan anak nya meskipun banyak resiko yang harus dia ambil salah satunya yaitu meninggalkan keluarganya , masa depannya , teman temannya seharusnya dia sekarang masih sibuk main , hang out sama temennya , sekarang liat dia sudah mati Matian cari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan farel Dhan ," ucap Dhavi menatap sendu wajah yang sedang tertidur pulas itu
" iy Dhav gue nyesel bgt udh ngelakuin itu ke Hana dulu mau gmn LG ibarat kata nih nasi sudah menjadi bubur tapi gue seneng sekarang gue udh punya anak Sam Hana lagi , tapi ya itu yg gue cemasin gue takut Hana gk Nerima gue ,selain Maslah ntr soal keluarga gue meskipun sikap dia kyk welcome gitu Sama gue tetep aj isi hati Hana sulit untuk di tebak
gue takut dia gk mau nikah sama gue karna terbiasa ngurus farel sendiri tanpa ada gue di sampingnya " ucap Dhani sendu
" ya loe harus usaha donk gmn kek tapi yg paling penting si farel udh Nerima loe dan urusan mamanya kn ntr loe minta tolong si farel aj yg bujuk , gini ya Dhan kasian anak loe gk punya akte lahir klo loe tetep gengsi kyk gini sama Hana " nasehat Dhavi untuk Dhani
" ya mau gmn lagi gue udah minta maaf sama Hana gue udh bilang nyesel sama dia tapi dia kyk ngebatasin hati dia buat gue gitu loh Dhav , mau usaha gmn LG emang orang hana belom terbuka sama gue " ucap Dhani
lanjut ntr lagi ya 😉 jgn lupa like and komennya hihihi
__ADS_1