Pschyco Man

Pschyco Man
Marcus alexander


__ADS_3

Marcus alexander pria tampan, yang kaya raya. laki laki penuh karisma dan begitu di idolakan oleh para wanita. baik penampilanya maupun hartanya. alexander putra tunggal dari keluarga terkaya di dunia yaitu marcus alexan yang juga merupakan ketua dari gengter terkenal dan di takuti di dunia gelap.


Marcus adalah sosok pria tegas arogan yang begitu mengoda. namun dingin dan kejam baik dalam urusan bisnis maupun urusan wanita. sama seperti tuan besar alexan.


dengan elegan marcus berjalan menuruni tangga rumah mewahnya menuju garasi mobilnya.


seorang supir membukakan pintu untuknya kemudian berjalan memasuki mobil dan membawa sang tuan ketempat tujuan.


alexandet terlihat serius menatap layar laptopnya dan beberapa berkas di tanganya. membaca tiap kaliamat dalam berkas itu dengan teliti.


"Presdir marcus di depan sepertinya macet. apakah tidak apa jika saya mengambil jalan lain?" tanya supir itu hati hati. alexander menatap lurus kedepan yang terlihat antrian panjang kendaraan.


"ambil jalan memutar saja pak" ujar alexander kemudian kembali fokus pada berkas berkasnya


Drrttthh Drrtthh Drrtthh


"Halo?" jawab alexander dengan masih fokus pada berkasnya.


"Alex aku sudah menghubungi dokter terbaik seperti yang kau minta" ujar seseorang di sebrang dengan girang dan percaya diri.


"Leo?"


"ya?"


"Kau sopan sekali memanggilku dengan nama. beraninya kau.." ujar alexander dengan menekan kata katanya.


"Hahaha tentu saja. kitakan teman"


" panggil aku presdir jika sedang dalam jam kerja" bentak alex kesal dan mengerut keningnya pusing.


"Astaga baik baik. alex begitu saja marah" cibir leo kesal.


"jika kau menelfonku hanya untuk ini lebih baik tidak usah"


" Ya? ah. Tidak! " teriak leo yang teringat dengan hal yang ingin dia sampaikan.


"Begini alex. aku sudah menelfon Dr. rose dan membuat janji temu. namun dia mengatakan jika jadwal konsultasimu bisa di sesuaikan dengan waktu senggangmu" jelas leo


"sudah kau atur?"


"belum" jawab leo santai.


"Leo untuk apa aku meperkerjakanmu jika cara kerjamu seperti ini" geram alexander semakin kesal.


"alex dengarkan dulu" protes leo masih tetap ngeyel.


"Tuan Bernan. tolong sampaikan pada atasanmu. jika ingin membuat janji konsultasi dia bisa menyesuaikan dengan waktu luangnya, dan aku akan menyesuaikan jadwalku denganya. dan jika dia ingin membuat kontrak pasien dan dokter tolong datang ke kliniku jika ada waktu dan kita bicarakan langsung. saya tidak menerima janji temu yang di adakan melalui telfon ketika kita sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya. terimakasih" ujar leo mengulangi apa yang di sampaikan Dr.rose sebelumnya.


"Itu yang di katakan dr.rose padaku, untuk di sampaikan padamu" alexander mengurut keningnya pusing meladeni leo yang sedang menjadi bodoh.

__ADS_1


"Leo kau ini benar benar " geramnya menahan emosi.


"minta jadwalku yang kosong pada sekretarisku. lalu kau berikan jadwal itu untuk janji temu dengan dr. rose. kau ini kukirim kesana untuk bekerja dengan benar. kenapa malah menjadi bodoh" kesal alexander mengomel.


"ah benar juga. yasudah kumatikan kalau begitu" ujar leo yang akhirnya mengerti kemudian langsung memutus sambungan telfonya. membuat alexander semakin geram dibuatnya.


"Astaga kenapa aku memperkerjakan orang bodoh dan tidak sopan seperti leo" gerutunya menyesal. membuat supir di depan tersenyum tipis melihat tuanya yang frustasi menghadapi taman sekaligus bawahanya itu.


To : Leo


kerjakan pekerjaanmu dengan benar atau aku akan mengirimu ke afrika


setelah mengirim pesan alexander langsung menyimpan pesannya dan merapikan berkas berkasnya kemudian berjalan memasuki gedung dengan di sambut asistenya yang langsung meminta tasnya dan membawakan berkas serta tas alexander.


sepanjang koridor kantor para karyawan membungkuk hormat pada alexander dan beberapa karyawan wanita ribut mengagumi karisma seorang alexander.


"presdir marcus tampan sekali. dan lihat tubuhnya yang tinggi besar seperti seorang model dan atlet" ujar beberapa karyawan wanita mengagumi.


"benar lihatlah wajah tampanya yang sempurna itu" timpal yang lain


"melihat ketampananya aku rela menjadi simpananya walaupun bukan kekasihnya"


"Ahhh aku benar benar ingin sekali menjadi istrinya"


"Kalian datang kesini untuk bekerja bukan bergosip" sindir lili sekretaris alexander dengan tajam. membuat para wanita itu terkejut.


"jangan lagi membicarakan bos kalian di belakangnya" semprotnya lagi lalu berjalan menyusul alexander.


kini alexander, asistan joan dan sekretaris lili berada di ruang rapat. alexander dan semua yang hadir dalam rapat memperhatikan penjelasan lili dengan serius dan tenang. alexander menatap lili dengan bangga. wanita yang sudab seperti adik baginya ini memang berbakat dan tidak pernah mengecewakanya.


"oke. saya puas dengan penjelasan setretaris lili. untuk kalian semua yang hadir bagaimana, dan jika ada yang merasa kurang pas kalian bisa katakan sekarang."


semua yang hadir saling tatap kemudian menggangguk setuju.


"Tidak presdir. kami juga sangat puas dengan penjelasan sekretaris lili." ujar mereka puas.


"baik. kalau begitu rapat hari ini selesai" setelah itu alexander dan asistan joan meninggalkan ruang rapat.


di dalam ruanganya alexander tampak serius dengan berkas berkasnya yang terlihat banyak.


Tok tok tok


"Masuk"


"presdir, anda mendapat undangan dari perusahan CL untuk menghadiri pesta peresmian cabang dari CL yang ada di kota Y" jelas sekretaris lili menyerahkan selembar undangan kemeja alexander.


"apakah anda akan datang presdir?" tanya lili lagi karena alexander masih fokus pada berkas berkasnya.


"Iya. kau atur saja. dan belilah gaun untuk menemaniku ke acara itu" ujar alexander memberikan kartu gold pada lili.

__ADS_1


"Baik presdir" setelah itu lili berjalan keluar ruangan dengan senyum mengembang.


"Dia selalu perduli padaku" gumamnya bahagia.


Drrttthh Drrtthh Drrtthh


From : Leo


alexander. dr. rose mengatakan jika dia setuju dan kalian bisa bertemu saat pertengahan bulan depan.


From : Leo


pesan ini di teruskan dari dr.rose


"Tuan bernan saya akan mengatur jadwal saya untuk bertemu dengan tuan marcus. dan juga kebetulan bulan depan saya akan kembali ke negara K. jadi bagaimana jika kita bertemu pada pertengahan bulan depan."


From : Leo


dan aku mengatakan iya padanya


from : leo


dia setuju dan akan bertemu langsung denganmu ketika dia sudah di negara k


from : leo


bagaimana pekerjaanku baguskan


"Anak ini apa tidak bisa mengirim pesan langsung sekaligus " gerutunya


To : leo


ya. bagus


From: leo


bonusku jangan lupa alex


" anak ini benar benar " geramnya lagi lagi di buat kesal.


To : Leo


tenang saja. kau bisa ambil bonusmu setelah semuanya selesai. tetapi jika tidak maka kau akan ku kirim kau ke afrika


To : leo


huhu -_- jahat sekali


Alexander tersenyum tipis melihat balasan kekanakan dari leo. lalu setelah itu kembali memeriksa dokumen dokumennya.

__ADS_1


***************************************************************TBC************************


terimakasih bagi pembaca sekalian. dan maaf karena kesalahan author yang tidak sengaja menghapus bagian episode ini maka author menulis ulang bagian ini dan jadi berbeda dengan bagian sebelumnya. dan terimakasih pembaca yang setia pada karya karya author. terus dukung author supaya lebih semangat dalam berkarya dan menghasilkan karya baru. karena tanpa dukungan dan suport kalian saya bukan siapa siapa


__ADS_2