Pschyco Man

Pschyco Man
Jadwal kontrol diana


__ADS_3

setelah semua tumpukan dokumen dokumen itu selesai di periksa, rose segera meluncur ke kliniknya. menemui seseorang yang telah menunggunya 1 jam yang lalu.


Cklek


"Dr. rose" sapa diana ketika rose baru sampai.


"Maaf membuat anda menunggu nona" bungkuk rose kemudian berjalan memasuki ruanganya bersama diana.


"Tidak. saya juga belum lama datang"


"Anda terlihat lebih baik dari hari hari sebelumnya nona" ujar rose memperhatikan wajah diana.


"Sepertinya mood anda sudah lebih baik hari ini"


"benar Dr. rose mood saya akhir akhir ini menjadi jauh lebih baik, saya juga menjadi lebih mudah mengontrol mood saya." jelas diana dengan senyum di wajahnya.


"Benarkah. itu bagus sekali"


"bagaimana dengan tidur anda nona?"


"Lebih baik dari sebelumnya. saya juga sudah bisa tidur dengan nyenyak dan lebih tenang. tidak seperti sebelumnya" jelas diana dengan nyaman. sementara rose menggangguk dan tersenyum sembari mencatat.


"Apakah artinya nona sudah tidak mengalami gangguan saat tidur? dan pola tidur serta mood anda sudah menjadi normal kembali?" rose memperhatikan dengan terus mencatat sesekali.


"Ya. untuk tidur. saya tidak kesulitan lagi, dan tidak terganggu ketika malam. mood saya juga sudah lumayan lebih baik. rasanya jauh lebih nyaman dari sebelumnya"


"Mood nona perlahan pasti akan kembali normal. seperti tidur anda yang saat ini mulai normal dan bisa dengan mudah terlelap. benar?" diana mengangguk mendengar penjelasan rose.


"Untuk mempertahankan mood anda seperti saat ini. hindari terlalu banyak berfikir, terlalu lelah bekerja, dan hal hal yang dapat mempengaruhi mood nona. hal hal sepele jangan terlalu difikirkan. Dan lebih sering lah melakukan aktivitas positif, seperti berolah raga, melalukan hobi anda, dan yoga juga dapat membantu anda untuk lebih rileks. meditasi sebelum tidur akan lebih membuat anda nyaman, dan nyenyak jika anda melakukanya sebelum tidur." jelas rose lembut, sembari mencatat beberapa hal penting. diana tampak serius mendengarkan penjelasan rose sembari mengangguk sesekali.


"Baik dr. rose" sembari rose terus mencatat, diana tampak menatap wanita cantik di depanya dengan ragu, dan kepala yang menunduk serta jari jari tangan yang bergerak gugup. membuat rose melirik memperhatikan gerakan jari diana, kemudian mendonga menatap wajah menunduk diana.


"nona diana" panggil rose lembut.


"Ya?" rose terus memperhatikan gelagat dan gerakan diana yang terlihat tidak tenang dan ragu akan sesuatu.


"Nona. anda sudah lebih baik, dan tidak ada yang perlu di khawatirkan..." ujar rose terjeda masih dengan mata memperhatikan diana.


"Apakah ada hal lain yang ingin anda sampaikan pada saya. sesuatu yang ingin ada katakan , hal yang membuat anda cemas?" diana menatap rose cukup lama dan tampak ragu ragu untuk menjawab.

__ADS_1


"em. Dr.rose tetapi ini tidak berhubungan dengan masalah tidur saya, ataupun mood sehari hari saya. ini lebih kepada masalah pribadi saya" jelas diana ragu. sedangkan rose hanya mendengarkan dalam diam.


"Em. apa tidak apa saya membicarakan ini kepada anda?" rose hanya tersenyum sembari mengangguk melihat wajah khawatir diana.


"Katakan saja, senyaman nona. apapun yang menyangkut klien saya, saya akan mencoba ikut campur jika memang diperlukan" mendengar ucapan rose diana tampak lebih lega dan mengangguk kemudian menjelaskan masalahnya.


"Dr. rose jika anda kurang nyaman saat mendengarnya dan menganggap saya berlebihan dengan bercerita pada anda, anda bisa mengatakanya"


"Tidak apa. katakan saja. saya akan selalu mendengarkan"


"Baiklah" angguk diana menatap yakin pada rose.


"dr. rose saya memiliki seorang kekasih, dia sangat menyayangi saya, dan perhatian. meski terkadang dia bersikap protektif dan kurang peka. saya perlahan menjadi tidak nyaman dengan sikap dia yang seperti itu. dan akhir akhir ini kami sering bertengkar. dan kata kata yang dia ucapakan terkadang membuat saya sakit hati" jelas diana dengan raut wajah kecewa. rose masih setia memperhatikan penjelasan diana.


"Selain itu saya juga menjadi mudah sekali marah padanya, dan tidak menyukai apa saja yang dia lakukan. meski saat ini dia telah berubah dan lebih baik. entah kenapa saya tetap merasa tidak nyaman dengan perhatian dan kasih sayang yang dia berikan. saya selalu berusaha untuk menjaga jarak denganya. atau sekedar mencari cari kesalahanya."


"dr.rose apakah sikap saya seperti itu karena dia terus menyakiti saya dengan kata katanya. atau karena emosi saya padanya saja" rose tampak memperhatikan diana tanpa menjawab, membuat wanita cantik itu menunduk kecewa.


"Nona. tidak ada yang salah dengan itu, nona hanya sudah tidak menemukan kenyamanan lagi dengan kekasih nona. dan atas sikap nona, saya rasa nona sebenarnya sudah tidak lagi memiliki perasaan terhadap kekasih nona. mengapa nona diana bersikap demikian, karena rasa yang semula utuh dan tulus perlahan lelah dan memudar karena sebuah keretakan, pertengkaran, kesalah pahaman, ketidak sepemikiran, dan ketidak nyamanan." jelas rose dengan menangkup kedua tangan di depan bibirnya.


"Nona. menurut saya lebih baik akhiri hubungan anda. untuk kepentingan anda dan kekasih anda, agar tidak saling menyakiti, dan dapat menemukan kebebasan hati masing masing. " jedanya kemudian bersandar pada punggung kursi.


"saran saya. jika kalian ingin terus bersama maka buang rasa egois kalian dan cobalah lebih terbuka dan menerima satu sama lain. namun jika masih tetap seperti sebelumnya tetap egois dan tidak ingin saling mengalah maka sudahi saja. untuk kebaikan kalian masing masing " rose menatap lekat wajah menunduk diana. kemudian menggengam tangan halus itu pelan.


"Ikuti kata hati anda adalah pilihan terbaik" ujar rose tersenyum lebar penuh keyakinan. membuat diana ikut tersenyum dan mengangguk.


Ddrrtthhh ddrrtthh ddrrtthh


Anna anna your call lift lift anna


"Ahh. silahkan anda mengangkatnya dr.rose" ujar diana menatap ponsel rose yang terus bergetar. setelah permisi sebentar rose mengangkat ponselnya.


"Halo?"


"Halo! Dr. rose!" dengan cepat rose menjauhkan ponselnya karna seseorang di sebrang bertriak dengan keras.


"Maaf dr. rose saya ingin membuat janji dengan anda. apakah anda bisa dr.rose" seru orang itu lagi. kemudian rose melihat nama siapa yang tertera di layar. setelah mengetahuu nama itu rose hanya menghela nafas dan mengurut keningnya.


"Maafkan saya tuan bernan. tetapi bisakah anda mengecilkan volume anda. saya rasa telinga saya masih cukup baik untuk mendengar suara anda" ujar rose dengan di tekan. sedangkan orang yang di telfon hanya tertawa bodoh.

__ADS_1


"maafkan saya dr.rose"


"Anda bisa datang ke klinik saya. di jalan xx nomor yx2. saya sedang di klinik. tepat dua jam lagi saya sudah akan pergi dari klinik untuk mengurus hal lain." jelas rose sembari melihat jam di tanganya.


"Apa?"


"Tuan bernan. saya harap anda akan datang tepat waktu" setelah mengatakan itu rose langsung mematikan sambungan telfonya sembari mengurut pusing.


"Bodoh" gumamnya kesal. lalu kembali menemui diana di dalam ruangan tadi.


"Nona diana maaf menunggu lama."


"Ah tidak dr. rose"


"Bagaimana jika kita menyelesaikab tahap terapi terakhir nona?" tawar rose sembari menyiapkan peralatan terapi.


"Setelah ini saya tidak perlu melaksanakan terapi lagi dr. rose?" tanya dianab sembari membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang nyaman untuk bersandar dan berbaring.


"Tidak. ini terapi terakhir. namun anda bisa datang kembali menemui saya jika ada hal yang tidak nyaman lagi" jelas rose sembari memijat kening diana lembut.


"Tarik nafas nona, lalu hembuskan." pinta rose sembari bergerak duduk di sisi kanan diana.


"Lakukan lagi. tarik nafas lebih dalam lalu hembuskan" pintanya lagi dan di ikuti dianan dengan patuh. wanita cantik itu memejamkan mata dan berbaring dengan begitu nyaman.


setelah di rasa diana mulai tertidur rose kembali melanjutkan ketahap selanjutnya yang di ikuti diana dengan patuh.


setelah 30 menit terapi rose membangunkan diana dan memintanya duduk dengan rileks dan merasakan kenyamanan setelah terapi. setelah itu diana berpamitan untuk pergi ke bandara.


"Nona diana. anda bisa melakukan terapi dasar sebelum tidur seperti yang sebelumnya saya ajarkan agar tidur anda lebih baik" ujar rose sembari mengantar diana ke pintu.


"Baik. dr.rose saya akan mendengarkan semua yang di katakan dr.rose" setelah berpamitan. tak lama seorang laki laki berlari dengan tergesa gesa mendekati rose.


"Hah. hah. dr. rose saya sampai" ujarnya sembari terengah engah. sementara rose hanya diam dan mengamati wajah berkeringat lelaki di depanya dan nafas yang tidak teratur orang itu.


"Silahkan masuk tuan bernan" ujarnya pelan dan di ikuti lelaki itu segera.


'Astaga aku hampir mati karena berlari kesini'


*********************TBC*******************************************************************terimakasih untuk pembaca semua yang masih setia membaca pschyco man hingga saat ini. dan masih terus suport cerita ini dengan setia membaca, memberikan like, menunggu up, dan menambahkan ke laman perpustakaan dan favorite kalian. maaf karena author upnya lama, di karenakan kesibukan lain yang author sedang lakukan. mari terus dukung author, karena tanpa dukungan kalian author gak akan semangat.

__ADS_1


__ADS_2