Pschyco Man

Pschyco Man
Leonar


__ADS_3

"Nona rose... Ah maaf maksut saya Dr. rose" Gumam leo yang sudah bisa mengatur nafasnya dengan benar dan duduk dengan tenang.


"Minum lah" ujar Rose menyuguhkan segelas air.


"Terimakasih Dr. rose" dengan cepat leo meneguk minumanya hingga habis dalam sekali tegukan. kemudian menghela nafas lega, merasakan kembali nyawanya yang kembali utuh setelah tadi hampir melayang karena mengejar waktu untuk menemui rose.


sedangkan rose duduk bersandar dengan mata yang fokus menatap leo memperhatikan. wajahnya terlihat sedikit heran melihat penampilan dan wajah leo yang kusut dan berantakan.


merasa menjadi pusat perhatian leo langsung salah tingkah, dan membuat gelas di tanganya hampir jatuh.


"Em. Eoh! ini ruanganmu Dr. rose sungguh sederhana dan luar biasa seperti dirimu" pujinya menatap sekeliling ruangan rose yang tersusun rapih dan sederhana. leo berjalan melihat lihat dengan sesekali melirik rose yang masih setia menatapnya. kali ini dengan duduk tegak dan tangan yang menopang dagunya. membuat lelaki manis itu semakin salah tingkah di buatnya.


'astaga kenapa dia masih menatapku. apakah dia menyukaiku.' batin leo panik


"E-eoh ! astaga Dr. Rose apakah ini juga adalah ruangan pemeriksaanmu!" ujar leo semakin meningikan suaranya. sedangakan rose hanya memutar bolamata malas.


'dia masih melihatku. benar aku pria yang tampan wajar saja jika dr. rose menyukaiku.' dengan masih melirik rose dan tersenyum senyum.


"Tuan bernan"


'lihat bagaimana aku akan membuatmu semakin terpukau dan kagum padaku' batinya bangga dan mulai menunjukan aksinya.


"Ah ya... o- hahah dr. rose baru saja kemari maksutku pasienmu?" ujarnya lagi yang masih salah tingkah dan bergerak sok keren.


"Tuan ber..."


"Eoh. ya ampun dasiku berantakan. ckckck kenapa aku begitu tampan" ujarnya lagi kali ini dengan membenarkan dasinya lalu merapikan rambutnya dengan menyisir menggunakan tangan dan berjalan bak model mendekati meja rose. menebar pesona ketampanannya.


'Kau akan sangat jatuh hati padaku setelah ini' batinya dengan terus menebar pesona ketampananya dan bersikap cool.


sementara itu rose terlihat mengernyitkan alisnya dan menggeratkan giginya. menghela nafas kemudian kembali menatap leo yang berjalan mendekat.


"Tuan bernan. jika tidak ada yang ingin anda bicarakan, silahkan keluar. waktu saya sangat terbatas" ujar rose geram dengan menatap leo tajam. membuat leo diam membeku dan bayangan yang dia hayalkan hancur berkeping keping.


"Apa? maaf dr. rose?! Ah! maafkan saya!!" bungkuknya dengan cepat kemudian seketika duduk di depan rose dengan baik dan menatap memelas pada wajah kesal rose.


wanita cantik itu masih diam dengan tatapanya yang tajam. dengan menahan kekesalanya pada laki laki kekanakan di depanya ini.

__ADS_1


'kenapa aku jadi takut begini' batin leo menggerutu.


"Tuan bernan. anda datang kemari membuat janji dengan saya hanya untuk ini kah? melihat lihat ruangan saya? memamerkan Wajah dan pesona anda? " ujar rose yang seperti panah menusuk kepala leo yang bodoh.


"dari yang saya ketahui anda adalah kepercayaan dari ceo perusahaan ternama di negara k , yang seharusnya adalah orang dengan kepribadian tegas, berpenampilan rapih, tidak ceroboh, tidak tebar pesona dan bukan seseorang yang akan terlihat seperti orang maaf bodoh" jelas Rose lagi membuat leo semakin menunduk karena terlalu berat menerima kenyataan yang di katakan rose.


"Anda malah terlihat berantakan, tidak tegas, ceroboh, tidak rapih, dan seperti playboy"


Tak tak tak tak


seperti ribuan panah yang menancap di kepala leo, membuat otak bodoh leo berganti dengan otak yang cerdas.


"Dr. rose sudah cukup. tolong jangan katakan kenyataan itu lagi. ohh... anda benar benar sangat jujur tetapi membuatku sangat sakit hati" ujar leo yang mulai mendramatisir dirinya, membuat rose semakin jengah.


" Saya sudah sangat lelah berlari mengejar waktu untuk sampai kemari, yang rasanya nyawa saya seperti melayang layang. kemudian..."


"Tuan bernan. tolong langsung pada intinya. saya tidak ada waktu untuk membahas masalah seperti ini dengan anda" ujar rose yang mulai kehilangan kesabaran.


"Ah. baik baik. maafkan saya Dr. rose" ujar leo bersikap normal. rose hanya diam menunggu dengan menatap leo datar.


'Auranya kenapa seperti alex saat marah' batin leo menggerutu. kemudian mulai membenarkan duduknya.


"Bukankah anda sudah membahas itu dengan saya sebelumnya?" sanggah rose memotong ucapan leo.


"Ah. ya benar. karena itu saya kemari untuk menyampaikan beberapa hal terkait jadwal pertemuan dr. rose dengan alex,, ahh maaf maksut saya presdir saya" jelas leo dengan tangan bergerak menggambarkan.


"Lalu?"


"Lalu?" tanya leo kembali menatap rose bingung.


"Apa yang ingin anda sampaikan tuan bernan" kesal rose yang sudah geram ingin memukul kepala bodoh leo.


"ah. ya. jadi begini. saya membawa berkas terkait pemeriksaan medis presdir saya sebelumnya dan juga pemeriksaan kejiwaan presdir saya sebelumnya. saya kemari memberikan ini pada dr. rose agar anda menjadi lebih mudah dan faham ketika menangani presdir saya nantinya." jelas leo percaya diri, menyuguhkan beberapa berkas pada rose. sementara itu rose hanya diam menatap berkas di depanya, lalu beralih menatap leo.


"maaf tuan bernan. begini. dalam prosedur saya, tidak ada berkas pemeriksaan medis maupun kejiwaan yang harus klien berikan pada saya ketika saya dan klien bahkan belum membuat kontrak ataupun menetapkan keputusan kami. saya hanya menyetujui jadwal temu dan konseling satu hari pada pertemuan mendatang. jika anda memberikan berkas itu pada saya, artinya anda meminta saya membuat kontrak sebagai dokter yang merawat presdir anda tanpa pembicaraan sebelumnya dan tanpa persetujuan saya " jelas rose menolak berkas yang di berikan leo..


"tetapi bukankah anda harus memahami pasien anda"

__ADS_1


"Ya. itu hanya terjadi jika saya dan klien sudah memutuskan demikian. namun nyatanya kami belum memutuskan apapun terkait pemeriksaan klien saya." leo tampak bingung mendengar penjelasan rose yang begitu rumit .


"saya juga tidak pernah menerima data yang di hasilkan orang lain sebagai pacuan saya. karena setiap dokter yang memeriksa akan menemukan hasil pemeriksaan yang berbeda. meski kasus yang sama bukan berarti hasil pemeriksaan juga akan tetap sama " jelas rose membuat leo semakin bingung dan tidak mengerti.


"Tuan bernan. intinya adalah saya tidak menerima berkas yang anda berikan sebelum saya dan klien saya presdir anda bertemu" ujar rose tegas. kemudian mengeluarkan sebuah berkas berisi formulir.


"Lebih baik anda berikan ini pada presdir anda . biarkan dia mengisinya lalu setelah selesai anda bisa memberikannya kembali kepada saya."


"Ini formulir apa?" tanya leo bingung.


"Pendaftaran untuk jadwal temu dengan saya sebelum konseling. "


"dr. rose anda dan presdir saya kan sudah membuat jadwal temu"


"Itu benar. namun kalian belum mengisi formulir pendaftaran sebelum bertemu dengan saya untuk konseling " jelas rose terjeda.


"saya memiliki prosedur yang harus di patuhi sebelum melakukan temu dengan saya. anda bisa membuat janji lebih dulu dengan saya langsung sebelum mengisi formulir. karena saya menghormati presdir marcus. jika biasanya mereka yang ingin membuat janji temu dengan saya harus menemui asistan saya dan mengisi formulir lebih dulu" jelas rose menunjuk formulir di depan leo..


"Tolong di isi ya tuan bernan" ujarnya dengan senyum manis membuat leo terdiam terpanah.


"Eoh. baiklah." angguknya kemudian menyimpan formulir tersebut.


"Jika tidak ada lagi, saya permisi ada hal yang harus saya kerjakan"


"Dr. rose boleh saya datang kembali kemari besok?" tanya leo pelan. rose hanya menatap leo bertanya tanpa menjawab.


"untuk konseling saya sendiri"


"ah. silahkan." angguk rose kemudian membuka kembali laci mejanya.


"Anda harus mengisi formulir ini juga. isi dengan benar dan katakan apa keluhan anda dengan jelas" lanjut rose menunjuk setiap kolom yang harus di isi.


setelah selesai leo berpamitan dan pergi. sedangkan rose menyandarkan punggungnya pada kursi sembari mengurut keningnya.


"Dia laki laki yang ceria dan jujur, namun ceroboh dan sembrono" gumanya kemudian merapikan beberapa berkas lalu melihat jam tanganya.


"aku akan kembali lebih awal" gumanya kemudian bergegas meninggalkan klinik.

__ADS_1


*********************TBC*******************************************************************Terimakasih pembaca setia pschyco man yang masih setia membaca dan menunggu update terbaru di tiap episode pschyco man. mari terus dukung author tanpa bosan dan lelah. karena author tanpa kalian bukan apa apa. terus beri semangat author dengan terus membaca karya karya author oke ...


__ADS_2