Pschyco Man

Pschyco Man
Marcus alexander


__ADS_3

Marcus alexander pria tampan dan kaya raya, Yang juga merupakan penerus dari Marcus Corpuration. Sebuah perusahaan ternama dan menjadi satu satunya perusahaan terbesar di dunia sebagai perusahaan yang bergerak di banyak bidang. Laki laki tampan penuh karisma dan begitu di idam idamkan para wanita ini adalah lelaki dingin dan kejam.


Alexander bukan hanya putra tunggal dari Marcur alexandero dia juga merupakan Ceo muda berbakat yang terlah menguasai perindustrian di dunia pengusaha. Tidak hanya sebagai seorang Ceo dan penerus tunggal. Alexander juga merupakan pemimpin dari sebuah gangster terkenal dan paling di takuti di dunia gelap, yaitu 'Gang naga hitam'. Yang membuat lelaki tampan nan dingin ini mendapat julukan sebagai 'King Ghost', sebagai penguasa terkuat di dunia bawah.


Marcus alexander adalah sosok pria tegas dan arogan yang begitu menggoda di mata banyak wanita, karena ketampanan dan karismanya. Marcus juga di kenal sebagai 'Lord cruel' di dunia pengusaha karena sikapnya yang dingin dan kejam dalam usaha bisnis maupun wanita. Sama seperti ayahnya tuan Alexandero yang merupakan orang paling disegani dan di takuti.


Sosok Alexander yang dingin dan sulit ditebak membuat banyak wanita terus menerus mengincarnya dan ingin menjadikanya sebagai kekasih atau sekedar hanya simpanan Alexander. Bagi mereka melayani Alexander adalah sebuah keberuntungan, dan hal yang sangat di nantikan setiap wanita.


Bagi wanita wanita penggila harta ini Alexander adalah pria idaman yang sangat sempurna untuk menjadi pasangan mereka. Ada begitu banyak wanita wanita cantik dari kalangan kelas atas dan bahkan dari keluarga terhormat yang menggilai Alexander. Mereka bahkan bisa merelakan harga diri mereka hanya demi bisa naik keatas ranjang pria bertubuh kekar itu. Bagi mereka tidak ada hal yang lebih penting dari memuaskan tuan Alexander di atas tempat tidurnya.


Menjadi salah satu simpanan Alexander saja sudah sebuah keberuntungan bagi mereka. Pasalnya Alexander hampir dan Bahkan sangat sulit untuk ditemui apa lagi digoda. Wanita wanita penggila harta ini akan kehilangan harga diri mereka dan mahkota mereka begitu bertemu dan menyerahkan diri pada Alexander . Dengan tidak ragu ragu dan segan Alexander akan menghancurkan hal yang menjadi kebanggaan wanita wanita ini karena begitu menggilai hartanya.


Namun meskipun ada banyak wanita cantik yang mengantri dan menyerahkan diri mereka pada Alexander untuk menghangatkan ranjangnya. Tetap saja sampai saat ini bahkan tidak ada satupun dari mereka yang benar benar bisa menaiki ranjang seorang Marcus alexander. Mereka hanya di jadikan sebagai hiburan dan pelampiasan saat Alexander lelah, bosan dan sedang emosi.


Alexander bahkan tidak pernah benar benar menyentuh wanita wanita tersebut. Karena bagi seorang Marcus alexander wanita wanita seperti ini bahkan tidak pantas untuk bermimpi bersamanya. Mereka yang berani melewati batasan dengan menginginkan lebih dari kebaikan yang di berikan maka itu artinya mereka sudah tidak menginginkan nyawa mereka.


Alexander hanya akan menjadi pria yang lembut dan penuh perhatian hanya jika dia menginginkannya. Namun sayang sekali sampai detik ini tidak ada satupun yang pernah merasakan hal tersebut. Hanya satu wanita saja yang bisa selalu berada di sisi Alexander dan mengikuti kemanapun Alexander pergi. Perlakuan yang berbeda Alexander berikan pada sekretarisnya karena bagi Alexander Lily sudah seperti adik perempuan untuknya. Namun meski begitu wanita cantik ini pun tak seberuntung itu. karena dia juga memiliki batasan yang tak boleh di lewati jika masih menginginkan posisinya.


Golden Mansion


********************

__ADS_1



Pada sebuah kamar bernuansa hitam putih dengan lampu yang mati. Hanya sinar dari luar jendela yang menjadi penerangan kamar tersebut.



BRAK


BRUG


"Hah...Hah...Hosh...Hosh...Hah..."


Samar terlihat seorang pria meringkuk di atas lantai dengan tangan memegang dada kuat kuat, menahan denyut sakit pada dadanya. Kepalanya sedikit terangkat untuk kembali menghirup udara dengan susah payah, Untuk mengisi kembali oksigenya yang mulai menipis.


Tangan besar itu dengan bersusah payah meraih meja disampingnya dan membuka laci kecil disana.


"Argh!" erangnya lagi saat sakit itu kembali datang. keringat dingin sudah memenuhi pelipisnya, bibir tebalnya bahkan sudah memucat, dengan pandangan yang mulai tidak begitu jelas. Lelaki bertubuh kekar itu masih terus berusaha menggapai meja dan tempat tidurnya. Ponselnya bahkan terlalu jauh hanya untuk dia raih.


Sruk


Bruk

__ADS_1


Akhirnya tangan bergetar itu berhasil menggapai meja dan membuka laci. Namun karena kebutuhan oksigen yang hampir habis dan pandangan yang mulai kabur. Membuat meja yang lebih kecil ukuranya dengan tubuhnya terguling dan jatuh.


Lelaki itu semakin meringkuk dan kesakitan, matanya bahkan kini mulai memerah dengan wajah yang semakin pucat. Namun lelaki itu masih tidak menyerah berusaha meraih obat yang ikut terjatuh ke lantai. Dengan tangan bergetar dia membuka obat tersebut dan akan meminumnya namun terhalang dengan kesadarannya yang mulai hilang.


"Hah... Hah....Hahhh"


Pria bertubuh kekar itu tergeletak lemas tak berdaya dengan nafas yang semakin tipis. Hanya untuk membuka mata saja bahkan dia tidak memiliki tenaga. Entah ini sudah kali keberapanya dia begini. Rasa cemas, takut, dan dendam itu selalu muncul dalam mimpinya. Memakan habis mimpi baik dan tidur nyenyaknya, hingga menyisakan mimpi buruk yang tak ada ujungnya.


Rasanya Tubuh itu telah tertelan dan berkali kali tertelan oleh mimpi buruk dalam gelapnya malam. Saat ini dia hanya tau jika hanya ada satu orang akan selalu menemaninya pada saat seperti ini. Gadis kecil yang cantik, yang selalu berlari kearahnya dan memberikannya ketengan yang jauh lebih besar dari obat penenang itu.


BRAK


TAP TAP TAP


Mata yang sudah tertutup itu kembali terbuka perlahan. Sebuah senyum terukir manis di bibir tebal itu, meski dengan nafas yang masih terengah engah. Tangan itu terulur menyentuh tangan mungil di depanya. Matanya menatap dengan lembut pada mata coklat yang sayup dan kawatir itu.


"Hah...Haa.. Aku.. Hah.. tidak apa...Hah" Dengan suara yang hampir hilang dan nafas yang terengah, lelaki itu menyentuh pipi cubby gadis kecil di hadapanya. Meyakinkan jika dia baik baik saja.


Gadis itu hanya tersenyum simpel kemudian memeluk tubuh besar yang kini begitu lemah. Sebuah pelukan hangat dan nyaman yang selalu lelaki ini rasakan setiap gadis yang dia sayangi datang.


Nafas yang tadi tidak setabil kini perlahan mulai setabil, dadanya bahkan sudah tidak sakit. Meski wajah itu masih terlihat pucat.

__ADS_1


Gadis itu memberikan sebuah pil obat yang tadi tumpah bertebaran di lantai untuk lelaki itu minum. Setelah itu memberikan ciuman singkat pada pipi tirus tersebut dengan bibir mungilnya. Hingga lelaki itu kembali lelap dalam tidurnya.


********************TBC**********************


__ADS_2