Pschyco Man

Pschyco Man
Prologue


__ADS_3

Marcus alexander adalah pria tampan yang kaya raya dan penuh martabat. Seorang pria dingin dan arogan yang di agung agungkan oleh banyak wanita karena ketampanan dan hartanya. Dia adalah pria impian setiap wanita. Ada banyak wanita cantik yang merelakan harga diri mereka demi bisa naik keatas ranjang pria kekar itu. Bagi wanita wanita ini tidak ada yang lebih penting dari memuaskan tuan Alexander.


Bagi mereka menjadi wanita simpanan Alexander saja sudah menjadi sebuah kehormatan. Wanita wanita penggila harta ini akan kehilangan harga diri dan mahkota mereka ketika berserah pada pria kejam seperti Alexander. Mereka yang melewati batasan dengan menginginkan hal lebih, maka berati mereka sudah tidak menginginkan nyawa mereka.


Alexander akan menjadi pria yang lembut dan penuh perhatian hanya saat dia menginginkanya. Namun sayangnya sampai detik ini tidak ada yang mendapat perlakuan lembutnya. Sang sekretaris wanita yang selalu bersanding di sampingnya dan mengikuti dimanapun Alexander pergi pun tak bisa melewati batasanya sebagai sekretaris. Dia bisa dekat dengannya namun tak bisa lebih dekat lagi dengan tuannya.


Karena bagi Alexander wanita hanya tempatnya melepas stress dan melampiaskan emosinya. Dan sang sekretaris seperti seorang adik perempuan Baginya, tak lebih. Karena itu dia memperlakukan sekretarisnya berbeda dengan wanita lain.


"Presdir. anda mendapat undangan pesta dari perusahaan LW" ujar lily sekretaris cantik dengan tubuh ideal menyerahkan sebuah undangan.


" Ya. kau pergilah cari gaun yang pas. dan temani aku pergi keundangan itu" Alexander memberikan kartu goldnya pada sekretaris lily.


"Baik presdir. saya permisi." wanita itu mengambil kartu di tangan Alexander lalu berjalan keluar dengan wajah yang merah.


Lily adalah satu satunya wanita beruntung yang mendapat perhatian dan segala kemewahan dari Alexander. Dia bahkan mendapag kehormatan dengan selalu berada di samping Alexander dan menjadi pasangannya di setiap acara.


Alexander berdiri di hadapan cermin besar dengan piama menatap pantulan dirinya yang terlihat begitu gagah dan berotot. Mata coklatnya memancar tajam dengan alis tebalnya.


Grep!


Sebuah tangan ramping melingkar memeluk tubuh kekarnya dari belakang. Tangannya berputar putar dan mengusap lembut dada bidang itu. Alexander hanya diam menatap dari cermin gerakan nakal tangan itu dengan mata yang tajam.


"Tuan Alexanderku begitu tampan dan memikat. " ujar wanita itu dengan menatap menggoda pada tubuh Alexander.


"Aku jadi khawatir akan banyak wanita di luar sana yang menginginkan tuanku untuk naik keatas ranjangnya" lanjut wanita itu dengan nada manja. Alexander memutar tubuhnya menghadap wanita cantik yang hanya mengenakan pakaian dalam itu.


"Tetapi aku yakin tuanku tidak seperti itu" seru wanita itu lagi dengan merangkulkan tanganya pada leher panjang Alexander.

__ADS_1


"Wanita wanita itu tidak akan cukup untuk memuaskan tuanku bukan. karena tuanku sudah memiliki aku" kini tangan itu bergerak nakal lagi dengan membelai dada bidang Alexander lalu turun kebawah hingga area yang begitu privat.


"Arghh!!" Erang wanita itu karena alexander. mencengkram kuat pergelangan tanganya, saat akan menyentuh yang tidak seharusnya di sentuh.


"Kau benar. dan salah satu dari wanita itu bukankah dirimu" ujar Alexander tajan dengan mata menusuk. membuat wanita itu menciut takut.


"Tu-tuanku ba-bagaimana mungkin aku berani" ujarnya dengan terbata. keringat dingin memenuhi kening wanita itu karena tatapan menakutkan alexander dan tanganya yang sudah kebas.


"Benarkah?. bukankah baru saja kau melakukanya.?" wanita itu semakin berkeringat dingin ketakutan ketika tatapan alexander semakin mengerikan. Aura dalam ruangan itu bahkan sampai terasa dingin dan menyeramkan juga.


"Beritahu aku apa hukuman bagi mereka hang melewati batasan dariku" Alexander bertanya dengan mendekatkan wajahnya dan berbisik seperti sebuah ancaman.


Meski wajah tampan itu melihatnya dengan datar namun mata coklat itu sangat tajan milik alexander itu seperti mengancamnya dan akan memunuhnya detik itu jug.


" M-Ma-Maafkan s-sa-saya tuan " tubuh wanita itu sudah sepenuhnya bergetar hebat dengan keringat dingin yang hampir menetes.


"Katakan" tukas alexander lagi dengan semakin mengencangkan cengkramannya hingga pergelangan kecil itu memerah memar .


"Arh saya. Itu me-mereka yang melewati batasan akan berakhir tragis" wanita itu menjawab dengan bergetar dan terbata. Rasanya seperti menghadapi malaikat maut yang kapan pun siap mencabut nyawanya.


"Kalau kau tau lalu kenapa kau masih...."


BRUK


"Maafkan saya tuan Alexander. Saya mohon ampuni nyawa saya. Saya tidak akan berani selancang itu lagi. Saya tidak akan berani mengulanginya. Saya janji" Wanita itu langsung seketika berlutut dibawah kaki Alexander. Menatap wajah kejam alexander dengan merinding dan penuh keringat.


Alexander menatap tubuh berlutut wanita di depanya dengan jijik dan penuh ancaman. Lama Alexander membiarkan tubuh itu berlutut di bawah kakinya. Baru kemudian Alexander berlutut berhadapan dengan wajah di depanya. Tangan kekarnya itu terulur mencengkram wajah mulus itu dengan kasar.

__ADS_1


"Kau membuatku muak. dengan bersikap menjijikan seperti ini." setelah menghempaskannya. Alexander bergegas berdiri dan melempar baju wanita itu kedalam kotak sampah di luar kamar hotelnya.


"Keluar, sebelum aku melemparmu!" perintahnya dengan penuh ketegasan. Dengan cepat wanita itu berdiri lalu berlari keluar kamar.


"Berterimakasihlah karena aku tidak menghabisimu" wanita itu menatap ngerih pada wajah marah Alexander.


Terimakasih tuan Alex...."


BLAM


Ucapan wanita itu terpotong tepat saat tuan Alexander menutup pintu kamarnya dengan kasar.


Dengan geram wanita itu mengepalkan tangannya hingga kulitnya menutih. Untuk pertama kalinya wanita itu di permalukan. Dia bahkan merelakan harga dirinya demi merayu Alexander namun pria tegas itu sama sekali tidak tergoda dan malah melemparnya keluar kamar dengan tidak hormat.


CKLEK


SRUK


BLAM


Wanita itu hampir tersedak ludahnya saat sedang mengutuk Alexander. Namun dengan tiba tiba pria itu membuka pintunya dan melemparkan ratusan ribu uang padanya.


"Hah. Jantungku hampir copot. " Gumamnya memegang dadanya dengan lemas. Matanya dia edarkan kesekeliling untuk melihat apakah ada orang yang memperhatikannya atau tidak. baru saja akan mengambil bajunya di tempat sampah yang di buang Alexander tadi. Namun matanya menatap cctv yang sedang merekamnya.


"Haisss. Sialan Marcus alexander" geramnya.


Di dalam Alexander menyemprotkan cairan pembersih dan pewangi keseluruh ruangan yang sudah di sentuh wanita murahan tadi, lalu melepas piamanya dan membuangnya ketempat sampah. setelah itu masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang kotor di sentuh wanita tadi.

__ADS_1


'Dia benar benar melakukanya'


**********************************************Halo pembaca setia Pschyco man. Author minta maaf ya karna udah jarang update terus tau tau ada perubahan dari cerita dan penghapusan chapter lama. Author minta maaf ya sekali lagi karena sudah mengecewakan 🙏. Tapi author akan berusaha untuk lebih baik. untuk memperlancar peng uploadtan setiap chapternya sesering mungkin. mari terus dukung author. dan terus baca karya karya author lainnya


__ADS_2