Pschyco Man

Pschyco Man
Alasan dari sikap alexander


__ADS_3

sebuah alunan musik dj yang terdengar kencang diiringi dengan gemerlap lampu diskotik yang berkelap kelip. menjadi pemeriah keadaan di dalam bas yang begitu penuh dengan orang orang yang menari dengan riang dan lepas. wanita wanita berpakaian minim dengan seksiknya bergerak dan berjoget ria menikmati musik dj yang di putar. beberapa laki laki terlihat asik menikmati musik dengan pasangan kowanitanya dan berjoget.


di sudut kursi bar terlihat beberapa wanita asik menemani teman laki lakinya meneguk minuman, dengan beberapa bermesraan secara terbuka. dari sudut lain di sofa kursi yang agak jauh dari kerumunan terlihat beberapa lelaki tampan dengan setelan jas dan beberapa wanita penghibur yang melayani mereka. wanita wanita itu dengan lincah dan cekatan melayani para pria tampan itu. menuangkan minuman, memberi pijatan ringan, atau sekedar memberikan tubuh mereka untuk di gerayangi. salah seorang dari pria pria tampan itu terlihat duduk dengan menyandarkan tubuhnya pada sofa dan kepala yang bersandar pada punggung tangan menatap jengah pada teman temanya.


"Tuan alex.. biar kutuangkan minuman untukmu" ujar salah seorang wanita dengan pakaian yang sangat minim dan terbuka. menuangkan minuman kedalam gelas lalu duduk di samping laki laki kekar itu dan menyodorkan minumanya.


Laki laki itu 'Alexander' menerima gelas tersebut dalam diam dengan wajah yang dingin.


"Tuan apakah anda ingin saya pijat?" tanya wanita penghibur yang lain dengan menyentuh lengan alexander perlahan.


"Ya. biarkan kami memijatnya" alexander menggangguk dan membiarkan mereka memijat pundak dan kakinya yang terasa pegal.


alisnya sedikit berkerut saat salah satu dari wanita penghibur itu tidak memijat kakinya dan malah merabanya dengan lembut. wanita itu mendonga menatap alexander dengan wajah mengoda dan menyibakan rambutnya membuat belahan dadanya yang besar semakin terlihat jelas. mata alexander menatap tubuh dan wajah wanita itu dengan tajam. tangan itu lagi lagi dengan lancang bergerak menelusuri menyentuh paha alexander dan tersenyum menang kepada temanya yang memijat punggung alexander. membuat wanita itu mengernyit kesal.


BRUG!


Teman teman alexander terjungkit kaget saat mendengar suara keras dan langsung menatap alexander terkejut. begitu juga dengan wanita yang tadi memijat punggung alexander tersentak kaget dan menatap takut pada alexander dan temanya.


"Argh" erang wanita itu menahan sakit pada bahunya yang terbentur meja karena di tendang oleh alexander. matanya menatap takut dan merinding pada wajah dingin dan mata tajam alexander.


"Tuan alexander ada apa?!" ujar salah seorang dari laki laki tampan itu mendekati alexander.


alexander tidak menjawab, laki laki kekar itu hanya diam dan membungkukan badanya menatap wanita di hadapanya dengan jiji.


"Apa kau sudah bosan hidup!" ujar alexander mengangkat dagu wanita itu untuk melihat matanya.

__ADS_1


"Tubuhmu bahkan tidak pantas untuk di perlihatkan padaku" tambah alexander menatap jiji tubuh wanita itu. membuat wanita pengibur itu mengepalkan tangan geram marah dan takut dengan tatapan alexander.


"menjijikan" ujar alexander sembari berlalu pergi, meninggalkan wanita penghibur yang sudah malu itu.


"Alexander" panggil laki laki tampan berambut hitam itu namun di abaikan.


"Arghh! kau harusnya jangan membuat dia marah!" kesal laki laki berambut abu abu itu dengan geram. kemudian akan mengejar alexander namun di tahan oleh yang lain.


"Biar aku saja" seru laki laki tampan dengan rambut panjang yanv di ikat kemudian berjalan menyusul alexander dengan membawa dua gelas minuman di tanganya.


"Hey! ****** pergi kau sebelum aku menghajarmu!" seru laki laki itu lagi dan kembali duduk dengan kesal.


"Hah. mengganggu suasana" timpal yang lain.


wanita itu berjalan pergi dengan kesal dan penuh amarah meninggalkan tempat itu. dia benar benar tidak menyangka alexander akan menendangnya dan memperlakukanya seperti ini di tempat umum.


"Martin. apa aku memintamu kemari?" ujarnya dengan terus menatap lurus. laki laki tampan yang sedari tadi menatap punggung alexander di sisi pintu berjalan mendekat dengan tersenyum tipis.


"Apa aku tidak boleh kemari?"


"Kau membawa wins apa untuk kau minum sendiri dengan terus berdiri di sana?" kali ini alexander bertanya dengan menatap mengejek pada laki laki tampan itu.


"Aku hanya ingin melihat apa kau menyadari keberadaanku atau tidak" ujaar martin memberikan segelas wins panda alexander. kemudian mereka kembali menatap lurus kedepan dan hanyut dalam perbincangan mereka.


sesekali martin menatap wajah dingin dan tenang alexander dengan menerka. laki laki tampan yang kekar dan terlihat tenang ini, bisa berubah ubah kapan saja suasana hatinya. sesaat akan terlihat tenang lalu sesaat kemudian akan berubah dingin dan mencekam. seperti seorang monster yang tidak terkendali.

__ADS_1


"Jadi bagaimana dengan wanita yang kau minta aku mencari keberadaanya itu?" tanya martin menatap serius.


"Kau sudah menemukanya?" alexander menatap martin dengan tidak sabar.


"belum." gelengnya yang membuat wajah alexander kembali berubah dingin.


"Tetapi aku sudah menemukan beberapa infomasi seperti yang kau katakan dia tinggal di panti aasuhan lalu di angkat oleh seseorang sebagai anak. setelah itu identitasnya berubah dan dia putus komunikasi dengan panti asuhan tempatnya dulu." jelas martin sembarin meneguk winsnya.


"Penyelidikanku berhenti disana. karena data setelah dia di asuh orang lain tidak di temukan. data terakhir yang kutemukan adalah keluarga angkat anak itu kecelakaan dan meninggal, begitu juga dengan anak yang kamu cari, pihak keluarga mengtakan mereka meninggal di tempat saat kecelakaan..."


alexander menatap martin yang tidak melanjutkan ucapanya dengan bingung. setelah menghembuskan nafas beberapa kali martin melanjutkan ucapanya.


"Aku menemukan ada kejanganlan dari kematian keluarga angkatnya dan juga kematian anak yang kamu cari. aku curiga kematian itu di sengaja. dan..."


"yang ku perlukan adalah informasi mengenai keberadan anna bukan tentang kecelakaan keluarga angkat anna" ujar alexander memotong ucapan martin.


"tenang dulu alex aku belum selesai."


" dari seluruh informasi yang kukumpulkan memang mengatakan jika anna sudah meninggal. namun dari analisaku terkait kecelakaan keluarga angkat anna. aku yakin anna masih hidup, namun dengan identitas lain, dan kehidupan yang baru. sayangnya aku tidak berhasil menemukan data setelah itu, karena data sudah di musnahkan" lanjutnya dengan wajah serius.


alexsander mengusap wajah gusar setelah mendengar semua penjelasan martin yang berujung buntu. laki laki kekar itu kini terlihat frustasi dan putus asa. berbeda dengan wajah dingin dan tegas yang selalu dia tunjukan pada orang orang selama ini.


alasan mengapa laki laki ini mudah berubah, menjadi seperti saat ini, menjadi orang lain dan sulit mengendalikan diri, seperti seorang pschyco. adalah bagaimana dia begitu kehilangan seseorang yang dia percayai dan sayangi. dialah wanita itu anna.


**********************************************

__ADS_1


terimakasih semuanya yang sudah setia dengan tetap membaca karya saya. mari terus dukung saya dengan tetap membaca dan menyukai karya karya saya. karna tanpa suport dari kalian saya tidak akan semangat menghasilkan karya karya yang lain. mari terus dukung dan cintai karya karya saya..


__ADS_2