
Mereka naik ke lantai atas bersama sama. Masing masing berdiri di depan pintu kamarnya sambil memegang gagang pintu. Kemudian secara bersama sama mereka masuk ke dalam kamar. Menutup pintu , mengunci dari dalam.
Empat orang yang sudah ketakutan itu berusaha untuk mempertahan diri sampai pagi.
Dave Hudson menarik napas lega setelah dia menggerendel pintu kamarnya. Dia berjalan ke meja rias. Dalam cahaya lilin remang remang. Dia memperhatikan wajahnya.
Dia berkata kepada dirinya sendiri.
"Hal ini telah membuat diri mu gila. "
Sebuah seringai mengerikan menghiasi wajah nya. Dengan cepat di melepas pakaiannya dan berganti dengan pakaian tidur.
Dia melangkah ke tempat tidur dan melepaskan jam tangan nya di atas meja di samping tempat tidur.
Laku dia membuka laci meja itu. Dia kaget. Pistol itu berada di sana.
Rebbeca Cluster berbaring diam di atas tempat tidurnya. Lilin menyala di samping tempat tidurnya. Dia bergumam pada dirinya sendiri
"Engkau akan selamat sampai pagi hari. Tidak akan ada yang bisa masuk ke sini. Semua akan baik baik saja."
Tiba tiba dia berkata
"Aku bisa tinggal di sini. Mendekam di kamar ini. Aku bisa mengambil persediaan makanan di dapur dan membawanya ke sini. Makan di sini selama beberapa hari."
Dia mulainerpikir tentang anak manja yang selalu merengek. Chris yang tampan.
Dia mendengar Cindy berkata dengan kata kata manja nya.
"Nona Cluster bolehkah saya berenang yang di area dalam ? Saya pasti bisa. "
Apakah itu suara dia sendiri yang menjawab.
"Tentu saja kau pasti bisa Cindy."
"Kalau begita saya bisa kesana sekarang ya."
"Jangan sekarang Cindy. Mengertilah ibumu sangat mengkhawatirkan dirimu. Bagaimana kalau besok kau mencoba berenang ke area dalam . Saya akan bercakap cakap dengan ibu mu di pinggir kolam sehingga dia tidak memperhatikan diri mu. Dan kemudian ketika dia mencari dirimu. Kau bisa melambaikan tanganmu di atas pinggir kolam di area yang dalM. Ini akan merupakan suatu kejutan yang menyenangkan untuknya . "
"Oh benarkah. Akan sangat menyenangkan sekali melihat ibu ku terkejut."
Dia mengatakan nya hari itu. Besok semua akan selesai. Chris akan menjadi orang kaya ketika dia kembali dari Amerika nanti.
Tetapi apabila rencana itu gagal bagaimana ? Cindy mungkin bisa di selamatkan pada waktunya. Dan kemudian dia akan berkata
"Nona Cluster mengijinkan saya berenang ke area yang dalam ."
Maka dia akan menjawab
__ADS_1
"Kenapa kamu berbohong Cindy? "
Mereka semua akan mempercayai nya. Bahkan ibu Cindy sekalipun tahu kalau Cindy selalu berbicara tidak benar dan berbohong kepada semua orang. Ya dia aka berpura pura menyelamatkan Cindy, tapi dia akan datang terlambat. Ya terlambat. Tidak akan ada yang mencurigai nya.
Jangan jangan Chris tahu. Dia mencurigai nya. Makanya dia menatapnya dengan pandangan aneh.
Dan itu pula lah yang menyebabkan nya langsung pergi setelah pemeriksaan atas kematian Cindy selesai.
Christ tidak pernah menjawab surat surat yang Rebbeca kirimkan setelah kejadian itu.
Rebbeca berguling guling di tempat tidurnya. Dia tampak gelisah sekali. Dia bergumam
"Sebaiknya aku tidak memikirkan Chris lagi. Semua nya hanya masa lalu. Entah kenapa dia merasa saat ini bahwa Chris ada di sini bersama ku. "
Dia memandang langit langit kamarnya. Berusaha memejamkan mata , tapi tidak bisa. Dia gemetar jika mengingat sentuhan basah di kaki nya.
Detektif Fraster duduk di samping tempat tidurnya. Mata nya menatap pintu , penuh kewaspadaan. Dia tidak akan tidur malam ini. Kengerian itu mulai mendekati nya , sudah enam orang yang menjadi korban.
Tersisa empat orang sekarang. Seorang dokter wanita. Gadis mantan pengasuh. Dave Hudson dan dia sendiri Fraster. Dan sebentar lagi salah satu dari berempat akan mati. Tapi bukan dia. Dia yakin itu.
Tapi pistol itu di mana geranganmya. Dia sibuk memikirkan di mana pistol itu di sembunyikan. Dalam keheningan malam dia mendengar suara jam berdentang waktu menujukan pukul dua belas malam.
Dia mulai agak santai sekarang. Dia duduk di sisi tempat tidur nya. Kemudian dia bangkit dan duduk di meja tulis. Di ambilnya selembar kertas dan pena lalu mulai di tuliskan rincian kejadiaan tersebut.
Lilin di kamar nya hampir habis , diambilnya sebatang korek apa dan di nyalakannya lagi lilin tersebut.
Dia terus berpikir tentang pistol itu. Siapa yang memiliki nya. Jam di ruang bawah berdentang satu kali . Tiba tiba dia mendengar suara pelan di balik pintu kamar nya.
"Ada seseorang yang berjalan di luar ."
Dia bangkit dari tempat tidurnya tanpa suara. Dia mendekati pintu dan menempelkan telibga di pintu. Tidak terdengar apa apa.
Tapi Fraster yakin sangat yakin kalau barusan dia mendengar sebuah langkah kaki di depan kamarnya. Akhirnya dia membuat keputusan.
Dia berniat melihat siapa orang itu. Langkah kaki itu jelas akan melewati kamarnya. Akhirnya di mengangkat kursi yang di sandarkan nya di gagang pintu.
Dia membuka pintu kamarnya. Dia berlari tanpa suara ke lantai bawah. Dia menyadari hujan sudah berhenti makanya dia bisa mendengarkan suara langkah kaki itu. Karena bulan keluar tampak cahaya remang remang , dia melihat sebuah bayangan berlari ke pintu depan.
Dia ingin mengikuti nya tapi dia berhenti dia naik ke lantai atas. Dia ingin memeriksa ketiga kamar yang di tempati di tas. Salah satunya pasti kosong. Dengan cepat dia sudah berada di pintu kamar Dr Greece. Dia mengetuk nya tapi tidak ada jawaban.
Berikutnya dia beralih ke kamar tuan Dave Hudson. Dia mengetuknya. Dave menjawab dari balik pintunya.
"Siapa ?"
"Saya Fraster. Saya rasa Dr Greece tidak ada di kamarnya. "
Setelah berkata demikian dia pergi ke kamar Rebbeca dan mengetuk pintunya.
__ADS_1
"Nona Cluster apa anda ada di dalam?"
Dengan kaget Rebbeca terbangun tiba tiba . Dia menjawab
"Siapa?"
"Saya Fraster nona Cluster."
"Ada apa ? "
"Tidak ada apa apa. Sebentar saya akan kembali lagi."
Dengan cepat dia berlari kembali ke kamar Hudson. Pintu sudah terbuka. Dave bertanya
"Ada apa ? "
Fraster berkata dengan cepat
"Dr Greece tidak ada di kamarnya."
Alis mata Hudson terangkat sebelah. Dia berkata
"Jadi anda melihat Dr Greece menuju pintu depan. Bagaimana kalau kita mengecek dulu. "
Hudson berlari ke kamar Dr Greece. Dia menggedor pintu dengan sangat keras.
"Dr Greece apa anda di dalam ?"
Hening. Tidak ada jawaban . Dia segera pergi ke kamar Rebbeca. Dia berkata dari balik pintu.
"Nona Cluster kami akan pergi mencari Dr Greece. Tolong jangan bukakan pintu untuk siapa pun kecuali kami berdua. Mengerti ?
Rebbeca menjawab
"Ya saya mengerti."
Fraster berkata
"Kita harus berhati hati. Ingat dia menyimpan pistol itu."
Hudson menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Anda salah. Pistol itu ada di tangan saya. "
Fraster berdiri mematung di atas anak tangga. Dia sangat terkejut.
Hudson terkekeh dan berkata
__ADS_1
"Tenang saja saya tudak akan menembak anda."
Mereka berdua berjalan menembus kegelapan malam.