
"Inspektur Helmest menghela napasnya dan berkata
"Menurut ahli forensik Dave Hudson tertembak di jantung nys. Mayat nya di temukan di pantai. Sedang Fraster sepertinya di pukul dari belakang atau ada yang menjatuhkan patung perunggu dari jendela. Kemudian Cluster bunuh diri dengan tali di kamarnya."
Komisaris polisi Armittige merasa tertarik. Dia berkata
"Jendela kamar siapa ?"
"Rebbeca Cluster pak."
"Hmm coba bacakan hasil penyelidikan petugas kita di lapangan. "
Inspektur Helmest menoleh lagi pada berkas di tangannya. Dia berkata
"Menurut petugas di lapangan jika seandainya Hudson yang memukul Fraster dari belakang lalu dia membius Cluster dan menggantungnya di kamarnya , kemudian turun ke pantai dan menembak dirinya sendiri. Akan tetapi ada yang sangat aneh karena pistol di temukan di kamar Barren. "
"Jadi ada seseorang yang mengambil pistol di pantai dan membawanya ke kamar Barren begitu katamu ?"
Inspektur Helmest berkata
"Masih ada lagi pak. Sidik jari yang di temukan hanyalah milik Rebbeca Cluster. Jadi ada kemungkinan bahwa Hudson membunuh Fraster kemudian berniat membunuh Cluster. Akan tetapi pistol di rebut Cluster dan di tembaknya Hudson kemudian Cluster meletakan pistol di kamar Barren dan gantung diri di kamarnya."
Komisaris polisi Armittige mendengus kesal.
"Untuk apa dia melakukan nya?"
"Itulah yang tidak kami mengerti. Selain itu pak ada satu hal aneh lagi . Ini mengenai kursi di kamar Rebbeca Cluster pak ."
__ADS_1
Alis mata Komisaris polisi Armittige terangkat sebelah.
"Kursi ? "
"Ya pak ini memang kelihatannya tidak masuk akal. Tapi tidak ada kursi yang habis di tendang Rebbeca Cluster di tempat dia gantung diri. Melainkan kursi tersebut tertata rapi di tempatnya ."
"Jadi maksudmu ada seseorang yang membereskannya setelah Rebbeca Cluster tewas."
Inspektur Helmest berkata
"Menurut kemungkinan adalah Fraster. Hanya saja ini seperti di paksakan. Setelah dia menembak Hudson , dia membius Cluster dan menggantungnya. Lalu membereskan kursi dan pistol. Lalu menggunakan pemberat atau apa dan tali agar patung perunggu bisa jatuh di atas kepalanya. Tapi jujur saya kurang yakin teori ini. Dan saya rasa dia bukan orang yang akan bunuh diri menggunakan cara nya beresiko seperti itu. "
"Kau benar. Aku bahkan tidak bisa membayangkan nya."
Inspektur Helmest berkata
"Satu-satunya kemungkinan adalah bahwa ada orang kesebelas di pulau itu pak."
Inspektur Helmest bertanya
"Kalau begitu pak lalu siapa yang membunuh mereka semua ?"
Komisaris polisi Armittige hanya menggelengkan kepalanya nya.
Besoknya sebuah paket di alamatkan pada Komisaris polisi Armittige. Kepala polisi Armittige membuka paket itu dan mengeluarkan isinya yang berupa buku catatan harian. Ada sebuah kartu yang bertuliskan
Mohon di baca.
__ADS_1
Komisaris polisi Armittige langsung membuka buku bersampul coklat itu. Dia juga memanggilnya Inspektur Helmest untuk melihat nya juga.
Sejak kecil aku sudah senang menyakiti hewan yang lebih lemah dari ku. Mulai dari kucing yang aku pelihara , anjing dan hewan lain. Bahkan aku juga senang merusak boneka adik ku. Bahkan ketika adiku menangis ada perasaan bahagia pada diriku. Aku selalu menyakiti anak anak tetangga dan adiku ku juga. Aku selalu membenci apabila mendengar mereka bercerita tentang orangtua nya.
Mungkin karena ayah ku sudah tidak ada dan ibuku menikah lagi. Kemudian adikku lahir aku sangat benci ketika melihat senyum bahagia ibuku. Aku tidak mengerti, tapi aku sangat bahagia ketika aku menenggelamkan adik ku yang berumur lima tahun di kamar mandi. Sayang nya dia masih hidup aku tidak berhasil membunuhnya.
Karena kejadian itulah ibu ku mengirim ku ke asrama. Di sana juga sama aku benci pada anak anak lain nya. Bahkan aku juga hampir membunuh teman sekelas dengan mendorong nya dari tangga.
Pada liburan musim panas , aku kembali ke rumah. Rumah yang sangat ku benci. Ayah tiri dan ibu yang sudah membuangku. Ketika ibu ku pergi dengan adik tiriku , sebuah ide mengerikan terlintas di benak ku. Pertama tama aku membuat ayah tiri ku mabuk berat. Lalu ku jatuhkan dia dari lantai dua.
Tapi dia masih belum mati. Jadi aku mengambil sebuah pentungan karet milik adik ku. Dan ku pukul berkali kali ke tubuh dan kepalanya. Aku tertawa ketika melihat darah merah segar keluar dari kepalanya. Lalu aku mengambil uang yang ada di rumah dan kabur dari sana.
Aku pergi keluar negeri dan mengganti namaku menjadi Victoria dan aku bertemu dengan suami ku. Sejujurnya dia juga bukan seorang pria yang baik. Dia memiliki banyak pacar dan selingkuhan. Pria tua yang sangat menjijikan menurut ku.
Aku membenci nya dan berharap dia mati. Dan harapan ku di kabulkan. Dia mati bersama dengan selingkuhan nya. Aku hanya tidak suka pemberitaan di koran yang mengatakan aku depresi. Padahal aku baik baik saja. Aku justru sangat senang kalau suamiku sudah meninggal.
Aku tahu waktu ku tidak banyak lagi. Menurut dokter aku punya penyakit kanker sudah stadium tinggi. Aku memutuskan tidak akan meninggal seorang diri. Aku akan mengajak orang orang yang sama seperti ku. Lolos dari hukum.
Aku menyiapkan segala nya. Memilih panggung yang terbaik. Juga para pemeran nya un aku sudah memyeleksi secara menyeluruh. Aku meminta detektif Fraster untuk mengecek latar belakang sembilan orang lain nya . Serta meminta seorang detektif swasta lain untuk mengecek tentang dirinya.
Aku juga mencari tahu tentang kasus kasus yang melibatkan para pemainku. Dan aku tahu bahwa mereka memang sudah seharusnya di hukum. Keputusan ku sudah mutlak. Seiring waktu rencana dan persiapan ku sudah matang.
Aku memilih para pemain ku dan mewawancarai mereka satu persatu. Aku memilih mereka berdasarkan apa yang mereka lakukan di masa lalu. Dan tentu saja ide ini tidak muncul tiba tiba . Aku ingat dua tahun yang lalu sedang berbincang dengan sahabat ku. Dia seorang pengacara yang handal.
Dia menceritakan sebuah kisah yang cukup unik. Bahwa seorang teman nya yang berprofesi sebagai dokter baru saja kehilangan seorang oasien wanita yang sudah lama di tangani nya. Wanita itu meninggal karena serangan penyakitnya. Tapi dia merasa bahwa ada sesuatu yang aneh. Dia cukup yakin bahwa pasien nya meninggal karena di bunuh. Dengan cara bagaimana dia tidak tahu, akan tetapi dia yakin pelakunya adalah pasangan suami istri yang bekerja di sana.
Itulah awal mula aku memutuskan untuk melakukan pembunuhan pada mereka semua. Aku mencari informasi dan kasus nya. Walaupun pada kasus Dayton dia benar benar bersalah atas apa yang di tuduhkan. Aku menghadiri sidang nya pada saat itu dan bisa dengan jelas kulihat bagaimana wajah , sikap dan tingkah laku nya. Sekilas dia berwajah tanpa dosa. Tapi aku yakin dia bersalah. Hal itu pun di lihat oleh hakim Andy Hart. Aku memilih dia sebagai salah satu pemeran ku juga karena dia memiliki kecakapan dan juga bisa memimpin.
__ADS_1
Aku juga melihat bukti bukti yang di paparkan di sidang. Aku merasa sangat yakin dia membunuh wanita itu. Aku bukanlah seorang pembela kebenaran. Jadi aku tidak terlalu peduli pada kematiannya.
Setelah sidang selesai , aku mulai mencari para pemain lainnya. Pertama aku bertemu dengan Helen Greece, aku mengenalnya dari para teman teman ku. Aku juga mencari tahu latar belakang nya. Aku tahu kalau dia senang pergi ke host club minum minum dan menghabiskan uang di sana. Dan ternyata suatu waktu setelah mabuk dia kembali ke rumah sakit dan memberikan obat yang salah kepada pasien yang menyebabkan pasien itu meninggal.