
Mereka berada di pantai. Seharian membuat isyarat , tapi tidak ada tanda tanda perahu akan datang.
Rebbeca memandang vila tempat mereka menginap. Dia menghela napas
"Saya merasa lebih aman di sini. Jika ada yang datang maka kita bisa melihatnya."
Dave berkata
"Ide yang baik."
Rebbeca berkata
"Kita akan berkemah di sini ."
Fraster berkata
"Kita tidak bisa berkemah di luar. Kita harus kembali ke rumah. "
Rebbeca berteriak
"Saya tidak ingin kembali ke sana. Saya tidak sanggup menghabiskan satu malam lagi di sana."
Dave berkata
"Tenang saja. Anda sma di sana selama anda mengunci pintu."
Rebbeca berkata dengan suara lirih.
"Ya saya kira begitu."
Dia mendongakkan kepalanya. Cahaya matahari menyinarinya. Dia berpikir
"Ini menyenangkan sekali. Rasanya seperti di berikan kekuatan. Tapi juga sku merasa takut. Rasanya akan datang kegelapan lagi hari ini."
Fraster melirik arloji nya. Jarum jam menunjukan pukul dua belas siang. Dia bertanya
"Mau makan siang ?"
Rebbeca menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Saya tidak mau ke sana. Saya di sini saja."
"Nona Cluster sebaiknya anda makan dulu. Dari pagi anda belum makan apa apa."
Rebbeca berkata
"Maaf tapi saya tidak bernapsu. Selera makan saya sudah hilang."
Fraster berkata lagi
"Bagaimana dengan anda tuan Hudson?"
Dave juga menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Saya di sini saja. Saya skan menemani nona Cluster. "
Fraster tampak ragu. Rebbeca meyakinkannya.
"Tenang saja. Saya rasa dia tidak akan menembak saya begitu anda pergi."
Fraster mengangkat bahu nya. Dia berkata
"Baiklah jika itu keinginan anda. Akan tetapi kita harus selalu bersama sama. "
Dave tertawa kecil. Dia berkata
"Andalah yang ingin ke sana. Jika anda mau saya bisa menemani anda."
Fraster berkata dengan nada sinis.
"Tidak perlu. "
Dave tertawa. Dia berkata
"Jadi anda masih takut. Saya bisa menembak anda berdua di sini sekarang. "
Fraster berkata
"Akan tetapi ini tidak sesuai dengan yang terjadi selama ini. Harus satu per satu."
Dave berkata
"Sepertinya anda sudah tahu."
Fraster berkata
__ADS_1
"Tentu saja."
Dave berkata lagi
"Dan karena itu bolehkah saya meminjam pistol anda. Jawabanya tentu saja tidak. Tidak akan saya pinjamkan pistol ini kepada anda."
Fraster berlalu menuju vila.
Rebbeca berkata dengan nada khawatir.
"Bukankah berbahaya membiarkan dia kembali ke rumah seorang diri?"
Dave berkata
"Saya rasa tidak. Satu Dr Greece seorang wanita , kekuatan fisik nya di bandi g Faster beda jauh. Dia tidak akan menang jika adu fisik. Kedua saya yakin sekali dia tidak ada di vila itu sekarang."
Rebbeca berkata dengan nada tidak percaya.
"Lalu maksudnya ?"
Dave berkata dengan nada sinis.
"Si pembunuh itu sudah pasti adalah Fraster sendiri."
Rebbeca terkejut
"Apakah maksud anda?
Dave menjelaskan
"De garkan saya noba Cluster. Ada sudah mendengar cerita nya tetentanh orang yang berjalan di depannya. Semalam bukan ? Nah bisa saja dia yang membunuh Dr Greece sebelumnya dan berkata kepada kita begitu"
"Bagaimana caranya ?"
Dave menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Itulah yang menjadi masalahnya. Kita tidak tahu. Hanya saja menurut ku bahaya kita cuma satu, Fraster. Kita tidak tahu apakah yang dia ceritakan itu benar . Apakah dia detektif swasta? Kita tidak tahu. Kita hanya dengar dari dirinya saja. "
Wajah Rebbeca berubah menjadi pucat . Dia berkata dengan nada gemetar
"Bagaimana jika dia menyerang kita?"
Dave tersenyum. Dia berkata
" Tenang saja. Saya akan melindungi anda."
"Anda sedang berusaha mempercayai saya ya ?"
Rebbeca berkata dengan nada pelan
"Entahlah tapi saya merasa teori anda tentang tuan Fraster salah. Saya masih merasa yakin kalau pembunuh nya adalah Dr Greece. "
Tiba tiba dia menoleh ke arah vila dan berkata dengan nada lirih kepada Dave
"Tidakkah anda merasa bahwa seseorang mengawasi kita dari vila itu?"
Dave berkata dengan nada lembut.
"Itu hanya perasaan anda saja. Jangan terlalu di pikirkan."
Rebbeca berkata
"Jadi anda juga merasa demikian?"
Dave bertanya
"Apakah anda menenggelamkan anak itu?"
Rebbeca berteriak
"Tidak saya tidak melakukanya. "
Dave tertawa mengejek. Dia berkata
"Ya nona saya yakin anda melakukannya. Tapi saya tak tahu demi apa . Uang mungkin,? Atau karena laki laki. Yabg saya tidah tahu mengapa anda melakukan nya. "
Tiba tiba tubuh Rebbeca bergetar. Dia menangis.
"Anda benar karena seorang laki laki."
Dave tersenyum senang. Dia berkata
"Itulah yang ingin saya ketahui."
Tiba tiba terdengar suara dentuman yang keras. Dan jeritan yang samar samar.
__ADS_1
Rebbeca berteriak
"Apa itu ?"
Dave berkata
"Sebaiknya kita ke sana."
"Tidak, saya tidak ingin ke sana."
Dave berkata dengan lembut.
"Baiklah anda tinggal di sini. Saya akan ke sana."
Rebbeca akhirnya terpaksa berkata
"Tunggu , saya akan ikut anda ke sana."
Mereka berdua berlari dan mendaki anak tangga teras rumah. Cahaya matahari masuk dan memancarkan cahaya terang di sekitar teras rumah.
Sejenak mereka berdua ragu ragu untuk masuk. Lalu mereka memutari vila dan sampai di pintu belakang kebun. Faster sudah terkapar di lantai berlumuran darah. Di samping nya tergeletak sebuah patung perunggu berlumuran darah.
Rebbeca menjerit. Dave menenangkannya. Dia berkata
"Jendela siapa yang ada di atas itu?"
Rebbeca menjawab dengan nada gemetar
"Itu kamar saya, dan patung peru ggu itu adalah hiasan yang ada di kamar saya."
Rebbeca terisak.
Dave berkata dengan nada muram.
"Kau benar nona Cluster. Pelakunya adalah Dr Greece. Sekarang saya akan masuk ke dalam rumah danmencari nya."
Rebbeca menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Jangan bodoh. Berikutnya giliran kita. Pikirkan ini jika kita masuk dia pasti akan menyerang kita saat kita mencarinya. Dia pasti sudah merencanakan semuanya. "
Dave berpikir sejenak. Dia berkata
"Anda benar nona Cluster. "
Rebbeca tersenyum
"Setidaknya anda mengakui apa yang saya katakan benar. "
Dave menganggukan kepalanya.
"Ya anda benar. Tapi jika ini Dr Greece dimana dia bisa bersembunyi. Kita sudah menggeledah seisi rumah ini. "
Rebbeca berkata dengan nada tajam
"Kemarin anda tidak menemukannya. Hari ini juga anda tidak menemukan nya. Itu wajar."
Dave bertanya
"Maksudnya?"
Rebbeca berkata
"Dia pasti memiliki tempat tersembunyi sepwrti ruang rahasia dengan panel tersembunyi. Sepwrti yang ada di buku buku ."
Dave Hudson menggelengkan kepalanya.
"Ini bukan rumah kuno. Ini rumah modern. Saya dan Fraster sudah mengelilingi rumah ini. Saya berani bersumpah bahwa tidak ada ruang rahasia di rumah ini."
Rebbeca terus mendesak.
"Pasti ada."
Dave berkata
"Saya akan masuk."
Rebbeca berteriak
"Apa anda gila. Dia jelas jelas ada di dalam sana menunggu anda."
Dave tersenyum. Dan mengeluarkan pistol miliknya.
"Saya punya ini tenang saja."
"Itu tidak berguna. Tadi anda mengatakan bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan Fraster. Fraster lebih kuat dr Dr Greece, tapi lihat sekarang. Dr Greece itu gila. Orang gila bisa melakukan apa saja. Dia bahkan lebih licik dari yang anda kira. Apa Fraster menyangka bahwa dia akan di timpa patung dari jendela atas. Tentu tidak. "
__ADS_1
"Dave menghela napas nya. Dia memasukan pistol yang tadi sudah di keluarkan nya. Dia berkata
"Baiklah. Mari kita pergi dari sini."