Pulau Duyung

Pulau Duyung
Buku Harian 2


__ADS_3

Aku tahu tentang Harry Moriss dari teman sosialitaku. Istrinya merupakan anggota perkumpulan yang sama dengan temanku. Dia menceritakan bahwa dia mencurigai suaminya membunuh selingkuhannya. Tapi dia tidak bisa membuktikan nya. Karena suami nya tidak pernah berkata terus terang bahwa suami nya tahu dia selingkuh dengan teman nya sendiri.


Seorang teman di klub ku juga menceritakan kisah tentang Dave Hudson. Putri teman ku memgatakan kepadanya bahwa sehari sebelum kecelakaan itu terjadi Sally pernah menceritakan kepada teman nya tentang sifat sifat Hudson yang temperamen , kasar dan egois.


Saat aku ikut tur wisata ke Jerman ada seorang peserta tur yang menceritakan tentang sebuah kecelakaan yang menewaskan sepasang anak kembar. Setelah di selidiki lagi aku mendapatkan nama Ian Castella.


Tentang Detektif Fraster, dia merupakan Detektif swasta yang aku sewa untuk mencari informasi lain mengenai para korban ku. Dia sendiri aku mendapatkan informasi dari detektif lain yang aku sewa. Sejak awal aku bertemu dengan nya , aku sudah bisa melihat kejahatan luar biasa dari dirinya. Bagaimana cara dia menyelamatkan dirinya sendiri dan membiarkan istri dan anak nya mati.


Ya aku tidak akan menghakimi perbuatan nya. Karena aku juga susah pernah membunuh orang dan itu kulakukan secara sadar dan senang. Kemudian Rebbeca Cluster sebenarnya aku kenal dengan keluarga Mason, walaupun tidak terlalu dekat tapi mereka cukup terpandang. Satu waktu aku pernah berkunjung ke sana dengan suami ku.


Aku melihat bagaimana Nyonya rumah sangat terguncang karena kematian putrinya. Sedang paman nya diam saja seperti orang linglung. Akhirnya aku mencoba berbicara padanya. Malam itu Chris sangat mabuk. Dia minum banyak sekali dan menceritakan seluruh kecurigaan nya.


Dalam keadaan mabuk. Dia berkata


"Aku sungguh tidak percaya dia bisa melakukan hal ini. Tahukah anda bahwa aku pernah jatuh cinta pada seorang pembunuh. Pembunuh oh Tuhan. Yang lebih membuatku menderita adalah karena dia melakukannya untuk ku. Demi kebahagiaan ku , dan aku lah yang mendorong nya untuk menjadi pembunuh. Seandainya saja"


Dia diam sejenak dan menatap minumanya. Di teguk lagi minumannya tersebut. Dia berkata

__ADS_1


"Seandainya saja aku tahu. Aku akan mencoba menghentikan nya. Aku tidak mengatakan dia jahat tapi aku tidak sanggup untuk memandang wajah nya apa lagi bersama dengan nya. Setiap kali aku melihat nya aku selalu terbayang anak itu. Anak yang malang. Padahal dia wanita yang baik , jujur lembut dan penuh perhatian. Aku tidak pernah menyangka bahwa dia bisa melakukanya. "


Aku menjawab


"Apakah anda yakin wanita itu yang melakukannya?"


Dia menghela napasnya. Dia berkata


"Tentu saja. Begitu melihat matanya aku langsung tahu. Aku tahu dia melakukannya untuk ku. Dia melakukannya karena mencintai ku. Itu lah yang sangat menyakitkan bagi ku. "


Setelah itu aku diam dan berpikir. Aku mengambilnya sebagai pemeran ku. Setelah itu aku harus mencari pemeran terakhir. Dia lah Steven Wong , pencuri dan perampok dan juga seorang pedagang. Dia berdagang organ tubuh anak. Sudah tidak terhitu g berapa banyak anak yang di bunuh untuk di ambil organ dalam nya.


Aku menyiapkan umpan yang tidak akan pernah bisa mereka tolak. Beserta jaminan orang orang yang mereka kenal. Kemudian tiba waktu nya semua rombongan datang termasuk diri ku juga. Sebelum berangkat aku pergi ke rumah Wong dan mengotak atik mobilnya. Lalu menyuruh dia pergi ke pegunungan mengambil barang. Tanpa curiga dia melakukan nya.


Kematian pertama aku aku menentukan dari Ian Castella lalu Gladys Brown. Yang pertama aku membunuh Castella ketika dia merasa senang. Terlihat sangat jelas bahwa dia sama sekali tidak merasa bersalah karena telah membunuh kedua anak kecil itu. Itulah yang membuat ku senang membunuh ketika dia merasa senang.


Aku memasukan beberapa tetes sianida yang kumiliki. Aku membuat sianida menggunakan obat serangga . Dan memasukan nya ke dalam botol tetes mata. Aku memberikan beberapa tetes di gelas nya Castella dengan cepat tanpa seorang pun melihat.

__ADS_1


Kemudian Gladys Brown aku memberikan obat tidur milikku dalam dosis yang banyak. Aku memiliki penyakit insomnia sehingga aku selalu meminta obat tidur pada dokterku. Aku menyisihkan sedikit sejak aku merencanakan ini.


Aku memasukan obat tidur pada teh yang di minun Gladys Brown. Aku diam diam ke kamarnya dan memberitahukan bahwa teh ini dari Dr Greece. Dia meminum nya tanpa curiga sedikit pun.


Selanjutnya Kapten Morris , dia tidak mendengar langkah kaki ku di belakangnya. Aku langsung menikam nya dengan belati yang ada di ruang tengah. Cukup sulit untuk menyelundupkan belati tersebut tapi aku berhasil.


Aku yakin cepat atau lambat beberapa dari mereka akan menyelidiki pulau dan vila tersebut mencari pembunuhnya. Dugaan ku tepat Hudson, Greece dan Fraster menyelidiki seluruh pulau dan vila ini. Tentu saja aku sudah menyembunyikan beberapa barang yang akan ku gunakan nanti.


Aku mendekati Dr Greece. Aku memilih nya tentu karena dia wanita dan juga dokter. Akan mudah bagiku jika nanti dia memeriksa mayatku.


Setelah ketiga orang tersebut selesai menyelidiki seluruh pulau dan vila itu. Mereka mulai menyelidiki orang nya sendiri. Aku harus bergerak cepat.


Kuputuskan u tuk melakukan pembunuhan ketiga. Aku membunuh Adam Brown pagi pagi sekali saat dia berada di gudang. Aku tahu dia menyembunyikan kunci ruang makan. Aku mengambilnya dan membuka pintu ruang makan dan mengambil boneka porcelain yang ada di sana. Boneka itu hanya ku jadikan sebagai pengingat saja untuk para korban ku.


Kemudian pada saat semua sedang sibuk karena Brown tidak menyiapkan sarapan. Aku menyelinap ke kamarnya Hudson. Aku tahu dia memiliki sebuah pistol. Sebab dia menceritakan padaku saat kami sedang berdua. Untung saja kamarnya tidak di kunci jadi dengan mudah aku bisa masuk ke kamarnya. Dia sungguh ceroboh karena dia menyimpan pistol di tempat yang mudah di temukan.


Setelah menemukan tubuh Brown, kami pergi untuk sarapan. Aku sendiri yang menuangkan kopi untuk Tuan Hart. Dengan mudah juga aku memasukan obat ke dalam kopi tersebut. Setelah dia meminumnya, dia merasa tidak enak badan pusing jadi kami meninggalkan nya di ruang makan.

__ADS_1


Aku kembali sebentar ke ruang makan dan Andy Hart sudah tidak sadarkan diri. Malam sebelumnya aku menyelinap ke kamar Dr Greece dan mengambil jarum suntik yang ada padanya. Cukup mudah karena dia tentu tidak mengira jarum suntiknya akan hilang. Kusuntikan jarum berisi racun sianida itu pada leher Andy Hart.


__ADS_2