
Setelah meninggalkan kota Qingyang dengan kepala tegak dan hati yang penuh semangat, Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue melanjutkan perjalanan mereka ke wilayah baru yang belum mereka jelajahi sebelumnya. Mereka berjalan melintasi padang rumput yang luas dan dataran yang tandus, dengan tekad yang kuat untuk terus maju menuju puncak kekuatan sejati.
Saat matahari terbenam di cakrawala, ketiganya tiba di sebuah kota kecil yang terletak di antara pegunungan. Kota ini memiliki suasana yang damai dan tenang, dan penduduknya terlihat hidup dalam harmoni dengan alam sekitar.
Mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di kota ini untuk mengisi persediaan mereka dan mendapatkan informasi tentang petualangan selanjutnya. Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue berjalan melewati jalan-jalan yang ramai, berinteraksi dengan penduduk setempat dan menikmati keramaian yang menyenangkan.
Saat mereka memasuki sebuah toko senjata di pinggir kota, mereka disambut oleh seorang wanita muda yang memperhatikan mereka dengan tatapan yang penuh kekaguman. Wanita itu bernama Li Wei, seorang kultivator yang mahir dalam seni bela diri pedang.
__ADS_1
Li Wei terpesona oleh kehadiran Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue. Dia merasa ada sesuatu yang istimewa dalam aura mereka, dan dia merasa tertarik untuk bergabung dengan mereka dalam perjalanan mereka.
Setelah beberapa saat berbicara dan berbagi cerita, Li Wei mengungkapkan keinginannya untuk mengasah keterampilan bela dirinya dan mencari petualangan yang lebih besar. Dia merasa terpanggil untuk ikut dalam perjalanan Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue, yang telah membuktikan diri mereka sebagai pahlawan sejati.
Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue menyambut Li Wei dengan tangan terbuka. Mereka melihat kekuatan dan semangat dalam matanya, dan mereka yakin bahwa kehadiran Li Wei akan menjadi aset berharga dalam petualangan mereka selanjutnya.
Selama perjalanan bersama, Li Wei membuktikan dirinya sebagai ahli pedang yang ulung. Dia memamerkan keahliannya dalam seni bela diri dan melengkapi tim dengan kemampuan tempur yang hebat. Dia juga menunjukkan kecerdasannya dan kemampuan berpikir yang cepat dalam menghadapi situasi yang sulit.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kuil kuno yang legendaris, tempat di mana kekuatan yang kuat dan misterius bersemayam. Mereka merasa getaran energi yang intens saat mereka melangkah ke dalam kuil tersebut.
Di dalam kuil, mereka menemui seorang biksu tua yang duduk di tengah ruangan. Biksu itu menyambut mereka dengan senyuman hangat dan memberi tahu mereka bahwa kuil ini adalah tempat untuk menguji kekuatan sejati dan menghadapi cobaan yang sulit.
Biksutua menawarkan mereka kesempatan untuk mengikuti pelatihan khusus yang akan memperkuat kekuatan mereka. Dia memperingatkan mereka bahwa pelatihan tersebut tidaklah mudah, dan hanya mereka yang memiliki tekad yang tak tergoyahkan dan keinginan yang kuat yang akan berhasil.
Tanpa ragu, Liang Chen, Mei Ling, Xuan Yue, dan Li Wei menerima tantangan itu. Mereka bersiap untuk memulai pelatihan yang intens dan menghadapi ujian yang akan menguji batas kekuatan mereka.
__ADS_1
Bab 25 berakhir dengan tim yang kuat ini siap menghadapi pelatihan yang menantang di dalam kuil kuno. Mereka menyadari bahwa setiap langkah di perjalanan mereka membawa mereka lebih dekat ke puncak kekuatan sejati yang mereka idamkan. Dalam ketakjuban dan antisipasi, mereka memasuki pelatihan yang akan mengubah mereka menjadi kekuatan yang tak terhentikan dalam dunia kultivasi.