
Dengan Batu Esensi yang mereka peroleh, Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat yang menggebu-gebu. Mereka tahu bahwa kekuatan yang baru mereka dapatkan akan membawa mereka pada tantangan yang lebih besar, tetapi mereka siap menghadapinya dengan keyakinan dan tekad yang kuat.
Perjalanan mereka membawa mereka ke sebuah lembah yang dikelilingi oleh pegunungan yang menjulang tinggi. Di tengah lembah, terdapat medan perang yang luas, dengan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang mengingatkan mereka pada pertempuran yang pernah terjadi di sana.
Saat mereka memasuki medan perang, mereka merasakan adanya kekuatan yang gelap dan jahat yang mengisi udara. Mereka melihat sosok-sosok bayangan yang bergerak cepat di antara reruntuhan, mengirimkan serangan mematikan ke arah mereka.
Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue dengan cepat mempersiapkan diri mereka untuk pertempuran. Liang Chen mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang mematikan, memotong setiap musuh yang mendekat. Mei Ling menggunakan keterampilan elemennya untuk menciptakan pusaran angin yang melumpuhkan gerakan musuh. Xuan Yue, dengan pedang energi yang melingkarkan tubuhnya, meluncur maju dan membelah musuh dengan kekuatan spiritualnya.
__ADS_1
Pertempuran itu berlangsung sengit, tetapi Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue bekerja dengan sinergi yang luar biasa. Mereka saling melindungi dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi serangan musuh. Kecepatan dan kekuatan mereka menakjubkan, dan musuh-musuh mereka terdesak mundur.
Namun, ketika pertempuran memasuki fase akhir, seorang sosok misterius muncul dari balik reruntuhan. Dia mengenakan jubah hitam yang menutupi wajahnya, dan kehadirannya mengeluarkan aura kegelapan yang mematikan.
Sosok itu menghentikan serangan mereka dengan satu gerakan tangannya. Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue merasakan kekuatan luar biasa yang mengikat mereka, membuat mereka tidak dapat bergerak.
Dalam sekejap, sosok misterius itu melepaskan serangan kegelapan yang kuat ke arah Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue. Serangan itu begitu dahsyat, membuat mereka terlempar jauh ke belakang. Mereka merasakan luka-luka yang dalam dan kekuatan mereka mulai melemah.
__ADS_1
Namun, meskipun terluka dan kekuatan mereka melemah, Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue tidak menyerah. Mereka menyadari bahwa mereka harus menggabungkan kekuatan mereka dengan lebih baik untuk melawan sosok misterius itu.
Dengan tekad yang bulat, Liang Chen melontarkan serangan energi pedangnya, Mei Ling mengeluarkan pusaran angin yang melingkupi mereka, dan Xuan Yue memancarkan kekuatan spiritualnya yang terang benderang. Ketiga kekuatan itu bersatu dan menyerang sosok misterius dengan kekuatan yang luar biasa.
Sosok misterius itu terkejut oleh serangan mereka yang kuat. Dia terdesak mundur dan melarikan diri ke dalam kegelapan. Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue saling memandang, mengetahui bahwa mereka telah memenangkan pertempuran tersebut.
Meskipun kemenangan itu memberi mereka sedikit kelegaan, mereka juga menyadari bahwa ada tantangan yang lebih besar menunggu di depan. Mereka menyatukan kekuatan mereka dengan Batu Esensi yang mereka miliki, dan dengan tekad yang kuat, mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk menghadapi musuh yang lebih kuat lagi.
__ADS_1
Bab 36 berakhir dengan Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak kekuatan sejati. Mereka telah menghadapi banyak rintangan dan tantangan, tetapi semangat mereka tidak pernah padam. Mereka terus maju, siap menghadapi apapun yang menunggu mereka di hadapan, dalam upaya mereka untuk mencapai puncak kekuatan yang sejati dan melindungi dunia dari kegelapan yang mengancam.