
Setelah mengalahkan pemimpin jahat dan berhasil melindungi desa dari ancaman yang mengintai, Liang Chen, Mei Ling, Xuan Yue, dan Li Wei merasa sedikit lega. Namun, ketenangan itu hanya berlangsung sesaat karena mereka mulai merasakan kehadiran energi yang gelap dan kebencian yang kuat di sekitar mereka.
Saat malam tiba, sebuah pertemuan darurat diadakan di pusat desa. Para tetua desa dan penduduk setempat berkumpul untuk mengungkapkan rahasia yang mereka simpan selama ini. Ternyata, ada seorang pengkhianat di antara mereka yang telah bersekongkol dengan pemimpin jahat yang baru saja mereka kalahkan.
Pengkhianat itu adalah seorang kultivator yang pernah menjadi anggota terhormat dari desa tersebut. Dia merasa iri terhadap keberhasilan Liang Chen dan timnya, dan dengan penuh kebencian, dia menjalin aliansi dengan pemimpin jahat demi menghancurkan desa dan melampiaskan dendamnya.
Liang Chen dan timnya merasa terkejut dan marah mendengar pengkhianatan itu. Mereka merasa seperti semua usaha mereka untuk melindungi desa telah disia-siakan oleh orang yang mereka anggap sebagai teman. Mereka bertekad untuk mengungkap kebenaran dan menghentikan pengkhianat itu sebelum dia mencapai tujuannya.
__ADS_1
Dengan bantuan penduduk desa yang setia, Liang Chen dan timnya memulai penyelidikan mereka. Mereka mengumpulkan petunjuk-petunjuk dan menginterogasi orang-orang yang mencurigakan. Dalam prosesnya, mereka menemukan bahwa pengkhianat itu telah merencanakan serangan besar-besaran yang akan datang pada malam berikutnya.
Dalam upaya untuk menghentikan pengkhianat dan melindungi desa, Liang Chen dan timnya mengatur strategi. Mereka memperkuat pertahanan desa, membentuk barikade dan mempersiapkan diri untuk pertempuran yang tak terhindarkan.
Ketika malam tiba, desa itu diselimuti oleh kegelapan yang menakutkan. Liang Chen dan timnya berjaga-jaga di sekitar perbatasan desa, siap untuk menghadapi serangan. Mereka memperhatikan setiap gerakan, menunggu kedatangan pengkhianat dan pasukannya.
Pertempuran berlangsung dengan sengit dan penuh kekacauan. Suara pedang bersentuhan, serangan energi yang saling berbenturan, dan teriakan kemarahan mengisi udara. Liang Chen dan timnya memberikan yang terbaik dari kemampuan mereka, melawan musuh dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak tergoyahkan.
__ADS_1
Ketika serangan berlangsung, Liang Chen merasakan kehadiran seseorang yang tersembunyi di antara pasukan pengkhianat. Dengan indra spiritualnya yang tajam, dia dapat melacak keberadaan pengkhianat itu. Tanpa ragu, dia meluncur maju, bergerak dengan kecepatan kilat dan menghadapi pengkhianat itu sendirian.
Pertarungan antara Liang Chen dan pengkhianat itu menjadi pusat perhatian pertempuran. Mereka saling berhadapan dengan mata yang penuh kebencian dan ketidakpuasan. Serangan dan perlawanan yang saling berlanjut menciptakan suasana tegang di sekitar mereka.
Namun, Liang Chen tidak menyerah. Dengan kekuatan dan keterampilannya yang ditingkatkan, dia berhasil mengalahkan pengkhianat itu. Dengan napas tersengal-sengal, pengkhianat itu menatap Liang Chen dengan rasa takut dan penyesalan sebelum akhirnya terjatuh ke tanah, tak berdaya.
Bab 29 berakhir dengan kemenangan yang memuaskan bagi Liang Chen dan timnya. Mereka berhasil mengalahkan pasukan pengkhianat dan menghentikan rencana jahat yang ditujukan kepada desa. Dalam keheningan malam, mereka merenung tentang pengkhianatan itu dan efeknya terhadap ikatan kepercayaan dan persahabatan.
__ADS_1
Namun, perjalanan mereka belum berakhir. Mereka menyadari bahwa masih ada tantangan dan rintangan yang harus mereka hadapi di puncak kekuatan sejati. Dengan semangat yang membara, mereka melanjutkan perjalanan mereka, siap menghadapi takdir mereka yang menunggu di hadapan.