
Setelah berhasil mengalahkan Kaisar Sembilan dan meraih kemenangan yang membanggakan, Liang Chen, Mei Ling, Xuan Yue, dan Li Wei melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak kekuatan sejati. Mereka terus menembus wilayah terlarang, melewati hutan-hutan yang lebat dan jurang-jurang yang dalam.
Di tengah perjalanan mereka, mereka tiba di sebuah desa kecil yang terpencil di lereng gunung. Desa itu tenang dan sunyi, dengan penduduk yang jarang terlihat di jalan-jalan. Mereka memutuskan untuk singgah sejenak dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Di dalam desa, mereka bertemu dengan seorang pemuda yang tampak lemah dan tersiksa. Pemuda itu bernama Jiang Li, seorang penduduk desa yang sedang berjuang melawan penyakit yang tak kunjung sembuh. Dia adalah satu-satunya yang tersisa di keluarganya setelah wabah misterius yang menyerang desa itu.
Liang Chen merasa terpanggil untuk membantu Jiang Li. Dia menawarkan untuk menggunakan energi kultivasinya untuk menyembuhkan penyakit yang membelenggu pemuda itu. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, Liang Chen menyalurkan energi penyembuhan ke tubuh Jiang Li, meredakan rasa sakit dan memulihkan kesehatannya.
__ADS_1
Jiang Li terkejut dan terharu oleh tindakan belas kasih Liang Chen. Dia tak pernah berharap ada orang asing yang begitu peduli dan rela membantu dirinya. Dia menyatakan rasa terima kasihnya yang dalam dan bertekad untuk membayar budi kepada Liang Chen suatu saat nanti.
Selama beberapa hari berikutnya, Liang Chen dan timnya tinggal di desa, membantu penduduk setempat dan menjalin hubungan yang erat dengan mereka. Mereka mengetahui bahwa desa itu sedang dilanda oleh sebuah ancaman yang mengerikan: serangan makhluk-makhluk buas yang bermunculan di sekitar hutan terlarang.
Liang Chen dan timnya menawarkan diri untuk melindungi desa dan membasmi makhluk-makhluk buas tersebut. Dengan kekuatan dan keterampilan mereka yang ditingkatkan, mereka melacak dan menghadapi makhluk-makhluk buas dengan keberanian dan ketangkasan.
Namun, ketika pertempuran berakhir, Liang Chen dan timnya menyadari bahwa makhluk-makhluk buas itu adalah hanya sekadar alat yang digunakan oleh seorang pemimpin jahat yang tinggal di dalam hutan terlarang. Makhluk-makhluk buas itu telah dikuasai oleh kekuatan gelap yang misterius.
__ADS_1
Dalam usaha untuk melindungi desa dan menghentikan ancaman yang lebih besar, Liang Chen dan timnya memutuskan untuk menantang pemimpin jahat tersebut. Mereka memasuki hutan terlarang dengan hati-hati, menavigasi jalan yang berbahaya dan menghadapi monster-monster buas yang menjaga wilayah itu.
Setelah melalui serangkaian rintangan dan pertarungan sengit, mereka akhirnya tiba di markas pemimpin jahat tersebut. Pemimpin jahat itu adalah seorang kultivator yang sangat kuat, dengan kekuatan gelap yang mempesona. Dia menghadapi Liang Chen dan timnya dengan senyuman sombong di wajahnya.
Pertempuran itu menjadi pertarungan yang penuh dengan kekuatan spiritual dan fisik. Pemimpin jahat itu mengeluarkan serangan yang mematikan, tetapi Liang Chen dan timnya tidak gentar. Dengan kekuatan yang mereka peroleh selama perjalanan mereka, mereka melawan dengan keberanian dan kecerdikan.
Pertarungan itu berlangsung dengan intensitas yang luar biasa. Serangan dan pertahanan saling bergantian, menciptakan kilatan cahaya dan gemuruh yang mengguncangkan markas pemimpin jahat itu. Namun, dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, Liang Chen dan timnya berhasil menyingkirkan kegelapan dan mengalahkan pemimpin jahat itu.
__ADS_1
Bab 28 berakhir dengan kemenangan yang gemilang bagi Liang Chen dan timnya. Mereka berhasil melindungi desa dari ancaman yang mengerikan dan mengalahkan pemimpin jahat yang berkuasa. Namun, mereka menyadari bahwa perjalanan mereka belum berakhir, dan ada tantangan yang lebih besar menanti di depan. Dengan semangat yang tinggi, mereka melangkah maju, siap menghadapi apa pun yang akan datang.