Puncak Kekuatan Surgawi

Puncak Kekuatan Surgawi
Bab 26: Ujian Kehendak dan Ketahanan


__ADS_3

Tim yang terdiri dari Liang Chen, Mei Ling, Xuan Yue, dan Li Wei memasuki ruang pelatihan di dalam kuil kuno. Ruangan itu dipenuhi dengan atmosfer yang khusyuk dan misterius, memancarkan aura kekuatan yang kuat.


Biksutua memberi tahu mereka bahwa pelatihan mereka akan terdiri dari serangkaian ujian fisik, mental, dan spiritual. Ujian ini bertujuan untuk menguji kehendak dan ketahanan mereka, dan hanya mereka yang bisa melewati setiap ujian dengan sukses yang akan mengalami peningkatan yang luar biasa dalam kekuatan kultivasi mereka.


Ujian pertama yang mereka hadapi adalah Ujian Api. Mereka ditempatkan di dalam ruangan yang dipenuhi dengan nyala api yang melambung tinggi. Api tersebut terus bergerak dan berubah bentuk, menciptakan tantangan bagi para kultivator.


Dalam menghadapi Ujian Api, Liang Chen mengaktifkan kekuatan fisiknya yang luar biasa untuk melindungi dirinya dari api yang menyala-nyala. Mei Ling menggunakan energi spiritualnya untuk membentuk perisai pelindung, memantulkan panas dan memadamkan api. Xuan Yue menggunakan kecerdikan dan kebijaksanaannya untuk mencari celah dalam gerakan api dan menghindarinya dengan cepat.


Li Wei, dengan keahliannya dalam seni pedang, menggunakan pisau terbangnya untuk membelah dan memotong nyala api, menciptakan jalur aman bagi mereka untuk melintas. Dalam kebersamaan dan koordinasi yang baik, mereka melewati Ujian Api dengan sukses.

__ADS_1


Ujian berikutnya adalah Ujian Air. Mereka dibawa ke dalam ruangan yang dikelilingi oleh air yang tenang namun berbahaya. Air tersebut bergerak dengan cepat dan menimbulkan arus yang kuat, menguji keseimbangan dan kelincahan mereka.


Liang Chen, dengan kelincahan dan kecepatan luar biasanya, melompat dari satu aliran air ke aliran air lainnya dengan presisi yang luar biasa. Mei Ling menggunakan energi spiritualnya untuk menciptakan pijakan stabil dan mengendalikan arus air agar tidak melibatkan mereka.


Xuan Yue, dengan strategi dan pemikiran cepatnya, membantu memandu tim melewati arus air yang berbelok-belok. Li Wei menggunakan gerakan pedangnya yang indah untuk memotong aliran air yang menghalangi mereka, membuka jalan untuk melanjutkan perjalanan.


Ujian terakhir adalah Ujian Batin. Mereka ditempatkan di ruang meditasi, di mana ketenangan dan keheningan menciptakan lingkungan spiritual yang kuat. Biksutua memberi tahu mereka bahwa ujian ini akan menguji kehendak, ketenangan pikiran, dan hubungan mereka dengan kekuatan batin.


Dalam meditasi yang dalam, Liang Chen merenungkan tujuannya dan memperkuat tekadnya untuk mencapai puncak kekuatan. Dia menghadapi bayangan-bayangan yang mencoba menggoyahkan keyakinannya, tetapi dengan ketenangan pikiran dan kehendak yang kuat, dia mengatasi semua hambatan itu.

__ADS_1


Mei Ling menyelaraskan energi spiritualnya dengan alam semesta, menemukan kedamaian dan kekuatan dalam meditasi. Dia melampaui batasan dirinya sendiri dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang jalan kultivasi.


Xuan Yue menggali ke dalam inti batinnya, menghadapi ketakutan dan keraguan yang tersembunyi di dalamnya. Dia menerima dan menghormati semua bagian dirinya, mengintegrasikan mereka menjadi kekuatan yang utuh.


Li Wei, dengan disiplin dan fokus yang kuat, menemukan kedamaian dalam meditasi dan menenangkan pikirannya. Dia menyelaraskan dirinya dengan aliran energi alam semesta dan mengalami transformasi batin yang mendalam.


Setelah melewati Ujian Batin dengan sukses, Liang Chen, Mei Ling, Xuan Yue, dan Li Wei merasa peningkatan yang luar biasa dalam kekuatan dan pemahaman mereka. Mereka merasa lebih dekat lagi dengan puncak kekuatan sejati yang mereka idamkan.


Bab 26 berakhir dengan tim yang bersatu kembali, memiliki kekuatan dan keterampilan yang lebih besar dari sebelumnya. Mereka siap melanjutkan petualangan mereka menuju puncak kekuatan sejati, mempersatukan kekuatan mereka dan menghadapi tantangan yang lebih besar lagi di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2