
Setelah pemulihan dan kemenangan atas Kelompok Bayangan, Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue merasakan pentingnya menyembuhkan tidak hanya tubuh, tetapi juga menyembuhkan jiwa. Mereka menyadari bahwa banyak orang yang menderita trauma dan luka batin akibat dari pengaruh jahat Kelompok Bayangan. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mendirikan suatu "Pusat Penyembuhan Jiwa" di sekolah kultivasi mereka.
Pusat Penyembuhan Jiwa menjadi tempat bagi mereka yang membutuhkan pemulihan mental dan emosional akibat pengaruh jahat. Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue menggunakan keahlian dan kekuatan mereka untuk membantu para korban menghadapi rasa takut, trauma, dan kesedihan yang telah mereka alami. Mereka memberikan dukungan dan bimbingan, serta menggunakan kekuatan spiritual dan alam untuk menyembuhkan luka-luka batin yang dalam.
Di Pusat Penyembuhan Jiwa, para korban dapat berpartisipasi dalam meditasi yang dipimpin oleh Xuan Yue. Meditasi ini membantu mereka menemukan ketenangan batin dan kembali ke keadaan yang harmonis. Mei Ling menggunakan kekuatan alam untuk menciptakan taman-taman indah di sekitar pusat, memberikan kedamaian dan ketenangan bagi mereka yang datang mencari penyembuhan.
__ADS_1
Liang Chen, dengan keahlian tempur dan kebijaksanaannya, membantu para korban untuk mengatasi rasa takut dan trauma dengan memberikan pelajaran bela diri dan memberikan mereka rasa percaya diri. Dia mengajar mereka teknik-teknik pernapasan dan meditasi yang dapat mereka gunakan untuk menenangkan pikiran mereka dan memusatkan kembali energi mereka.
Para murid sekolah kultivasi juga ikut berpartisipasi dalam penyembuhan jiwa. Mereka mendukung dan menginspirasi para korban, berbagi cerita dan pengalaman mereka sendiri tentang kesembuhan dan pemulihan. Bersama-sama, mereka membentuk komunitas yang saling mendukung dan membangun, menciptakan ikatan yang sangat kuat dan melawan efek negatif yang ditinggalkan oleh Kelompok Bayangan.
Namun, mereka menyadari bahwa Kelompok Bayangan yang sebelumnya mereka kalahkan mungkin memiliki hubungan dengan artefak-artefak itu. Mereka mulai menggali lebih dalam untuk menemukan kebenaran di balik kegelapan yang mereka lawan.
__ADS_1
Dalam pencarian mereka, mereka menemukan kisah tentang "Kultivator Gelap", seorang tokoh jahat yang dikatakan memiliki kekuatan gelap yang tidak terbatas. Mereka belajar bahwa Kultivator Gelap telah mencoba membangkitkan kembali kekuatannya yang dahulu dengan menggunakan artefak-artefak kuno yang tersebar di seluruh dunia. Kekuatan gelap yang dimilikinya akan membawa kehancuran dan kekacauan kepada dunia jika tidak dihentikan.
Dengan tekad yang bulat, Liang Chen, Mei Ling, dan Xuan Yue bersama dengan murid-murid sekolah kultivasi memutuskan untuk mengejar jejak Kultivator Gelap dan menghentikan niat jahatnya. Mereka siap menghadapi bahaya yang tak terhitung jumlahnya dan mengorbankan segalanya demi melindungi dunia yang mereka cintai.
Bab 43 berakhir dengan persiapan dan semangat baru dalam menjalani misi baru mereka. Dalam menghadapi Kultivator Gelap dan bahaya yang lebih besar, mereka bertekad untuk tidak hanya menyembuhkan tubuh dan jiwa, tetapi juga melindungi kebaikan dan keadilan yang ada di dunia ini. Perjalanan mereka menuju puncak kekuatan dan kebenaran terus berlanjut, sambil membangun ikatan mereka.
__ADS_1