
"Hey.. hey.. jangan bicara yang aneh-aneh atau aku akan menghajarmu." ancam Key.
"Aku bahkan belum bilang apapun. Kau kan juga mengkhawatirkan Mizu." ucap Shion.
"Ah.. haha.. itu benar. " ucap Key gugup.
"Shino, teman sekelas Key juga bilang bahwa dosen berulang kali menegurnya karena tak fokus saat kuliah, dia bahkan nyaris.. ufth.. hmp.. hmp... " Key langsung membekap mulut Shion saat mendengarnya mulai mengatakan apa yang dilakukan Key.
"Itu benar, Key bahkan hampir menangis karena tak bisa menghubungimu." timpal Karin.
"Me.. menangis? Key?" Mizu melihat ke arah Key yang masih bergelut dengan Shion. Key terlihat tengah mengunci leher Shion dari belakang, sementara Shion mencoba untuk melepaskan diri dengan menggigit lengan Key.
"Ah.. aku baru ingat, Key juga pergi ke taman dekat danau di dekat perpustakaan kampus. Dia disana sampai malam." tambah Shino yang baru saja datang dan langsung bergabung.
"Ke.. kemarin? Kemarin Key ke taman? Ahh... aku benar-benar melupakannya.. Oh tidaak..." Mizu akhirnya menyadari bahwa ia baru saja benar-benar melewatkan sesuatu yang sangat penting.
Hari itu adalah hari yang sangat dinanti-nantikan oleh Mizu, Key mengajaknya bertemu setelah kelas selesai. Key mengatakan bahwa ia ingin mengungkapkan sesuatu pada Mizu, ia bahkan telah membuat persiapan yang banyak.
"Aku telah menantikan pertemuan itu. Setelah sekian lama, impian itu kulewati begitu saja. Betapa bodohnya aku. Aku bahkan terjebak di dunia siluman dan malah melupakan kencanku dengan Key. Kencanku.. Kencan pertamaku.. " gumam Mizu yang terduduk lemas saat menyadari semuanya.
Pletakk..!!
"Bodoh, yang terpenting itu kau baik-baik saja." Key menyentil dahi Mizu.
"Tapi.. Aku bahkan membuat kalian semua khawatir, dan bahkan membuatmu menangis. Hiks.." ucap Mizu dengan airmata menggantung di pelupuk matanya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu lagi di taman. Masuklah, kelas akan dimulai." ucap Key sembari menepuk kepala Mizu dengan lembut.
"Hooi.. cepatlah, kelas kita masih jauh." teriak Shino pada Key yang langsung disusul Key.
- Di kediaman Matoba -
__ADS_1
Zrash..!!!
Pengurus kediaman Matoba menyiram seember air ke wajah siluman kalajengking yang masih tak sadarkan diri setelah terlempar ke dunia luar dan dikurung di ruang bawah tanah kediaman Matoba.
"Uhukk.. uhukk..!! Urgh... "
"Akhirnya kau bangun juga, ada yang ingin kutanyakan padamu." ucap Seiji.
"Huh..! Dasar manusia, aku takkan mengatakan apapun."
"Kau sedang tidak dalam kondisi dapat bernegosiasi. Sebaiknya kau patuh atau aku akan memusnahkanmu." ancam Seiji.
"Kalian manusia lemah, untuk apa aku patuh pada kalian."
"Sudah terluka parah begini pun kau masih bisa sombong, rasakan ini. Hmph! " Seiji mulai komat-kamit dan melemparkan kertas mantra ke lengan kiri siluman itu.
"AAAAARRGHHH...!!! Baiklah.. Aku menyerah..!! Hentikan..!!" pinta siluman itu pada Seiji.
Setelah terluka parah akibat serangan brutal dari Youri yang membuat ekornya putus, siluman kalajengking itu termasuk beruntung karena tubuhnya terlempar ke dunia luar. Jika tidak, bahkan jiwanya pun akan ikut hancur tak bersisa dihisap ke dalam rongga tak berujung.
Api hitam dari kertas mantra yang dilemparkan Seiji ke lengan kiri siluman kalajengking itu seketika lenyap dan menyisakan kepulan asap. Terlihat jelas luka bakar di lengannya menghitam dan tak dapat pulih dengan cepat.
"Ternyata memang watak siluman itu tak akan berubah walaupun dia tidak berada di dunia asalnya. Sungguh keras kepala sekali, sifat burukmu itu sebaiknya jangan lagi kau tunjukkan padaku. Atau aku akan membuatmu merasakan yang lebih buruk dari sekedar mati." ucap Seiji dengan senyum jahat.
"Ada yang ingin kutanyakan padamu. " tanya siluman kalajengking.
"Hmm.. Baiklah. Tanyakan saja. " ucap Seiji dengan tatapan sinis.
"Siapa kau sebenarnya?"
"Namaku Matoba Seiji, dari klan Matoba."
__ADS_1
Deg..!!
Klan Matoba adalah klan pemburu siluman paling kejam yang pernah ada, mereka bahkan sanggup menggunakan cara kotor untuk mencapai tujuan mereka. Beredar kabar bahwa mereka pernah membuat kontrak dengan siluman dari dunia siluman untuk memburu siluman rubah dalam jumlah besar yang akan diperdagangkan di pasar gelap dunia luar. Walaupun klan Matoba baru saja terbentuk selama lima generasi, tapi mereka bisa menduduki peringkat sepuluh klan pemburu siluman paling kuat dan terkenal dan mengalahkan klan pemburu siluman yang sudah berdiri puluhan tahun.
Setelah terlempar ke dunia luar, tak akan ada yang lebih baik selain mati daripada berada di kediaman Matoba. Baik manusia, semua akan berakhir sama. Terlebih siluman, mereka hanya alat bagi klan Matoba untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Tamatlah sudah siluman kalajengking itu jika ia salah langkah atau sedikit saja menyinggung perasaan salah seorang dari klan Matoba.
"Hahaha.. Kelihatannya tamu kita kali ini sangat ketakutan. Lihatlah, dia bahkan gemetaran dan hampir menangis. Kau boleh kabur sesukamu, rantai yang mengikatmu itu juga rantai besi biasa. Sebagai siluman, kau pasti bisa dengan mudah melepaskan diri. Tapi tentu saja.. semua itu tergantung padamu, apakah kau bisa melewati segel mantra di ruangan bawah tanah ini. Hahahahahaha... Jangan takut, segel ini aku buat khusus untuk siluman. Kau hanya akan terbakar dengan api hitam yang barusan kau rasakan hingga menjadi debu jika kau ingin melewatinya. Ahahahahaha... " Seiji meninggalkan siluman kalajengking yang tak berdaya itu bersama pengurus kediaman Matoba sambil tertawa.
- Di rumah Youri -
Ctakk..!!
"Kalau kau melakukan hal ini lagi padaku, percayalah ekormu kupastikan takkan lengkap lagi. " ucap Youri kesal sembari memegangi belakang kepalanya.
"Hei.. hei.. Aku hanya membalas perbuatanmu yang lalu. Ini tidak adil untukku, kau bahkan mengancamku dengan ekorku. Dasar kupu-kupu sialan." Rikuo yang semula diam-diam bersembunyi dibalik pohon langsung muncul sembari mengepalkan tangan kanannya ke depan karena tidak terima atas perlakuan Youri padanya.
"Itu kan salahmu sendiri yang seenaknya menyusup ke rumahku, kau juga menguping pembicaraanku. Kau bahkan masih sanggup menyebut dirimu raja tanpa meminta maaf padaku." balas Youri.
"Apa aku bukan temanmu? Kenapa kau begitu perhitungan padaku? "protes Rikuo.
"Siapa yang mau berteman dengan orang seperti dirimu? Tidak akan ada yang merasa rumahnya aman jika memiliki teman penyusup sepertimu."
"Kau... Kau... Teganya kau berkata seperti itu padaku.. " Rikuo terkejut dengan apa yang dikatakan Youri. Hatinya terasa sakit sekali, ia tak menyangka bahwa Youri bisa mengatakan hal sekejam itu padanya. Rasanya hati Rikuo hancur berkeping-keping.
"Huh... Para siluman bodoh." ucap seseorang dari balik semak.
"Suara ini.. jangan-jangan.. "
Wuushh...!!! Pletakk..!!!
Sekelebat bayangan hitam mendekat dengan cepat dan melompati pagar rumah Youri dengan cekatan. Ia bahkan sempat melemparkan biji Ginko dan mengenai dahi Rikuo tepat di tengahnya.
__ADS_1
"Huh.. ternyata kau masih mengingatku. Raja sialan. "
"Sialan kau, dasar pengkhianat! Beraninya kau da.. "