Putri Bulan

Putri Bulan
Tamamo


__ADS_3

"Aku rasa tidak. Kudengar manusia klan pemburu siluman ada yang diam-diam memelihara siluman, jika mereka mengetahui keberadaan siluman kalajengking itu, siluman kalajengking itu berada dalam bahaya karena mereka pasti akan menghabisinya. Dia bisa saja berada dalam bahaya, terlebih saat itu aku telah memotong ekornya." ucap Youri dan membuat Rikuo merinding.


- Di hutan -


"Dia... Apa yang terjadi padanya? Menyedihkan sekali.. " ucap Rikuo saat mendapati tubuh siluman kalajengking yang lemah dan semakin menghitam. Nafasnya terlihat lebih tersengal-sengal dibanding dirinya dan Youri yang bergegas menemukan keberadaannya.


"Mungkin saja dia terkena racun. Jika kondisinya seperti ini akibat pertarunganku dengannya waktu itu, tak akan mungkin lukanya sampai separah ini. Terlebih lagi, harusnya tubuhnya bisa pulih kembali." ucap Youri.


"Lalu apa yang harus kita lakukan padanya? Dia.."


"Haaa... Ternyata ucapanmu benar. Dia sedang meminta pertolongan dari teman-teman silumannya, dan.. Apa ini? Siluman rubah?" Seiji datang tepat saat Rikuo dan Youri akan membawa siluman kalajengking itu pergi.


"Tuan, dia bukan hanya siluman rubah biasa. Dia adalah raja siluman rubah, tapi aku tak tau dia generasi ke berapa. Dan yang bersamanya itu, tuan sebaiknya lebih berhati-hati. Dia adalah raja siluman kupu-kupu, dia generasi terakhir." ucap seorang gadis kecil dengan tatapan tajam ke arah Rikuo.


"K.. Kau.. Kau menjebakku?" ucap siluman kalajengking terbata-bata sambil menahan rasa sakit di tubuhnya yang kian melemah.

__ADS_1


"Aku tidak menjebakmu. Memangnya apa yang telah kulakukan padamu?" tanya gadis itu dengan tatapan sinis.


"Bubuk... Bubuk itu... Adalah racun, kau meracuniku! Kau menggunakanku untuk memancing siluman lainnya. Aku akan membunuhmu! Ugh.. Kkkhh..!" siluman kalajengking yang menyadari bahwa dirinya telah dimanfaatkan merasa sangat marah dan berusaha membalas perbuatan gadis kecil itu. Tapi mau tak mau ia harus mengurungkan niatnya, tubuhnya kini benar-benar sangat lemah. Nyawanya bahkan akan terancam jika ia tetap memaksakan diri melawan gadis kecil dari kediaman Matoba itu, sepertinya ia juga bukan gadis sembarangan.


"Aku tidak menjebakmu, dari awal aku sudah katakan padamu dengan jelas. Yang kuberikan padamu itu adalah bubuk pelumpuh, dan lihat hasilnya. Kau benar-benar lumpuh, semakin lama tubuhmu akan semakin melemah karena bubuk itu tidak hanya melumpuhkan tubuhmu, tapi juga kemampuanmu untuk memulihkan luka. Ah.. dan juga, bubuk itu akan melumpuhkan kekuatanmu. Aku tidak pernah menjebakmu, kau saja yang terlalu bodoh dan masuk perangkapku. Sebaiknya kau segera mencari penawarnya jika kau masih sayang nyawamu." ucap gadis itu.


Kini wajahnya polosnya telah hilang, yang terlihat di matanya hanya rasa haus untuk membunuh. Seperti seekor hewan buas lapar yang melihat mangsa di depan matanya, ia menyeringai dan menatap tajam pada siluman kalajengking yang tengah sekarat itu.


"Huh...! Sebaiknya kau pikirkan bagaimana cara memulihkan dirimu dulu sebelum kau berniat membalasnya, bagaimanapun juga kau bukanlah tandingannya. Hahahaha... " imbuh Seiji.


"Tuan, mohon jangan remehkan para raja siluman itu. Jika aku menghadapi salah seorang diantaranya, aku mungkin masih ada kesempatan untuk menang. Tapi jika mereka berdua, aku tak yakin." ucap gadis kecil itu dengan tetap menatap ke arah Rikuo.


"Hei, kau tak mungkin melakukannya disini bukan? Ini di dunia manusia." ucap Rikuo.


"Kenapa tidak? Pertunjukan kali ini, bagaimanapun juga pasti akan menguntungkan kami. Bukankah kami terlihat seperti malaikat yang datang untuk membasmi siluman-siluman berbahaya seperti kalian? Siapa yang akan dipercaya oleh manusia-manusia bodoh itu sudah sangat jelas, mereka akan melihat betapa mengerikannya sosok siluman dari dunia siluman. Melihat tatapan putus asa mereka dan teriakan minta tolong yang keluar dari tenggorokan mereka yang tercekat, ahhh... Pasti sungguh indah sekali. Aku sungguh tak sabar menantikannya, haruskah kita mulai sekarang? Ohh... Aku lupa, kau sebaiknya menunjukkan wujud aslimu iblis kecilku... haa... " Seiji bicara sambil membayangkan rencananya, ia begitu bersemangat kali ini.

__ADS_1


Setelah sekian lama mereka hanya memburu siluman-siluman kecil di dunia manusia, akhirnya ia menemukan siluman yang berasal dari dunia siluman. Terlebih keduanya merupakan raja siluman, dan salah satunya merupakan yang terakhir dari generasinya.


Seiji kemudian melepas segel mantra di tubuh gadis kecil itu kemudian mundur beberapa langkah. Gadis kecil berambut hitam pendek dengan wajah polos itu perlahan berubah menjadi sesosok siluman rubah.



"K.. Kau... Ti.. Tidak.. Ini tidak mungkin. Kau masih hidup?" Rikuo terduduk lemas. Sekuat apapun ia menahan, tubuhnya tetap saja tak berhenti bergetar. Pupil matanya mengecil, wajahnya pucat dan tubuhnya berkeringat dingin.


"Apakah dia... Tamamo?" tanya Youri kepada Rikuo dengan tetap melihat ke arah gadis kecil yang sedang berubah, ia sempat terkejut saat melempar pandangan ke arah Rikuo. Rikuo terlihat bergetar begitu kuat seperti diselimuti ketakutan yang teramat sangat, ia bahkan sampai ternganga melihat perubahan gadis kecil itu.


"Ahahaha... Iblis kecilku, waktunya kau bermain. Tapi ingat, jangan bunuh mereka. Mereka pasti akan sangat berharga jika kita bisa menjualnya ke pasar gelap. Tapi untuk yang satu itu, kau bisa memainkannya sepuas hatimu. Hahahaha..." Seiji tertawa lepas melihat pemandangan di depan matanya. Para siluman itu memperlihatkan wajah ketakutan dan rasa putus asa, betapa ia menikmati tontonan kali ini.


Tamamo yang semula berwujud gadis kecil berambut hitam pendek dengan wajah polos kini berubah menjadi sesosok siluman rubah mengerikan dengan bulu merahnya. Ekornya berjumlah sembilan dan di setiap ujungnya mengeluarkan api.


"K.. Kau.. Kau siluman terkutuk itu! Kau masih hidup?! Ternyata selama ini kau tinggal di dunia luar bersama manusia! Tubuhmu... " siluman kalajengking itu terkejut bukan main saat melihat gadis kecil itu berubah menjadi siluman rubah, ia tak menyangka bahwa gadis itu merupakan siluman. Ia tak menyadarinya dari awal.

__ADS_1


"Oh.. Apa kau suka dengan segel mantra milikku? Ini kudapat dari tuan Matoba generasi ke-3 saat aku membantunya memburu siluman-siluman rubah. Apa? Kau bahkan tak bisa berkata-kata karena terpesona melihat indahnya segel mantra di tubuhku ini? Hahaha... Tapi yang cocok untukmu saat ini adalah Segel Abadi, Gyukkimaru. " ucap Tamamo.


"Se.. Segel Abadi? Kau tau namaku. Apa kau yang membunuh seluruh keluargaku?" siluman kalajengking itu kembali terkejut saat mendengar Tamamo menyebut namanya dan Segel Abadi.


__ADS_2