
Di Pulau Awan, gulungan ombak mengayun kesana kemari disertai badai besar. Angin yang begitu kencang seolah menarik lembaran-lembaran air ke udara seperti ingin menjangkau langit, langit menjadi gelap dan awan hitam mengeluarkan kilat dan petir yang menyambar seperti hendak memukul ombak yang ingin menggapainya. Semua ini terjadi karena Susabi yang tiba-tiba merasa sedih sekaligus marah tanpa mengetahui sebabnya, hatinya terlalu sakit hingga ia tak mampu berfikir.
Kejadian ini tak pernah terjadi setelah ratusan tahun lamanya semenjak hilangnya Tsukiko, begitu lama perasaan itu dipendamnya sendiri dan kini tiba-tiba semuanya keluar tak terkendali bahkan sebabnya pun Susabi masih tak mengerti. Walaupun diliputi kebimbangan yang sangat dan perasaan yang bercampur aduk, Susabi tetap berusaha meredakan badai sebelum semuanya menjadi bencana.
Setelah sekian lama bertarung dengan dirinya sendiri, Susabi kembali tenang dan tubuhnya ambruk di teras rumahnya yang basah. Ia memejamkan matanya dan mencoba mengatur nafas, sekilas ia teringat sesosok wanita dengan senyuman yang hangat. Terasa tak asing di ingatannya. Tak lama kemudian, Susabipun tertidur.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Tok.. tok... tok...
__ADS_1
"Nona, apa kau sudah bangun?" tanya Kichiro sambil mengetuk pintu kamar Ichigo. Ichigo sontak terbangun dan langsung melompat dari tempat tidur, ia segera membukakan pintu untuk Kichiro.
"Oh... Selamat pagi." ucap Ichigo yang berusaha menyadarkan dirinya yang masih mengantuk akibat terjaga hampir sepanjang malam karena takut ia di serang siluman saat sedang tertidur.
"Eh..? Selamat pagi Nona. Nona, Yang Mulia mencarimu. Tuan bilang akan mengajakmu ke Istana Langit untuk bertemu Kaisar Zuko." ucap Kichiro.
"Oh.. Baiklah.. Eh..!! Apa katamu?" Ichigo yang tiba-tiba tersadar dengan apa yang di dengarnya sontak terkejut dan panik. Kichiro yang heran melihat tingkah Ichigo ikut kaget lalu berusaha menenangkan Ichigo. Ichigo tak tau apa yang harus dilakukan, ia kemudian bergegas bersiap dan mengikuti Kichiro menemui Youri.
"Teratai tujuh warna... " gumam Ichigo perlahan dan membuyarkan lamunan Youri.
__ADS_1
"Tsu.. Ah.. Nona Ichigo, apa yang kau katakan? Apa kau tau teratai ini?" tanya Youri penasaran sambil menunjuk teratai tujuh warna.
"Ah... aku juga tidak yakin, kata-kata itu keluar begitu saja tanpa kusadari." jawab Ichigo gugup.
"Begitu.. Baiklah, apa kau sudah siap Nona? Mari kita berangkat." ajak Youri.
"Aku sudah siap, tapi... Panggil saja aku Ichigo, jangan terlalu formal. Kurasa kau orang baik." ucap Ichigo dengan senyum ramah. Saat itu Youri merasa hatinya terasa hangat, seperti tak ada lagi pembatas diantara dia dan Ichigo.
"Hei... Tunggu aku..! Kalian berniat meninggalkanku sendiri?" teriak Rikuo kesal sambil bergegas lari mengejar Ichigo dan Youri.
__ADS_1
"Tuan Zuko tak mengundangmu, jadi tak ada yang meninggalkanmu." ucap Youri dingin sambil tetap melangkah tanpa melihat Rikuo. Ia merasa sedikit kesal karena Rikuo selalu mengikuti mereka berdua, padahal Youri sengaja menyuruh Kichiro untuk tetap tinggal karena ingin berduaan dengan Ichigo. Tapi semua rencananya gagal karena Rikuo tiba-tiba ikut dengan mereka.