Putri Bulan

Putri Bulan
Tidur Bersama


__ADS_3

"E.. Ekor.. Te.. Te.. Te... Telingaaa.. Aaaah...!!" Key pingsan setelah berteriak karena terkejut melihat Rikuo mengeluarkan ekor dan telinganya.


"Hah... Baru seperti ini saja dia sudah pingsan, dasar manusia lemah." Rikuo kembali mengolok-olok Key.


"Rikuo, percaya atau tidak, jika kau tidak berhenti maka aku akan menghilangkan satu ekormu." ucap Youri dengan tatapan tajam.


"Ka.. Kau.. Kenapa kau selalu saja mengancamku dengan ekorku? Kau bahkan membela manusia lemah ini. Huh..!" keluh Rikuo dan ia kembali duduk setelah menyimpan kembali ekor dan telinganya.


"Apa yang kalian inginkan? Tolong jangan mengganggu Key, dia tidak ada hubungannya dengan semua ini. Aku akan berusaha membantu semampuku, tapi tolong jangan lakukan apapun pada Key." pinta Mizu.


"Kau berpikir terlalu berlebihan. Aku ingin tanya apa kau pernah mendengar "Siluman Hampa"?"


"Hm? Siluman Hampa? Umh... Auw... " Mizu memegangi kepalanya karena terasa sakit saat memikirkan tentang Siluman Hampa, ia seperti mengetahui sesuatu tapi tak dapat mengingatnya seperti terdapat sesuatu yang menghalangi.


"Mizu, apa kau baik-baik saja?" ucap Youri khawatir. Ia bahkan hampir beranjak dari tempat duduknya.


"Sepertinya memang ada sesuatu antara gadis aneh itu dengan Tozai, tapi... Bagaimana bisa? Dia tak mengenali Kaisar Zuko dan Ratu Katsura, dia juga tak ingat pada Youri. Lalu bagaimana mungkin dia dan Tozai memiliki suatu hubungan. Mereka bahkan tidak pernah bertemu satu sama lain." gumam Rikuo. Ia tampak serius memikirkan tentang hubungan Mizu dengan Tozai.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Youri saat melihat Rikuo mengerutkan dahinya sambil berpikir.


"Ah.. tidak ada. Lalu apa yang akan kita lakukan?" Rikuo tak ingin membicarakannya di hadapan Mizu. Ia akan mencari kesempatan dan bicara pada Youri di waktu yang tepat.


"Hari sudah gelap, sebaiknya kita mencari tempat bermalam."


"Bukankah kita sudah mendapatkannya?" ucap Rikuo dengan tatapan jahat sambil melirik ke arah Mizu.


Ctakk..!!!


"Kenapa kau selalu saja memukul kepalaku? Kau bisa saja mengatakan bahwa aku salah, aku akan mengutukmu!" ucap Rikuo kesal sambil memegangi kepalanya.


"Kalau kau berhenti melakukan hal-hal konyol, aku pasti tak akan melakukannya lagi."

__ADS_1


"Umh.. Kalau kalian ingin tinggal disini juga tidak apa-apa. Tapi disini hanya ada dua kamar, satunya kamarku. Jadi kalian bisa memakai kamar sebelah bersama-sama." ucap Mizu menengahi.


"Oh.. sepertinya kau tak takut dengan siluman lagi ya? Atau karena sekarang ini kau sedang berada di duniamu makanya kau jadi berani, hm?" Rikuo selalu menggoda Mizu dan membuatnya serba salah.


"Tidak, kami takkan menyusahkanmu. Kami akan kembali ke tempat kami pertama kali tiba di dunia ini." ucap Youri menolak tawaran Mizu.


"Aku tidak mau ke tempat jelek itu, disana dingin dan berantakan. Bahkan banyak sekali serangga disana, tempat kotor dan kumuh itu, kau saja yang pergi." Rikuo tiba-tiba bersembunyi dibelakang Mizu dan menolak ajakan Youri.


"Tidak apa, kau juga sudah menolongku dengan mengizinkan aku tinggal di rumahmu. Anggap saja ini sebagai balas budi karena kau telah menolongku waktu itu." ucap Mizu dengan senyum. Youri kali ini tak bisa menolak tawaran Mizu karena saat melihat wajah Mizu sedang tersenyum, ia kembali mengingat Tsukiko.


Kruuuuk...


Suara perut Rikuo memecah lamunan Youri dan membuat Mizu ingin tertawa, tapi karena ia ingat sifat Rikuo, ia berusaha menahan tawanya. Rikuo pasti akan kesal dan mengganggunya lagi jika ia kedapatan sedang menertawainya.


"Ugh... Aku lapar." keluh Rikuo sambil memegangi perutnya.


"Baiklah, aku akan membuatkan sesuatu untuk makan malam. Mohon kalian tunggu sebentar." Mizu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menuju dapur. Ia segera memakai celemek dan memasak beberapa masakan untuk tamu-tamunya. Entah kenapa ia begitu senang dan sesaat melupakan segalanya.


"Ah.. Apa aku masih bermimpi? Kenapa mereka masih ada? Eh? Ekor dan telinganya sudah tidak ada... Ekor?..." Key tertegun sejenak saat ia benar-benar sadar dengan apa yang dilihatnya.


"Apa kau mencari... Ugh... " Rikuo yang hendak mengerjai Key lagi dengan menunjukkan ekor dan telinganya tiba-tiba merinding saat merasakan hawa membunuh Youri.


"Aku minta maaf karena dia mengejutkanmu dan membuatmu pingsan. Abaikan saja dia."


"Hei... Tega sekali kau, kau berani mengabaikanku? Kau ingin membuangku setelah kau menggunakanku?" ucap Rikuo dengan mata berkaca-kaca.


"Ah... Baiklah, tapi tolong jangan lakukan itu lagi. Jika orang lain melihat kalian seperti itu, akan sangat berbahaya bagi kalian." ucap Key.


"Huh... apa yang perlu dikhawatirkan? Aku ini raja siluman rubah, aku bisa dengan mudah menghabisi manusia-manusia lemah itu bahkan jika aku seorang diri." ucap Rikuo menyombongkan diri.


"Lalu kau akan dimasukkan ke dalam rongga tak berujung untuk menebus semua kesalahanmu." ucap Youri dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Ugh... Baiklah... Baiklah... Aku akan berhenti. Jadi jangan lagi sebut tentang tempat berbahaya itu." ucap Rikuo.



Setelah beberapa saat, akhirnya Mizu datang dan membawa beberapa hidangan dan meletakkannya di atas meja. Mizu yang menyadari bahwa Key sudah sadar langsung memberinya segelas air dan mengajaknya makan malam bersama, ia juga menjelaskan bahwa Rikuo dan Youri akan bermalam di rumahnya.


"Apa? Tidak mungkin. Mizu, kau ini seorang gadis. Dan mereka... " Key menghentikan ucapannya dan melirik ke arah Youri dan Rikuo.


"Mereka itu siluman, kita tidak tau apakah mereka punya maksud baik atau sebaliknya. Akan sangat berbahaya bagimu jika kau tinggal dengan mereka. Aku.. "


"Key, aku kenal mereka. Aku pernah merepotkan Youri dengan tinggal di rumahnya dan saat ini aku hanya ingin balas budi. Mereka tidak jahat Key, percayalah padaku." Mizu menghentikan kalimat Key dan membujuk Key untuk mengizinkan Youri dan Rikuo bermalam di rumahnya.


"Ugh... Tapi... Aku khawatir padamu. Bagaimana jika mereka melakukan sesuatu padamu dan aku tak tau itu? Aku.. " Wajah Mizu terlihat merona karena Key begitu perhatian padanya, Key bahkan mengkhawatirkan Mizu hingga membuatnya sangat bahagia.


"Bagaimana jika Key juga menginap disini?" tanya Mizu.


"A.. A. Aku? Be.. Benarkah aku juga boleh menginap disini?" Wajah Key benar-benar merah karena ucapan Mizu. Walaupun saat kecil mereka sering tinggal bersama karena orangtua Mizu dan Key yang sering bertugas ke luar negeri, tapi sekarang mereka sudah dewasa. Terlebih hubungan mereka juga semakin membuat keduanya canggung.


"Ya, Key bisa tidur di kamar sebelah dengan mereka." ucap Mizu.


Key yang menyadari bahwa ia harus tidur dengan para siluman itu seketika merasa punggungnya dingin. Ia mulai berfikir yang tidak-tidak jika ia tidur dengan mereka, ia tak bisa berhenti gelisah. Key sekarang menyesal dengan kelutusannya, tapi ia tak mungkin membiarkan Mizu tinggal dengan orang Asing. Terlebih mereka itu adalah siluman. Bagaimana jika mereka menyerang Mizu saat Key dan Mizu terlelap, Key tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Mizu.


- Keesokan harinya -


"Oh.. Kalian sudah bangun, selamat pagi. " ucap Mizu yang sedang menyiapkan sarapan saat ia melihat Youri dan Key keluar dari kamar bersamaan.


"Selamat pagi... " ucap Youri dan Key bersamaan.


"K.. Key... Ada apa dengan wajahmu?"


__ADS_1


__ADS_2