
Youri hanya diam dan tak menanggapi pertanyaan dari Rikuo. Terlihat jelas dari sorot matanya kesedihan yang begitu dalam, ia bahkan hanyut dalam lamunannya meskipun matanya mengarah ke langit. Dalam hatinya, tak terlukiskan perasaan yang sedang ia alami saat ini, mulai timbul keraguan tentang kembalinya Tsukiko.
"Mizu, kau tak apa-apa?" tanya Key dengan wajah panik saat melihat Mizu sadar.
"Umh.. Aku baik-baik saja. Dimana Youri?" tanya Mizu saat menyadari hanya ada Key disampingnya.
"Apa kau membutuhkan sesuatu? Aku... "
"Tidak, aku hanya takut membuatnya khawatir. Aku merasa perlu bicara dengannya." ucap Mizu memotong ucapan Key.
"Baiklah. Aku akan memanggilkannya untukmu."
"Tidak perlu, aku akan menemuinya sendiri." ucap Mizu sembari bangkit dan menuju ke luar kamar.
Mizu melihat Youri yang sedang menatap ke langit, tapi jelas ia tau bahwa sorot matanya yang kosong tersirat jelas kesedihan yang berusaha ia tahan. Akan terasa jauh lebih lega jika Youri bersedia meluapkannya, tapi selama ia mengenal Youri, tak pernah sekalipun Youri terlihat melepaskan semua beban yang dirasakannya.
Hanya pada malam itu, saat Mizu berada dalam bahaya ketika ia berusaha kembali ke dunianya melalui rongga tak berujung secara diam-diam, Youri hilang kendali dan membantai seluruh siluman yang berusaha menyerang Mizu.
Mizu segera kembali ke kamarnya dan mengambil sebuah kotak kayu kecil yang memiliki ukiran bunga teratai dan membawanya ke hadapan Youri. Seketika Youri dan Rikuo melihat ke arah Mizu, mereka saling melempar pandangan karena heran dengan apa yang akan dilakukan Mizu.
__ADS_1
Mizu kemudian membuka kotak kecil itu, tampak sebuah benda mirip teratai dan berwarna merah muda. Samar-samar tercium aroma teratai yang begitu lembut dan semakin lama semakin jelas. Mizu lalu mengeluarkan korek api dan membakar sumbunya. Saat melihat benda berbentuk teratai itu terbakar, Rikuo menjadi panik dan segera mematikan apinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Mizu dengan wajah cemberut.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau ingin membakar kami?" tanya Rikuo dengan wajah galaknya.
"Siapa yang ingin membakarmu? Jelas-jelas aku membakar lilin, lilin ini bisa membuat kita tenang karena aromanya yang wangi dan lembut. Dasar siluman aneh."
"Kau... " Rikuo baru menyadari bahwa ia baru saja melakukan kesalahan. Tapi ia tetap tak ingin meminta maaf.
"Benda ini.. bukanlah tumbuhan.. " ucap Youri.
"Haha... Ini lilin, nenekku membuatkan ini ketika aku lahir. Nenek bilang tubuhku mengeluarkan aroma teratai saat aku baru lahir, lalu nenek mencari bunga teratai putih untuk dibuat lilin. Tapi karena pipiku merah, jadi nenek mengganti teratai putih menjadi teratai merah muda." ucap Mizu sembari tersenyum mengenang masa lalunya.
"Umh... Orangtuaku dan nenek berkata begitu, dokter dan perawat juga heran dengan hal itu. Tapi nenek bilang itu pertanda baik, walaupun ada hal-hal aneh terjadi, tapi tidak ada yang membahayakanku. Semua yang terjadi hanya hal baik, aku begitu beruntung." Mizu tampak sangat senang menceritakan masa lalunya.
"Hal aneh? Apakah itu seperti lukamu yang sembuh dengan cepat dan tak meninggalkan bekas?" Youri semakin penasaran dengan masa lalu Mizu, ia bahkan tak bisa berhenti bertanya.
__ADS_1
"Benar. Dan yang lebih aneh lagi, saat malam hari aku tiba di rumah karena dokter sudah mengizinkan ibuku pulang, aku tiba-tiba menangis kencang hingga wajahku memerah. Ibu dan ayah panik dan langsung memeriksa tubuhku, tapi tak ada yang aneh denganku. Sampai saat ayah akan membawaku ke rumah sakit, dahiku mengeluarkan cahaya putih keemasan berbentuk teratai. Nenek bilang aku diberkati oleh Dewi Bulan karena pada saat itu sedang bulan purnama, bulan memancarkan cahaya keemasan dan bersinar sangat terang. Nenek kemudian menyuruh ayah untuk membawaku kembali masuk ke dalam rumah, saat nenek menyalakan lilin ini, tangisku seketika berhenti dan akupun mulai tenang lalu tertidur. Sejak saat itu, kemanapun aku pergi aku selalu membawa lilin ini bersamaku. Aku akan menyalakannya ketika aku merasa sedih atau gelisah untuk membuatku tenang. Jadi kuharap kau mau meluapkan perasaanmu agar hatimu menjadi tenang."
Youri tertegun saat menyadari bahwa Mizu begitu memperhatikannya. Ia teringat Tsukiko yang selalu menghiburnya dikala ia sedih atau mengahadapi masalah yang membuatnya tertekan, senyuman Mizu yang begitu mirip dengan Tsukiko membuatnya kembali teringat kenangan tentang dirinya dan Tsukiko. Tanpa sadar, airmata Youri mengalir begitu saja. Suaranya tercekat di tenggorokan, padahal ingin sekali ia menyebut nama wanita yang dirindukannya.
"Mizu... " gumam Key yang melihat Mizu dari balik kamar Mizu. Entah kenapa hatinya begitu sakit saat melihat Mizu tersenyum bukan untuknya, terlebih senyum itu terlihat sangat tulus seolah-olah Mizu merasa sangat bahagia.
- Di sebuah hutan dekat taman kota -
"Ugh.. Kenapa tubuhku seperti ini? Bukannya semakin membaik setelah aku beristirahat malah semakin memburuk, luka bakar ini juga sepertinya tidak bisa disembuhkan. Kenapa aku merasa sangat lelah? Tubuhku... Lemas sekali... " ucap siluman kalajengking yang sedang bersandar di bawah pohon. Ia sempat mengeluarkan aroma khas siluman agar memancing siluman lainnya untuk meminta pertolongan.
Aroma khas siluman yang berasal dari dunia siluman berbeda dengan aroma khas siluman yang ada di dunia luar. Jika ia beruntung ditemukan oleh siluman dari dunia siluman, masih ada kemungkinan nyawanya akan tertolong. Tapi jika yang datang adalah siluman dari dunia luar, ia akan menjadi mangsa yang empuk terlebih dengan kondisinya yang begitu lemah. Dan bisa lebih berbahaya lagi jika yang menemukannya adalah manusia klan pemburu siluman, segala hal buruk bisa terjadi padanya.
- Di rumah Mizu -
"Ini.. Aroma khas siluman, dan dia berasal dari dunia siluman." ucap Rikuo setelah hidungnya mencium aroma khas siluman yang dikeluarkan oleh siluman kalajengking.
"Ayo kita kesana, mungkin saja itu siluman kalajengking yang terhisap ke dalam rongga tak berujung bersama Mizu waktu itu." ucap Youri.
Mereka lalu beranjak dan keluar lewat jendela mengikuti arah aroma khas siluman. Mereka ingin tau apa yang ingin dilakukan oleh siluman kalajengking itu dengan mengeluarkan aroma khas siluman, hal itu terlalu beresiko jika untuk meminta pertolongan. Dan sangat konyol jika ia berniat membuat onar di dunia luar, terlebih ia hanya seorang diri.
__ADS_1
"Ternyata b4jingan itu masih hidup. Apa maksudnya dengan mengeluarkan aroma khas siluman? Apa dia ingin berbuat onar di dunia luar?" Rikuo kesal dan tak bisa berhenti mengoceh.
"Aku rasa tidak. Kudengar manusia klan pemburu siluman ada yang diam-diam memelihara siluman, jika mereka mengetahui keberadaan siluman kalajengking itu, siluman kalajengking itu berada dalam bahaya karena mereka pasti akan menghabisinya. Dia bisa saja sedang meminta pertolongan, terlebih saat itu aku telah memotong ekornya." ucap Youri dan membuat Rikuo merinding.