
"K.. Key... Ada apa dengan wajahmu?" ucap Mizu panik saat ia melihat wajah Key dengan kantung mata yang menghitam dan wajah yang lesu.
"Aku tidak apa-apa, hanya kurang tidur saja. Jangan pedulikan aku." ucap Key lemas. Ia terlihat seperti mayat hidup dengan wajah yang menyeramkan.
"Baiklah. Umh.. Sarapannya sudah siap, apa kita harus menunggu Rikuo bangun?" ucap Mizu.
"Biarkan saja dia, sepertinya dia sudah terbiasa dengan dunia ini." ucap Youri.
"Baiklah, jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? Tadi malam aku sempat memikirkan tentang pertanyaanmu, aku merasa sepertinya Siluman Hampa itu tidak asing bagiku. Tapi saat aku berusaha mengingatnya, kepalaku terasa sakit. Walaupun begitu, aku tetap tidak bisa mengingat apapun. Padahal ingatanku cukup kuat, aku bahkan masih mengingat masa kecilku dengan baik." ucap Mizu sambil memulai sarapannya.
"Kita harus kembali ke dunia siluman dan bertanya pada Eidoshia, kau juga harus bertemu dengan seseorang yang memberitahukan tentang Siluman Hampa." ucap Youri.
"Umh.. Tapi bagaimana dengan sekolahku? Aku juga tidak mungkin meninggalkan sekolahku begitu saja, dan.. " Mizu tiba-tiba melirik ke arah Key.
"Tenang saja, aku akan menemanimu. Jika pergi ke dunia siluman itu penting, aku pasti akan ikut denganmu. Bagaimana jika kita pergi setelah skolah usai, sebentar lagi akan ada liburan musim panas. Jadi kita tak perlu khawatir tentang sekolah." Mizu akhirnya tenang, Key bahkan bersedia menemaninya ke dunia siluman dan mereka takkan bolos sekolah untuk pergi ke dunia siluman.
"Tapi... Kalian tak mungkin tinggal dengan Mizu. Aku takkan mengizinkan kalian, lagipula orangtua Mizu sering datang berkunjung. Akan sangat berbahaya jika mereka menemukan kalian disini." ucap Key.
"Lalu bagaimana? Mereka tidak mungkin tinggal sendiri di luar, mereka tidak mengerti kehidupan disini dan bahkan pakaian mereka sangat aneh. Bagaimana jika orang-orang menyerang mereka? Terlebih sifat Rikuo... " Mizu merasa khawatir jika mereka tinggal sendirian di luar, bagaimanapun juga mereka adalah siluman. Jika mereka tidak berhati-hati, manusia bisa saja memburu mereka karena mereka dianggap berbahaya.
"Hmm... Sebaiknya mereka tinggal denganku, lagipula kami sama-sama lelaki. Mereka tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak padaku kan, ah... kecuali jika mereka ingin memakanku."
"Kami tidak akan melakukannya, hanya siluman jahat yang memangsa manusia." ucap Youri.
"Baiklah, sudah diputuskan bahwa kalian akan tinggal dengan Key. Tapi sebelum itu, sebaiknya kita membeli beberapa pakaian untuk kalian. Akan terlihat sangat aneh jika kalian keluar dengan pakaian seperti itu." ucap Mizu.
"Benar juga, kalian tetaplah di sini dan jangan buat kekacauan. Kami akan pergi membelikan kalian pakaian." ucap Key.
__ADS_1
- Setelah membeli pakaian -
"Kami pulang... " ucap Mizu dan langsung masuk untuk menemui Youri dan Rikuo.
"Hei gadis aneh, kenapa kau meninggalkan kami disini? Aku merasa sangat bosan hingga hampir mati." Rikuo tiba-tiba mucul di hadapan Mizu dan membuatnya terkejut.
"Ahh.. Maafkan aku, tapi kau masih tidur saat kami akan pergi. Ah.. Coba kau pakai ini, aku tak tau bagaimana seleramu tapi kuharap ini cocok denganmu." ucap Mizu sembari menyodorkan pakaian pada Rikuo.
"Hei... lakukan itu di kamar, apa kau tidak punya malu? Mizu itu seorang gadis!" bentak Key saat melihat Rikuo melepas pakaiannya di depan Mizu. Mizu yang sempat melihat tubuh Rikuo hanya terpaku dengan wajah memerah.
"Ini untukmu, pakailah. Ah.. Dan jangan lalukan itu disini." ucap Key sambil menyerahkan pakaian kepada Youri.
"Terimakasih." ucap Youri singkat.
Brakk...!!
"Apa seperti ini cara memakainya?" ucap Rikuo yang tiba-tiba membuka pintu setelah mengganti pakaiannya.
"Wah... Aku tidak menyangka bahwa kau cocok sekali dengan pakaian manusia. Kau seperti model terkenal. " Mizu begitu mengagumi penampilan Rikuo dengan pakaian manusia.
"Ehem.. Aku selesai." ucap Youri malu-malu. Ia juga berharap mendapat pujian dari Mizu. Tapi saat Mizu melihatnya, airmata Mizu mengalir begitu saja.
"Mizu.. Ada apa denganmu? Apa kau sakit?" tanya Key yang khawatir melihat Mizu tiba-tiba menangis.
__ADS_1
"Ak.. Aku.. Aku juga tidak tau. Dadaku terasa sesak. Kepalaku... " Mizu tiba-tiba pingsan. Key dan Youri panik.
Key langsung menggendong Mizu ke kamarnya. Mizu terlihat berkeringat dan pucat, Key merasa semakin khawatir karena selama ini Mizu tak pernah sakit. Bahkan jika Mizu terluka, ia akan sembuh dengan cepat bahkan tanpa bekas luka sedikitpun. Tapi kali ini di depan matanya, Mizu terlihat begitu lemah dan tak berdaya.
Belum hilang rasa paniknya, tiba-tiba ponsel Mizu berbunyi. Ibunya menelepon, ia semakin panik. Apa yang harus ia katakan jika ibu Mizu mencarinya. Tapi jika ia tak mengangkat telepon ibunya, orangtua Mizu pasti akan khawatir.
"Halo... " ucap Key yang berusaha tenang. Ia menyeka keringat di dahinya.
"Oh..? Apakah ini Key? Apa kau bersama Mizu?" tanya sebuah suara di seberang telepon.
"Ah... Iya tante, aku bersama Mizu. Tapi Mizu sedang di kamar mandi." ucap Key berbohong.
"Oh.. Baiklah, aku hanya ingin menanyakan kabar saja. Apa kalian baik-baik saja? Bagaimana dengan sekolah kalian?"
"Ah... Semuanya baik-baik saja tante. Sekolah sebentar lagi akan libur musim panas." jawab Key.
"Oh benar, sebentar lagi musim panas. Sekarang bahkan cuacanya sudah semakin panas, huh... Apa kalian makan dengan teratur? Jangan terlalu berhemat, jika kalian kekurangan uang, kami akan mengirimkannya."
"Ah... Kami makan teratur tante. Jangan khawatir, kami hidup dengan baik disini. Haha.. "
"Oh... Kedengarannya seperti kalian sudah menikah ya.. Hahaha... " Ibu Mizu menggoda Key. Kedua keluarga sudah menjodohkan mereka sejak kecil, tapi Mizu dan Key masih malu-malu dan bahkan belum memberitahukan hubungan mereka kepada keluarga mereka masing-masing.
"Ah... Ma.. Maafkan aku tante, bu.. bukan seperti itu maksudku." Key tiba-tiba sadar dengan apa yang baru saja ia katakan. Ia merasa malu dan bicara terbata-bata.
"Hahaha... Tidak apa-apa, kalau begitu kalian bersenang-senanglah. Ah.. Key, tolong jaga Mizu untuk kami ya."
"Hm..! Baik tante. Aku pasti akan menjaga Mizu." ucap Key mantap.
__ADS_1
Youri yang semula duduk di samping kanan tempat Mizu berbaring merasa hatinya sesak, ia tak tau apa yang ia rasakan dalam hatinya. Ia bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar Mizu lalu menuju ke ruang tengah, ia duduk di depan jendela dan memandangi langit. Hari ini begitu cerah dengan suhu yang mulai hangat memasuki musim panas. Berbeda dengan suasana dalam hatinya yang dingin dan redup. Ia merindukan cahaya bulan dan aroma teratai yang menyatu dengan aroma bunga Sakaki.
"Kau merindukannya?" ucap Rikuo yang menyusul Youri dan duduk di samping kiri Youri. Ia hanya diam dan memperhatikan Youri sedari tadi.