
"Rikuo, hentikan..! Dia berusaha memancing amarahmu! Jangan terperdaya dengan omong kosongnya." Youri berusaha menyadarkan Rikuo. Saat ini semua perhatian tengah tertuju pada pertarungan Rikuo, ia harusnya memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk melarikan diri bersama Gyukkimaru ke tempat yang aman. Tapi membiarkan Rikuo dengan amarah yang meluap-luap seperti itu sedang menghadapi Tamamo juga bukanlah hal yang baik, terlebih memang sifat Rikuo yang belum bisa berpikir dengan bijak membuat orang lain selalu mengkhawatirkannya.
"Karena dia.. Semua karena dia... Bahkan orang tak bersalah menjadi korban. Aku bahkan hampir mencelakai orang yang tulus padaku, yang bahkan rela memberikan nyawanya untuk menyelamatkanku. Tapi aku begitu bodoh hingga tak menyadarinya. Kali ini... Kali ini aku akan menebus semuanya, aku harus menghabisi siluman sampah ini untuk selamanya." gumam Rikuo.
"Sial, walaupun dia belum menerima Segel Suci kaum siluman rubah, kekuatannya bisa sebesar ini. Aku harus menghabisinya atau membuatnya menjadi siluman rubah api secepatnya atau aku yang akan mati di tangannya." gumam Tamamo yang mulai merasa tersudut oleh serangan brutal dari Rikuo.
"AAAAARRGHHH...!!! MATILAH KAU..!!!" teriak Rikuo sambil melancarkan serangan lewat tangan kanannya.
Tampak api kemarahan dari dalam sorot matanya, pupil matanya nyaris berubah menjadi pupil mata siluman rubah api. Tekanan energi yang keluar dari tubuh Rikuo begitu kuat hingga menggetarkan permukaan tanah dan pepohonan yang ada di sekitarnya. Keempat ekor rubah miliknya seketika keluar karena ia tak bisa lagi membendung energinya yang keluar karena emosi yang tidak terkendali.
Youri yang menyadari bahwa Rikuo sedang dalam fase perubahan menjadi siluman rubah api akhirnya turun tangan menyerang Tamamo dan menebas satu ekor rubah milik Rikuo. Rikuo yang tak sempat menghindari serangan Youri karena tak menyadari kehadirannya langsung terlempar ke tanah dan hampir kehilangan kesadaran, perlahan pupil mata Rikuo kembali normal saat melihat Youri berada di depannya. Ia berusaha bangkit dan tetap sadar.
Sementara itu, Tamamo yang mendapat serangan mendadak dari Youri terpental hingga mematahkan sebatang pohon besar yang ditabraknya lalu jatuh ke tanah. Tamamo tak mendapat luka yang terlalu parah, tapi juga bukan luka yang ringan mengingat serangan yang ia dapat adalah dari Raja Siluman Rubah yang diliputi kemarahan dan serangan mendadak dari Raja Siluman Kupu-kupu.
"Heh..! Haha.. Hahaha.. Ahahahaha... Sudah lama aku tak merasakan pertarungan menyenangkan seperti ini. Sudah lama aku merindukannya, jadi jangan harap kalian bisa lolos dariku. Ugh... Uhukk..!!" Tamamo terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah. Ia terkejut karena ia merasa serangan yang ia dapat sudah pasti tidak akan membuatnya terluka parah, terlebih lagi ia sudah banyak memakan korban lewat Segel Abadi.
__ADS_1
"Apa kau masih tak menyadarinya? Aku menebar serbuk beracun dan menggunakan pedang angin beracun saat menyerangmu tadi. Meskipun aku tidak banyak menggunakan kekuatanku, tapi itu cukup untuk melumpuhkanmu sesaat. Walaupun tidak berbahaya, tapi jika kau terus menerus bergerak maka racun itu akan menyebar dengan cepat di seluruh tubuhmu." ucap Youri sambil memapah Rikuo yang mulai sadar dan segera menghampiri Gyukkimaru lalu melarikan diri dari tempat pertarungan.
"Hmm... Pertarungan ini ternyata membosankan, sangat membosankan hingga aku mulai mengantuk. Sayangnya aku tak bisa tidur nyenyak karena siluman tak berguna sepertimu terlalu banyak mulut hingga buruanku kabur begitu saja." ucap Seiji yang berdiri di depan Tamamo dengan wajah bengis. Tampak kemarahan dan kekecewaan dibalik wajahnya yang sedang tersenyum.
"Tu.. Tuan.. Uhukk..!! Ampuni aku, aku salah karena aku terlalu ceroboh dan meremehkan mereka. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku pasti takkan mengecewakanmu." Tamamo merangkak sambil memegangi kaki Seiji.
"Tapi kau sudah mendapatkan kesempatan itu dan kau telah mengecewakanku. Lagipula, harus ada yang dikorbankan untuk mengatasi semua kekacauan ini." ucap Seiji sembari menginjak tangan Tamamo setelah menghempaskannya. Matanya terlihat nanar dan tatapan memelas serta diliputi ketakutan, ia khawatir Klan Matoba akan menyingkirkannya jika ia tak lagi dapat digunakan oleh Klan Matoba.
"Aahhh...!! Tu.. Tuan... Aku mohon, aku telah lama mengikutimu. Be.. Berilah aku kesempatan.. Sekali lagi... " pinta Tamamo sembari menahan sakit.
AAHHHKKK..!!!
"Huh.. Baiklah kesempatan terakhir untukmu, kau juga sudah terlalu tua. Bahkan siluman ingusan itupun tak bisa kau dapatkan. Jika kau gagal lagi, kau tau jelas apa akibatnya. Kembalilah bersama Danzo dan pulihkan lukamu, aku akan menggunakan ekormu untuk menebus kesalahanmu kali ini." Seiji memotong sehelai ekor milik Tamamo menggunakan sebilah pisau dengan panjang sehasta, ia kemudian menjelaskan kepada petugas kebakaran yang datang karena kebakaran dan kerusakan akibat pertarungan Rikuo dengan Tamamo. Tentu saja ia tak mengatakan yang sebenarnya.
Seiji mengatakan pada petugas kebakaran bahwa mereka sedang memburu siluman rubah yang muncul dan khawatir akan membahayakan manusia, ia lalu menunjukkan ekor milik Tamamo sebagai barang bukti. Para petugas kebakaran tampak begitu ketakutan dan gelisah, apalagi saat Seiji mengatakan bahwa siluman rubah yang ia buru tidak berhasil ditangkap dan tengah bersembunyi di suatu tempat.
__ADS_1
Seiji meminta petugas kebakaran dan semua orang yang mengetahui hal ini untuk diam dan tidak menyebarkan informasi penting ini agar siluman rubah itu merasa aman dan tidak menyerang orang secara tiba-tiba untuk dijadikan sandera. Ia berjanji akan memberikan laporan kepada kepolisian jika siluman rubah itu telah tertangkap.
- Di rumah Mizu -
Brukk..!
"Ah.. Kalian sudah kembali. Di.. Dia terluka, haruskah kita bawa dia ke rumah sakit?" ucap Mizu yang panik saat melihat Youri meletakkan Gyukkimaru yang tengah sekarat di lantai.
Gyukkimaru yang tengah sekarat samar-samar mendengar suara Mizu perlahan membuka matanya berusaha melihat ke arah Mizu. Tapi tubuhnya yang semakin lemas akhirnya membuatnya tak sadarkan diri. Rikuo berjalan ke ruang tengah dengan dipapah saat berjalan oleh Youri, ia lalu duduk sambil tertunduk lesu.
Masa lalunya terus-menerus muncul di kepalanya dan membuatnya semakin merasa bersalah, ia berpikir dengan keras untuk menemukan cara menjelaskan hal yang sebenarnya pada klannya. Ia juga memikirkan bagaimana cara memperbaiki kesalahannya pada Tozai dan berusaha membersihkan namanya, Rikuo bertanya-tanya tentang alasan Tozai menyembunyikan kebenaran yang ia ketahui selama ini kepada dirinya dan juga kaumnya. Sejenak ia merasa kesal pada Tozai karena sebelumnya Tozai begitu peduli padanya, tapi Tozai tiba-tiba berubah semenjak ia memiliki kekuatan yang datang entah dari mana.
Youri melihat kegelisahan dan kebingungan yang ada pada Rikuo hanya bisa terdiam, saat ini ia tak memiliki alasan untuk mencampuri urusan Klan Siluman Rubah. Tapi walaupun begitu, ia tetap merasa ada yang janggal dengan semua hal ini. Bagaimanapun juga Tamamo tak pernah menampakkan wujudnya di sunia siluman, bagaimana dia bisa tau apa yang terjadi di dunia siluman.
"Sial..!!!"
__ADS_1