
•
•
•
`...happy reading...'
"haohao..jaga wei'er sebentar ya..ibunda dan ayanda ingin ke aula"kata lan sha menyapu ubun kepala jianhao lembut.
"iya bunda"kata hao tersenyum lagi.
"hao gege..jaga wei meimei ya..kita berdua
lapar.nanti kita akan membawakan mu makanan"kata jianhae dan jianhan.
"ah baiklah..segeralah datang kembali"kata jianhao tegas.
"oke yang mulia pangeran yang terhormat"
kata jianhae berlari keluar.
"...............dig dug dig dug.........."
"aku rasa jantungku bermasaalah!"
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
"lama ih mereka semua"dengus jianhao yang sangat bosan berada di kamar wei xiao.
"ughm...."lenguh lemah dari wei xiao.
"wei meimei!?"teriak gembira jianhao berpaling sepantas kilat menuju wei xiao.
"ugh..?siapa kàmu?"tanya wei xiao membuka matanya pelan.
"(deg deg):suara jantung jianhao.(Mata itu?!):
batin jianhao)"
"ah..aku jianhao..kakak lelakimu yang pertama"kata jianhao duduk di bibir ranjang wei xiao.
"oh..hai hao gege"kata wei xiao tersenyum manis.sangat sangat manis.
__ADS_1
"a...mm...iya"
"wei'er?kamu udah sadar sayang!?"teriak bahagia permaisuri lan sha saat akan masuk kekamar wei xiao.
"uh?"
"kamu tadi kenapa bisa pingsan sayang?
dimana yang sakit?apa ma...."tanya lan sha bertubi tubi.
"aku tak apa apa bunda"kata wei xiao tersenyum kearah permaisuri lan sha.
"hah..syukurlah...oh iya...kakak haerin..inilah putri yang aku bicarakan tadi di aula"kata permaisuri lan sha memperkenalkan wei xiao kepada selir haerin.
"ya tuhan..cantik sekali kamu sayang..sungguh rugi keluargamu membuangmu"kata selir haerin memeluk wei xiao erat.
"oh iya wei'er..nama aku adalah haerin dae.
kau bisa memangilku..."belum sempat selir haerin berbicara telah dipotong oleh wei xiao cepat.
"mama"pangil wei xiao saat melihat mukanya seperti mamanya di dunianya yang lalu sambil mengeluarkan air mata bahagia.
"kenapa kau menangis wei'er..maaf jika..."
sekali lagi perkataan selir haerin dipotong oleh wei xiao.
"mama!weiwei rindu mama...hisk"kata wei xiao diiringi tangisan rindu dan memeluk selir haerin erat.
"aku rindu mama..."lirih wei xiao tanpa melepaskan pelukanya dari haerin.
"mama jangan pergi ya?"kata wei xiao menatap wajah haerin.
"ah..baiklah"kata haerin tersenyum senang.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
"lama ih mereka semua"dengus jianhao yang sangat bosan berada di kamar wei xiao.
"ughm...."lenguh lemah dari wei xiao.
"wei meimei!?"teriak gembira jianhao berpaling sepantas kilat menuju wei xiao.
"ugh..?siapa kàmu?"tanya wei xiao membuka matanya pelan.
__ADS_1
"(deg deg):suara jantung jianhao.(Mata itu?!):
batin jianhao)"
"ah..aku jianhao..kakak lelakimu yang pertama"kata jianhao duduk di bibir ranjang wei xiao.
"oh..hai hao gege"kata wei xiao tersenyum manis.sangat sangat manis.
"a...mm...iya"
"wei'er?kamu udah sadar sayang!?"teriak bahagia permaisuri lan sha saat akan masuk kekamar wei xiao.
"uh?"
"kamu tadi kenapa bisa pingsan sayang?
dimana yang sakit?apa ma...."tanya lan sha bertubi tubi.
"aku tak apa apa bunda"kata wei xiao tersenyum kearah permaisuri lan sha.
"hah..syukurlah...oh iya...kakak haerin..inilah putri yang aku bicarakan tadi di aula"kata permaisuri lan sha memperkenalkan wei xiao kepada selir haerin.
"ya tuhan..cantik sekali kamu sayang..sungguh rugi keluargamu membuangmu"kata selir haerin memeluk wei xiao erat.
"oh iya wei'er..nama aku adalah haerin dae.
kau bisa memangilku..."belum sempat selir haerin berbicara telah dipotong oleh wei xiao cepat.
"mama"pangil wei xiao saat melihat mukanya seperti mamanya di dunianya yang lalu sambil mengeluarkan air mata bahagia.
"kenapa kau menangis wei'er..maaf jika..."
sekali lagi perkataan selir haerin dipotong oleh wei xiao.
"mama!weiwei rindu mama...hisk"kata wei xiao diiringi tangisan rindu dan memeluk selir haerin erat.
"aku rindu mama..."lirih wei xiao tanpa melepaskan pelukanya dari haerin.
"mama jangan pergi ya?"kata wei xiao menatap wajah haerin.
"ah..baiklah"kata haerin tersenyum senang.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
__ADS_1