
"apakah kau benar akan pergi bersendirian?"
tanya kaisar jianding bimbang akan putrinya wei xiao.
"iya..setidaknya kau harus ditemani beberapa orang pengawal kata permaisuri lan sha menambahi.
"dan membawa beberapa pelayan"sambung selir haerin pula.
"ayahnda,bunda,mama,gege...aku ngak akan kenapa-napa kok!aku janji.."kata wei xiao tersenyum senang melihat wajah mereka yang bukan siapa siapanya si xiao wei namun begitu disayangi tapi keluanganya tega membuangnya.heh....sunguh munafik!.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
"hah...baiklah...tapi tetap harus hati hati.."kata
permaisuri terpaksa mengalah dengan putri kecilnya ini.
"iya bunda..weiwei sayang bunda"kata wei xiao berlari memeluk lan sha dan haerin dengan erat.air matanya terus mengalir laju.
"ngak perlu nangis ya?mama juga sayang kamu"kata haerin tersenyum lembut begitu juga permaisuri lan sha.
"ayahnda..weiwei sayang ayahnda.."kata wei xiao menyentuh tangan kaisar jianding.
"ayahnda juga sayang kamu nak"kata kaisar tersenyum dan menyapu air matanya.
"wei wei pergi dulu...jangan lupa makan yang banyaaakkk!"teriak wei xiao menyapu air matanya.
"kamu ngak pamitan nih dengan kita?"cemberut pangeran jianhae.
__ADS_1
"eh hae gege...aku juga sayang kalian"kata wei xiao tersenyum manis.
"aku pergi ya"kata wei wei naik ke atas kuda yang disiapkan olehnya.
"hati-hati!"
.
.
.
"haeh lapar bangat"kata wei xiao yang hampir sampai diistana xiao.
"ke rumah makan dulu ah"kata wei xiao berhenti di salah satu rumah makan yang hampir denganya.
"tuan mau pesan apa?"tanya seorang pelayan wanita yang mungkin berumur 14 tahun kepada wei xiao.
"apa apa saja yang bisa dimakan"kata wei xiao dingin.
"b..baiklah tuan"kata pelayan itu pergi terburu buru.
tiba tiba wei xiao terdengar bunyi bising.
wei xiao tak terlalu mempermasaalahkan itu.
namun tiba tiba ada suara wanita yang terisak risak juga terdengar sangat mengangu pikiran wei xiao.wei xiao bangun dan menuju tempat tersebut.
__ADS_1
terlihat beberapa orang pria sudang memukul seorang gadis cantik dihadapanya tak lain tak bukan adalah pelayan yang baru saja ditemuinya.wei xiao mengerang kesal dan sekejap pria pria itu tumbang tak berdaya.
wanita pelayan itu menunduk ketakutan apabila melihat muka bengis wei xiao yang terlihat 'tampan' baginya.
"heh...ayo bangun"kata wei xiao lembut sambil mengulurkan tanganya kepada gadis itu.gadis itu menyambut tangan wei xiao dengan tubuh gementaran.kerana lama wei xiao menendong tubuh gadis itu ala bridal style.muka gadis itu memerah malu namun wei xiao tak melihatnya.
wei xiao mengangkat gadia itu ke atas kudanya dan naik.
"nama mu apa?"tanya wei xiao
"y..u..an..fua"kata gadis itu tergagap.
"tak perlu kaku bergitu...aku juga wanita lo"kata wei xiao mendekatkan mulutnya ke telinga yuan fua.
"kita..aka..n ke mana tuan?"tanya yuan fua mengengam tanganya takut.
"ah?aku hanya ingin mencari rumah rehat(hotel)berhampiran sini kerana hari juga udah gelap"terang wei xiao.
"ah..dihadapan sana ada satu rumah rehat"kata yuan fua.
"oh ya...?makasih"kata wei xiao mengosok ubun kepala yuan fua.
"s...sama sama"kata gadis itu tersenyum.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
HYE-HYE PARA PEMBACA YANG BAIK.JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA.JIKA MAU VOTE JUGA NGAK PAPA..
__ADS_1
MAKASIH🙂😊