
"weiwei...."lirih xiao ghuang pelan.
"apa?!"kata wei xiao kasar dan dingin.
"maafkan gege tak bisa menjagamu"kata xiao ghuang mengeluarkan bening dihujung matanya.
"lo..mau ngejaga gue?lihat tuh dibentak aja udah nangis"sahut jianhae.
"diam kamu!"kata xiao ghuang dan menarik tangan wei xiao paksa namun tetap lembut.
dia berlari sangat laju dan tiba tiba saja sudah diatas kuda yang dinaikinya tadi.
"kau mau membawaku kemana hah!"teriak wei xiao tak mahu mengikuti xiao ghuang.
"gege mau membawamu ke..........
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
"untuk apa aku harus kesana yang mulia pangeran xiao ghuang yang terhormat"tanya
wei xiao tersenyum miring.
"kami semua merinduimu weiwei"kata xiao ghuang menatap mata wei xiao.
"emang semua?"tanya wei xio membelakangi xiao ghuang.
"aer...ya...pokoknya aku merinduimu"kata xiao ghuang memeluk wei xiao namu segera ditepisnya.
"hah...baiklah.."kata wei xiao pasrah.
"benar ini weiwei..makasihhh"kata xiao ghuang gembira.
"tapi bukan sekarang"sambung wei xiao.
"hah?....terus kapan?"tanya xiao ghuang agak tak rela.
"besok"kata wei xiao mula berjalan meninggalkan xiao ghuang yang cemberut.
"oh iya...kau pulanglah dulu..biar aku sendiri ke sana"kata wei xiao menepuk pundak xiao ghuang.
"tapi..."
__ADS_1
"ngak ada tapi tapi atau aku ngak akan pergi
ke sana"kata wei xiao berjalan masuk ke
istana lan.
"haaahh"xiao ghuang mendesah pasrah dan kemudian kembali ke istana kerajaan xiao.
.
.
.
"kau kemana saja tadi meimei?!"tanya jianhan dan jianhae membolak balik tubuh wei xiao.
"tidak kemana mana kok"kata wei xiao yang sibuk termenung mengingat keluarganya di dunia modern.
"lagi mikirin siapa weiwei?"tanya jianhao yang baru pulang dari berlatih berkuda.
"engh?ngak kok"kata wei xiao tanpa menatap jianhao.
"eh...dimana ini?emang gue mati lagi yak?"
tanya wei xiao pada dirinya sendiri dengan bingung.
"oe wei wei!kamu udah lupa ya pada kita!"
kesal seorang lelaki berekor rubah dan mempunyai tanda merah di dikepalanya.
"siapa ya..."tanya wei xiao bingung.
"ini aku bodoh!"kesal lelaki itu merubah wajud menjadi wanita dan tentu saja wei xiao mengenalinya..siapa lagi kalau bukan qie.
"oh lu...lu...nama apa yak"kata wei xiao berpura pura lupa.
"(plakk!)"tangan qie jatuh di atas kepala wei xiao-tampar.
"adududuh!sakit oe!"kata wei xiao mengusap kepalanya yang ditampar qie tadi.
"rasain!tau ngak aku bosen disini terus!kamu enak bisa jalan jalan dah aku.."kata qie cemberut.
__ADS_1
"eh bentar...tadi lo jadi cowok kan?"tanya wei xiao.
"iya..emang aku cowo ko..kenapa?terpesona"
tanya qie berubah menjadi cowo kembali.
"ngak"kata wei xiao biasa aja.
"bilang aja malu"kata qie lagi.
"buat apa gue malu..gantengan gue"kata wei xiao menyubakkan rambutnya keatas.
"edih...lo cewe bukan cowo"
"emang cewe ngak boleh ganteng?"tanya wei xiao menatap wajah qie erat.
"(blush)➙❦)":qie
"kenapa muka lo merah"tanya wei xiao mentap polos wajah qie lagi.
"eng...engak kok!"kata qie dan menghantar wei xiao kedunianya kembali.
.
.
.
"sebenarnya weiwei kenapa?"tanya permaisuri lan sha kepada tabib kerana trio jian mengatakan bahawa wei xiao tidur sambil berbicara dan sambil duduk.(gitu aja mangil tabib//plak!)
"nona jianwei tak apa apa.hanya lelah."jelas tabib jun.tabib kepercayaan istana lan.
"uh"lenguh wei xiao lemas.
"wei wei!"teriak jianhae dan jianhan juga permaisuri lan sha.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
HYE HYE READERS KU TERSAYANG.JANGAN LUPA LIKE,VOTE,KOMENT DAN RATE YA..
MAKACIIHH^ω^😍😘
__ADS_1