
"untuk apa kau mengambilnya wei'er?pohon ini tidak berguna"ucap hao ke ai.
"apakah kalian tidak mengetahui kegunaan pohon ini"ucap wei xiao dan mendapat gelengan dari kedua orang tersebut.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
"haih...aku rasa kalian mengetahui semua perkara daripada aku"ucap wei xiao memutar bola matanya malas.
"ya..tapi yang kami tahu bunga delima hitam ini tidak berguna..kerana tidak berguna bunga ini dibuang dan hanya ada di hutan hutan yang dalam"ucap hao ke ai.
"huh...manusia sungguh bodoh membuang bunga yang sangat berharga ini"ucap wei xiao.
"beharga?"tanya shuaige.
"ya..apakah kau melihat ada cecair yang bewarna merah kehitam hitaman di dalam bunga ini?itulah yang beharga"ucap wei xiao.
"tapi bukankah cairan itu beracun?"tanya hao ke ai.
"beracun?aku rasa yang kalian sebutkan racun inilah penawar"ucap wei xiao.
"cairan bunga ini bisa mengembuhkan penyakit muka seperti jerawatan."ucap wei xiao.
"wah..tapi darimanakah kau tahu wei'er?" tanya shuaige.
"di mana mana saja"ucap wei xiao membuat shuaige kesal.
"oh iya...hao ke ai,shuaige..apakah bisa aku keluar dari sini?"ucap wei xiao.
"ya tentu saja tapi sebelum keluar kau harus membuat kontrak darah dengan kami"ucap shuaige.
"kontrak darah?bagaimana?"tanya wei xiao.
__ADS_1
"kau harus teteskan sedikit darah diatas dahi kami"ucap shuaige.
"maksud kalian jika darahku terkena dengan kalian jadi kalian sudah terkontrak darah denganku!?"tanya wei xiao dengan kaget.
"ya..kenapa wei'er"tanya shuaige.
"jadi...qie dan shee...itu?"tanya wei xiao kepada dirinya sendiri.
"pantasan mereka berteriak ngak jelas waktu itu"ucap wei xiao terkekeh.
"kenapa wei'er?"tanya shuaige.
"tidak apa apa..aku hanga mengingat memori yang lucu"ucap wei xiao.
"segeralah mengontrak kami jika kamu ingin kembali dengan cepat"ucap hao ke ai.
"baiklah"ucap wei xiao mengigit jarinya hingga keluar darah dan ditempelkan ke dahi shuaige dan hao ke ai.
"baiklah"ucap wei xiao dan melakukan yang dikatakan hao ke ai tadi.
.
.
.
"hah...."keluh wei xiao saat sudah keluar dari kalungnya tadi.
"sekarang aku harus mencari ibu!"ucap wei xiao keluar dari kamarnya.wei xiao mencari gu luan(ibu)kemana mana hingga berhenti saat melihat seorang yang dicarinya sedang sibuk menanam bunga di halaman belakang.
"ibu"panggil wei xiao perlahan namun tentu saja gu luan mendengarnya.
__ADS_1
"ah gadis kecil"ucapnya tersenyum.
"tidak perlu berlakon lagi ibu..eh...salah.. gu luan ..."ucap wei xiao membuat gu yuan tersenyum kecut.
"haha...gadis kecil yang hebat"ucapnya tersenyum.dan berubah menjadi seorang dewi yang cantik.
"ya ya ya..."ucap wei xiao memutar bola matanya malas.
"baiklah..sekarang kau akhirnya menunjukkan aslimu nenek tua"ucap wei xiao dengan nada merajuk.
"haha...maafkan aku gadis kecil kerana menipumu...tapi dengan cara itulah bisa memberikan kekuatanmu yang tidak kau ketahui"ucapnya mengelus rambut wei xiao.
"ya...lagipula kau bertiga memang sesuai untuk menjebakku"ucap wei xiao cemberut.
"hei gadis kecil..gu yuang tidak mengetahui ini"ucap seorang lelaki dari belakang wei xiao.
"humph!kau juga"ucap wei xiao kesal membuat kedua orang disitu tertawa senang.
"bukankah payah untuk bertemu penipu yang baik seperti kami"ucap gu chen merangkul tubuh gu luan.
"iya kan sayang?"tanya gu chen membuat gu luan tertawa pelan.
"ya...haha..."ucapnya dan kembali tertawa.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE YA!
MAKASIH YANG UDAH VOTE DAN LIKE
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1