
saat ini di kediaman kristian duduk seorang laki laki remaja di taman belakang rumah nya. kalau di lihat secara intens ia sedang melamunkan sesuatu
saat ia sedang dalam keadaan sedih ada sebuah tangan yg menepuk pundak nya. yg membuat ia terpaksa harus mengangkat kepalanya
"lo lagi ngelamunin apasih?" tanya laki laki remaja yg lain nya
"hah. gak ada van" jawab laki laki itu
"ck. lo gak bisa boongin gue lana" ucap ivan berdecak kesal
ya. yg duduk di bangku taman di belakang rumahnya itu ialah lana
"gue gak boongin lo ivan" jawab lana
"kalo lo kaya gini terus. lo gak akan dapetin dia lan. kejar dia. buktiin kalo lo pantes dapet cintanya" ucap ivan
"apasi maksud lo?" tanya lana pura pura tak mengerti
"lo gak usah pura pura gak tau apa yg gue omongin lan. kalau lo terus kaya gini dia akan di ambil sama orang lain" ucap ivan
"temen temen nya aja pada gak ada yg suka sama gue van. apalagi dia? dia selalu aja cuek sama gue" ucap lana frustasi
"betjuang lan. berjuang. tunjukin kedia kalau lo suka sama dia. selama ini yg lo tunjukin itu kaya lo gak suka sama dia. mungkin gara gara itu dia jadi bodo amat sama lo" teriak ivan frustasi
ia tidak habis fikir dengan kaka sepupunya ini. apa yg membuat ia lebih memilih cinta dalam diam
"susah van! susah" ucap lana
"apa nya yg susah maulana alvaro kristian" geram ivan
ia tidak pernah seemosi ini kepada orang lain. namun kalau soal percintaan kaka sepupunya ini ia angkat tangan. ia menyerah kenapa ia harus memiliki kaka sepupu yg cukup keras kepala
"lo harus turunin ego lo. atau lo akan menyesal untuk selamanya lan" tegas ivan
setelah mengatakan itu ivan pergi dari hadapan lana. ia sudah bingung kenapa percintaan spupu nya itu cukup rumit
__ADS_1
di mana sang cowok tidak bisa bersikap hangat kepada sang cewek karna ia takut kalau ia akan di tinggalkan lagi. dan di mana sang cewek masih mencintai masa lalunya
"kenapa harus di buat susah kalau bisa di buat simpel. tinggal bilang aja sih kalau lo suka. kenapa harus secara diem diem" gumam ivan
*skip ruang tengah keluarga kristian. tepatnya rumah lana*
"kalau gue jadi dia. udah gue tembak sejak lama tuh cewek" sambung nya lagi
"lo kenapa bro. kok muka kusut amat kaya pakaian yg belum di setrika" ledek ron
"ho'oh lo" ucap darrel menimpali
"tau lo kenapa. biasanya lo kalem orang nya. kok sekarang udah kaya orang g*la gini sih" ucap dewa
"gue bingung aja sama lana" ucap ivan
"bingung kenapa?" tanya darrel
"noh calon ipar lo. kaya orang sint*ng" ucap ivan. mengingat itu ia sangat marah pada lana
"siapa lagi kalau bukan lana" ucap ivan
"maksud nya gimana sih. kalau mau cerita itu harus yg komplit dong jangan setengah setengah gini" kesal darrel
"noh si lana. dia kan demen banget tuh sama adek lo. tapi, ia bingung mau ngomong kek mana" jelas ivan
"ya tinggal di nyatain aja apa susahnya si" ucap ron kesal
"nah itu dia bilang 'susah' di mana coba susahnya" ucap ivan
tak lama datang lah orang yg mereka gosipkan sejak tadi
"nah ini orang nya" ucap ron
"kenapa?" tanya lana dingin
__ADS_1
"lo suka sama queen?" tanya balik dewa
"hah. enggak" ucap lana salting
"kalau enggak ngapain lo salting ege" ucap darrel. dan sukses membuat pipi lana memerah merona. yg membuat gelak tawa di ruangan itu
'sial gue awas aja lo van' ucap lana dalam hati. sambil menatap ivan dengan tajam. namun tidak di tanggapi oleh ivan seolah olah ia tidak tau apa apa
"gue...gue gak....." ucap lana gugup
"gak apa. gak cinta sama queen?" tanya ron
"kalau lo gak cinta sama queen. jangan deketin dia. kalau lo sampe buat dia sakit hati. lo tau kan gue orang nya gimana" ucap dewa dingin dengan muka yg datar tanpa eksprisi dan tatapan yg tajam dengan aura yg mencekam
"kan lo udah denger sendiri. lo udah di kasih lampu hijau bro. asal lo gak nyakitin queen. lo bisa sama dia. bahkan selamanya" ucap ivan
hahhhhhhh terdengar helaan nafas yg sangat berat
"oke gue akan buat hati dia menghangat. karna gue tulus cinta dia. perasaan ini alami tanpa harus di buat buat" ucap lana lantang
"Queen gue akan dapetin lo" tekad lana
"ini baru sobat gue" ucap ron
"jangan terlalu larut dalam luka lan. maju terus jangan nengok kebelakang. karna belakang itu masa lalu dan depan itu masa depan" ucap darrel sok bijak
"ck. sok bijak lo t*i" ucap ron
"diem lo anj*ng" ucap darrel
*baca juga novel aku yg satunya ya. triplets teen
maaf kalau ada typo. dan tulisannya ada yg salah
mohon like, vote, dukung, and komen nya ya guys
__ADS_1
salam rindu @Aida_wolf