
di kantin banyak murid murid (AIHS) yg sedang mengisi perut mereka
"mau duduk di mana?" tanya darrel
"duduk di sana aja" ucap ron sambil menunjuk meja tempat queen dkk duduk
"eh beg* lo tau kan. temen kita itu lagi galau. masa kita kesana sih" ucap darrel kesal seraya menjitak kepala ron
"ya maaf. gue kan lupa" ucap ron seraya mengelus jidat nya yg habis di jitak darrel
"gimana al?" tanya ivan
"terserah" ucap alva seraya menggidikan bahunya
"kalau kita duduk nya pisah dari queen dkk. mereka pasti curiga" ucap dewa
"terus gimana?" tanya ron
alva berjalan ke arah meja queen dkk. dan di ikuti dewa dkk
"kita boleh duduk disini?" tanya alva
"boleh kok" ucap aulia. beda dengan yg lain. mereka asik makan
"kalian gak pesen?" tanya rasya
"udah kok. nunggu di anter dong" jawab ivan. yg di angguki oleh rasya
"oh ya van. nama lengkap lo sebenarnya siapa sih?" tanya alva
"lo kenapa tiba tiba nanyain itu?" tanya queen penuh selidik. pasal nya dulu alva itu sangat tidak suka kepada vano
"ya gak pa-pa sih. emamg gak boleh" ucap alva santai
"nama lengkap gue devano syerra" ucap vano
deg deg deg 'nama nya' ucap queen dalam hati
"nama nya bagus" puji ron
"lo orang mana sih?" kali ini ron yg bertanya
"paris" jawab vano santai
"emmmm. siapa nama ortu lo?" tanya dewa
__ADS_1
"FELIX SYERRA" ucap vano
deg deg deg 'dia.....' ucap queen dalam hati
"nama itu kan....." ucap darrel
"lo tau nama itu?" tanya vano. dan tatapan semua orang pun beralih ke darrel
"seingat gue. nama itu nama yg udah bikin keluarga besar marah. sehingga membuang queen dulu kan" ucap alva
"lo juga tau" ucap darrel
"iya. gue gak sengaja denger orang tua gue ngomongin dia" ucap alva
"siapa sih. ada apa?" tanya ron. yg notabenya tidak tahu apa apa
"maksud lo apa?" tanya vano tak paham
"maksud nya...." ucap ron
"jadi lo anak dari felix. yang udah bikin keluarga gue sangat membenci queen saat itu" ucap dewa dengan kilatan amarah dari pancaran matanya
"gue gak tau. beneran" ucap vano. ia benar benar bingung apa hubungan ayah nya dengan keluarga besar
alva. dan darrel saling bertatapan lalu mereka tersenyum. sepertinya mereka merencanakan sesuatu
"gue gak akan biarin queen terpedaya oleh orang kaya lo" ucap dewa
alva berdiri dari duduk. ia menarik vano lalu menghajarnya 'bugh'
"lo gak pantes dapetin queen. ngerti lo" ucap alva
plakk satu tamparan mendarat di pipi mulus alva. dan sepertinya tamparan itu sangat lah kuat sehingga membuat bekas dan ujung bibir nya sobek
"queen lo...." ucap dewa
"kalian punya bukti kalau ayah nya vano yang adu domba keluarga kita?" tanya queen
"enggak kan. kalau gak ada bukti mendingan gak usah nuduh" sambung queen dengan tatapan yang tajam
"lo lebih percaya sama orang lain. dari pada keluarga lo sendiri" ucap dewa tak percaya
"kenapa enggak. selagi gak ada bukti" ucap queen
"lagian kan. kalian juga gitu waktu itu" sambung queen
__ADS_1
"lo kenapa sih selalu ngungkit itu itu mulu. gak bosen apah" ucap dewa kesal
"enggak tuh. gimana gue mau bosen. kalau itu udah gue alamin selama 17 tahun dan dengan gampangnya gitu gue ngelupain hal semenyakitkan itu" ucap queen
"enggak. gue gak bisa ngelupain hal itu begitu aja" ucap queen
"gue tau. itu pasti sakit buat lo. tapi kan yang ngelakuin itu adalah ayah vano" ucap darrel
"jangan jangan. lo pacaran sama adek gue. cuma mau ngehancurin keluarga gue doang lagi" tuduh darrel
"lo apa apaan sih" ucap queen tak suka
"gue mencintai queen itu dengan tulus. bukan karna maksud apa apa" ucap vano
"alah gak usah muna deh lo" ucap alva
"lo gak usah ikut campur ya. lo itu cuman orang luar" ucap queen
"queen kok lo gitu sih. alva itu baik tau gak" ucap dewa
"palingan juga topeng" ucap queen tersenyum sinis
plakk "jaga ucapan lo queen" ucap dewa geram
"oh lo lebih belain dia. yg notabe nya bukan siapa siapa dari pada ade lo sendiri gitu" ucap queen
"lo juga ngebelain dia (sambil nunjuk vano) padahal dia cuman orang luar" ucap dewa sinis
"dia pacar gue" ucap queen
"dan dia sahabat gue" ucap dewa
"lo tu gimana sih. hubungan adek lo mau di hancurin sama dia (sambil nunjuk alva) tapi apa? lo diem aja. malah lo belain dia" ucap queen
dia tak habis fikir. bagai mana abang nya memilih teman. yg begitu kejam nya. mau menghancurkan hubungan adek dari sahabat nya sendiri
*maaf ya aku baru up. soal nya pas kemaren kemaren aku abis kouta. baru beli. jadi baru update
maaf kalau ada typo. dan tulisan nya ada yang salah
maaf juga kalau cerita aku gak semenarik cerita orang orang. karna aku pemula
jangan lupa kasih bintang 5, like, vote, dukung, and comen nya ya guys
oh ya satu lagi. jangan lupa baca novel aku yang satu nya ya 'triplets teen' dengan cara klik profil aku
__ADS_1
salam manis @Aida_wolf😊*