
*makan siang
"apa kamu suda siap sayang?" tanya lea helter mami aida
"udah mi" jawab aida
"anak mami memang cantik. pasti nanti gilang terpesona sama kamu" puji lea
"isshh mami apa-apaan sih" ucap aida dengan muka yang memerah
"yaudah yu kita berangkat. nanti telat lagi" ajak lea
"iya mi" ucap aida
"ya ampun 2 bidadari papi ini. cantik cantik banget hari ini" puji sang papi. william helter
"iya dong pi. kan mau ketemu calon besan" ucap lea
"aida juga harus cantik. biar gilang langsung terpesona sama aida saat pandangan pertama" ucap lea
"itu pasti mi. orang aida nya aja udah cantik gini" ucap william
"yaudah yu kita berangkat nanti telat" ucap william
"iya pi" ucap lea dan dinda
__________
"gilang. dari mana saja kamu?" tanya tio
"biasa lah pa. nongkrong nongkrong bareng reyhan dan yang lain" jawab gilang berbohong
"yaudah. cepetan kamu pake baju yang udah mama siapin di kamar kamu" ucap dinda
"iya ma" ucap gilang
"jangan lama ya. bentar lagi keluarga aida akan dateng" ucap dinda
"iya iya gilang tau kok" ucap gilang jengah
*skip
__ADS_1
"hei jeng. gimana kabar nya?" tanya dinda saat sudah kedatangan keluarga helter
"baik. kamu sendiri gimana?" jawab lea sekaligus bertanya balik
"baik. ayu masuk" ucap dinda
mereka pun menuju ruang keluarga. dan di sana sudah ada tio dan gilang yang masih fokos dengan hendphone nya
"pa. gilang coba lihat calon menantu keluarga kita. cantik kan" ucap dinda. seraya membawa aida untuk duduk di dekat gilang
'cantik sih. tapi tetep cantikan laura' ucap gilang dlm hati
"ayu aida. duduk aja di sebelah gilang" ucap dinda
"iya tante" ucap aida
"jangan panggil tante dong. panggil aja mama sama seperti gilang" ucap dinda
"ba...ik ma" ucap aida gugup
"gimana kalian mau kan di jodohin?" tanya tio
"kalo aku sih terserah papi. sama mami aja ma" jawab aida
"oke gilang. apa kamu bersedia menikah dengan aida?" kali ini william yang bertanya
"oke. aku mau. tapi ada syaratnya" ucap gilang
"apa syaratnya?" tanya william
"aku mau saat kami menikah nanti. pernikahan nya di rahasiakan. hanya kerabat dan orang terdekat saja yang di undang" ucap gilang
"kenapa harus di seperti itu?" tanya lea
"karena keluarga algatama dan keluarga helter itu orang terkaya no 1 dan 2 di dunia. pastinya banyak musuh yang akan selalu mengintai. apalagi aida" ucap gilang
"karena aida lah. yang akan mempererat antara hubungan keluarga algatama dan helter. apalagi saat nanti aida mengandung anak aku. pasti nyawa dia akan terancam" ucap gilang
"ya kau benar" ucap william
"tidak sia sia saya memberikan kepercayaan kepada kamu untuk menjaga aida" ucap william
__ADS_1
"iya om" ucap gilang
"panggil papi aja. sama seperti aida. kan kamu calon menantu saya" ucap william tersenyum
"iya pa" ucap gilang
'heh. saat nya permainan di mulai' ucap gilang dlam hati seraya tersenyum smirk namun tidak ada yang melihat nya
"jadi kapan pernikahan nya di lakukan?" tanya lea
"bagai mana kalau bulan depan" jawab tio
"apakah tidak terlalu cepat" ucap william
"tidak. lebih cepat lebih baik bukan" ucap tio
"ya kau benar" ucap william
"mama udah gak sabar nimang cucu" ucap dinda
"sama aku juga udah gak sabar pengen gendong cucu" ucap lea
"yasudah ayu kita makan makan. pasti makanan nya udah siap" ajak dinda
"ayu. william, lea, aida. kita kemeja makan siang sekarang" ajak tio
"baik" ucap william
mereka pun menuju ruang makan. mereka makan siang dengan tenang dan khikmat. berbeda dengan gilang yang sangat senang karena dia sudah berhasil menjalan nya rencananya
'aku seneng banget. bisa nikah sama gilang. akhirnya penantian aku selama ini. terbayarkan' ucap aida dalam hati dengan senyum yang mengembang
'nikmati senyum mu aida. karena setelah kamu menikah dengan ku. kau tak dapat tersenyum dengan bahagia' ucap gilang dlam hati
*semoga suka ya sama novel aku. maaf mungkin gak sesuai sama apa yang kalian pikirkan
jangan lupa kasih bintang 5, like, vote, and comen nya ya guys
maaf karena ada typo. and maaf juga kalo tulisannya ada yang salah salah
salam manis @Aida_wolf🤗
__ADS_1