Rahasia Istri Idiot

Rahasia Istri Idiot
001 Upacara Pernikahan


__ADS_3

Di salah satu gedung paling mewah di Jakarta, seorang pengantin wanita tengah duduk kursi depan meja rias, yang sedang di dandani oleh MUA.


"Sempurna," Melangkah mundur sedikit menjauh untuk melihat hasil karyanya, melukis wajah pengantin dengan kuasnya pagi ini dengan puas.


"Apakah sudah selesai?" Tanya Terra kepada MUA laki laki yang sedikit kemayu itu.


"Hmm you sangat cantik, jadi aku tidak perlu bersusah payah, hanya perlu menambah sedikit goresan saja, lihat dirimu say benar benar sempurna." Ucap MUA laki laki itu memuji kecantikan Terra sambil mengibas kibarkan rambutnya yang tidak panjang itu.


Terra juga ikut memperhatikan wajah indahnya di dalam cermin.


"Pasti suami you sangat beruntung memiliki istri bidadari." Sambil merapikan rambut Terra dari belakang.


Mendengar itu, Terra berusaha menahan tawanya, karena dia tahu Carlson suami yang di katakan beruntung itu, pasti tidak ingin datang ke pernikahan mereka sama sekali. Karena Terra telah memanipulasi informasi yang akan di kirimkan kepada Carlson suami nya tersebut, menukarnya dengan data gadis cacat mental yang telah dia persiapkan terlebih dahulu.


karena memang dia juga terpaksa menyetujui pernikahan yang di rencanakan oleh keluarga laki laki itu karena suatu alasan.


"untung saja dia akan menetap di Amerika selama tiga tahun lagi, selama itu rasanya akan cukup bagiku untuk menyelesaikan urusan ku disini." Pikir Terra berbicara dalam hatinya, dia juga telah memanipulasi informasi tentang dirinya yang cacat mental agar calon suaminya Carlson semakin enggan untuk pulang ke indonesia.


"Hemm you sampai senyum senyum sendiri memikirkan calon suami you ya? pasti you berdua sudah tidak sabar." Ucap MUA itu bahagia yang melihat Terra senyum senyum sendiri di depan kaca.


"Ya aku bahagia." Ucap Terra penuh arti.


"Sudah selesai, aku akan panggilkan keluarga you dulu." Sambil pergi keluar memanggilkan sahabat Terra, yang satu satunya orang dari pihak mempelai wanita yang datang ke pernikahan nya.


"Terra, kamu udah selesai?"


"Udah, aku sudah selesai," jawab Terra.


"Terra apakah kamu yakin akan menikah dengan tuan muda dari keluarga Dirja Ningrat itu?" Tanya Tika merasa tidak yakin dengan keputusan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tentu saja, keputusan ku sudah bulat." Jawab Terra yakin.


"Tapi kamu akan menikah dengan orang yang tidak kamu kenal, bahkan saat pernikahan dia juga tidak hadir." Ucap Tika dengan wajah prihatin dengan nasib sahabatnya itu.


"Tika terimakasih, tapi aku sudah punya rencana." Ucap Terra tenang.


"Baiklah jika itu keputusan mu, tapi apakah kamu yakin tidak akan memberitahu keluarga mu jika kamu telah kembali ke indonesia, bahkan akan menikah?" Tanya Tika dengan wajah sendu.


"Mereka telah mengusirku dari rumah itu tiga tahun lalu, untuk apa aku kembali lagi ke rumah mereka."Ucap Terra dengan wajah tidak peduli.


"Baik lah kalau begitu, ayo kita keluar sekarang." Ajak Tika sambil mengandeng Terra keluar dari ruangan itu, menuju altar dengan ruangan besar yang telah di hias dan di hadiri oleh tamu undangan yang hanya dari kalangan inti dari keluarga mempelai pria. Terlalu sepi untuk gedung yang seluas ini, bahkan cukup tragis dengan hanya akan menyaksikan sumpah pernikahan dari pihak perempuan saja tampa mempelai prianya. 


"Cucuku kamu sangat cantik." Ucap kakak Carlson melihat Terra berjalan turun dari tangga. Sambil mendekat dan mengandeng calon cucu menantu nya itu.


Benar, dia sendiri yang akan mengandeng dan mengantarkan Terra berjalan di altar menuju pendeta untuk melakukan sumpah pernikahannya.


"Maaf kan kakek, tidak bisa memberikan pernikahan yang layak untuk mu, bahkan kakek tidak berhasil memaksa anak keras kepala itu pulang." Ucap kakek Carlson penuh penyesalan.


"Tidak apa apa kakek aku bisa mengatasi ini sendirian." Ucap Terra dengan wajah yakin.


Melihat ekspresi Terra yang tidak kecewa sama sekali seperti yang dia bayangkan, wajah kakek Carlson menjadi sedikit lega.


"Terimakasih cucuku, di masa depan aku akan membayar ini kembali." Ucap kakek Carlson dengan yakin.


Mendengar itu Terra hanya tersenyum anggun ke arah pria tua itu.


Kini Tera melanjutkan upacara pernikahan tampa kehadiran mempelai pria di sisinya sambil menunggu pendeta untuk menuntunnya mengucapkan janji pernihakan.


Tapi saat pendeta baru saja akan membuka mulutnya tiba tiba saja seorang laki laki tampan berdiri di ujung altar dengan menggunakan jas yang serasi dengan pangantin wanita yang berdiri kaku di depan pendeta itu, lengkap dengan dasi kupu kupu dan setangkai mawar putih kecil yang di selipkan di saku jasnya. Dia berjalan perlahan menuju pemgantin wanitanya.

__ADS_1


Semua mata terpaku melihat kehadiranya di tengah acara, yang semua orang yakini jika pengantin wanita akan melakukan ucapara pernikahan seorang diri tampa tahu malu.


Tapi lihat sekarang tuan muda Carlson hadir disana dengan sangat gagah.


Kini dia telah berdiri mantap di samping Terra.


Karena terkejut dengan apa yang di lihatnya, tangan Terra terasa lemas sampai dia tampa sadar menjatuhkan seikat bunga mawar putih di tangannya.


Dengan cepat Carlson menangkap bunga itu, "Apakah kamu baik baik saja sayang?" ucapnya di hadapan semua orang.


Lagi lagi mengejutkan pada kerabat dekatnya yang menghadiri pesta itu.


Mereka semua hampir memuntahkan minuman yang ada di mulut mereka mendengar ucapan Carlson yang selama ini terkenal dengan sifatnya yang sedingin kutup selatan, dan tidak banyak bicara.


"Mempelai wanita, apakah kamu siap?" Tanya pendeta menggunakan microfon, yang mengembalikan kesadar Terra, dan dengan gagap di menjawab, " Y yy ya ya aku si siap." Ucap nya terbata bata sambil melihat ke arah Carlson.


Sementara Carlson yang berdiri di sebelahnya menyaksikan dia menjawab seperti itu, dalam hatinya, "Ternyata benar, gadis ini cacat mental, sangat di sayangkan dengan wajah secantik ini, bagus sangat bagus." Ucapnya dalam hati sambil tersenyum senyum penuh arti.


Berbeda dengan ekspresi kakek yang melihat kehadiran Carlson dan kelembutanya saat berbicara dengan Terra, dia sangat bahagia, mendapatkan kejutan dari cucu kesayangan nya itu. " Semoga aku segera dapat cucu buyut" ucapnya dalam hati.


Setelah upacara selesai mereka berdua menyapa semua tamu undangan.


Kakek dengan begitu bangga memperkenalkan cucu menantunya itu, serta dengan kehadiran Carlson disana. Dia benar benar bahagia.


"Tuan, apa anda tidak kasihan melihat kakak yang begitu bahagia, jelas akhirnya dia akan kecewa." Bisik Thomas asisten Carlson yang berdiri di sampingnya.


"Nanti seiring waktu berlalu kakek akan mengerti" ucapnya. "Sekarang biarkan dia berbahagia dulu." Tambahnya lagi.


"Tapi apa anda tidak akan memikirkanya sekali lagi, lihat kakak ipar sangat cantik." Ucap nya sambil melihat ke arah Terra yang sibuk menyapa para tamu dengan kakek. 

__ADS_1


__ADS_2